part 10

10.7K 349 0
                                    

Pukul 5 pagi Audry membuka matanya dan Alangka kagetny ia melihat dada seseorang yang memeluknya dengan erat hingga membuat ia tanpa sadar menedang orang itu

Brak

Aduuhhh

"Kamu apa apaan sih"

Audry tambah kaget ternyata orang yang memeluknya itu Alvin

"Maaf pak saya tadi kaget karena bapak meluk saya"

"Kaget boleh tapi nendang jangan kan sakit kalau tidak ada yang suka saya kamu harus tanggung jawab"

"Untuk apa saya tanggung jawab bapak yang salah masuk kamar saya sambil meluk lagi"

"Ini kamar saya kamu sendiri yang datang kesini dan tidur meluk saya kamu tau ..."

"Tidak" potong Audry

"Dengar dulu semalam kamu datang kekamar saya langsung tidur dan meluk saya sangat erat semakin saya berusaha melepaskan maka kamu semakin erat meluk saya jadi mau tidak mau saya harus rela dipeluk sama kamu" bohong Alvin

Audry yang mendengar penjelasan Alvin tidak percaya karena selama ini ia tidur tidak perna sambil jalan apalagi masuk kamar yang lain

"Bapak bohong saya tidak perna tidur sambil jalan atau.. "

"Atau apa" potong Alvin

"Atau bapak sendiri yang gendong saya kesini biar bisa meluk saya ayao pak ngaku bapak kan yang gendong saya kesini" tuduh Audry

"Mana mungkin saya gendong kamu kurang kerjaan banget saya semalam juga sangat capek karena kerjaan kantor mana mungkin saya gendong kamu yang gemuk"

Benar juga yang diucap Alvin skan Semalam ia kerja sampai jam 9 dia sendiri pun sempat melihat wajah lelah Alvin jadi tidak mungkin Alvin menggengdongnya kesini aaa malu malu

"maaf pak saya salah saya tidak akan ulangin lagi tapi saya tidak gemuk bandan saya itu langsing tidak gemuk" protes Audry enak saja Alvin mengatainya gendut

"iya kamu tidak gendut tapi kamu boleh datang lagi kekamar saya sambil meluk saya mungkin kam kangen sama saya karena tidakbmeluk saya hampir 6 tahun ini" goda Alvin

"Untuk apa saya kangen kalau saya mau meluk orang kan saya bisa bunda atau Zivan"

Alvin sangat marah mendengar ucapan Audry meluk Zivan itu berarti Audry perna meluk Zivan

"Memangnya kamu perna meluk sapa itu Ziyan atau Zilang"

"Z I V A N bukan Ziyang atau sapalah itu tentu saya perna meluk Zivan beberapa kali" tekan Audry pada nama Zivan enak saja Alvin ganti ganti nama orang seenaknya

Sekarang Alvin bener sangat marah jadi Audry beberapa kali peluk Zivan

"Berapa kali?"

"Memanya kenapa"

"Berapa kali Audry"

"kamu kenapa sih"

"Saya tanya berapa kali Ziyan meluk kamu jangan bertanya balik"geram Alvin sambil memegang bahu Audry

"Lebih dari 5 kali mungkin memangnya kenapa"

"Dengar jangan perna kamu meluk Ziyan lagi kalau kamu berani kamu akan tau akibatnya"

Audry curinga apa mungkin Alvin cemburu karena sikap Alvin sama seperti dulu tidak akan membiarkan Audry disentuh pria lain apalagi dipeluk

"Kamu cemburu?"

"Mana mungkin saya cemburu"

"Lalu kenapa kamu larang saya meluk Zivan bukan Ziyan"

"Saya hanya tidak mau kamu menjadi murahan lagi seperti dulu"

Jawaban Alvin kali ini sungguh membuat Audry sakit hati murahan apa benar Audry murahan tapi ia harus terlihat tegar didepan Audry

"Memang kenapa kalau saya MURAHAN kan bukan bapak" balas Audry sambil menekan kata murahan

"Citra perusahaan Saya akan jelek dimata orang apalagi kamu sekeryaris pribadi saya" alasan Alvin

"Maaf kalau begitu saya tidak akan merusak cintra perusahaan karena sikap MURAHAN saya"

"Bagus lah kamu segera keluar dari kamar saya dan bersiap siap kekantor
Karena kamu sudah sehat sehingga bisa nendang saya sampai jatuh"

"Permisi pak"

Alvin yang melihat Audry menutup pintu ia langsung mengacak gacak rambutnya

Sungguh ia tidak segaja mengatakan Audry murahan ia sangat cemburu karena Audry perna meluk Giyan

Biarlah semoga saja Audry tidak perna lagi meluk siGiyan itu lebih baik ia bersip kekantor

Saat Alvin selesai pakai baju ia dapat mencium bau yang lezat mungkin Audry masak

Alvinpun segera keluar untuk mengisi perutnya yang kelaparan ini

"Silahkan pak" ucap Audry ketika melihat Alvin

Meraka berdua hanya memakan makanan tanpa berbicara satu sama lain

Setelah makan mereka segera bergegas kekantor menggunakan satu mobil degan supir yang menyetir karena mobil yangvia pakai saat ini mobil perusahaannya yang disingapur

"Selamat datang pak" salam para karyawan saat Alvin masuk kelobi perusahaannya

Alvin hanya menanggapi salam para keryawannya dengan datar dan berjalan menuju ruangannya

"Selamat datang pak" salam sekertaris Alvin saat kelur dari lift dan menatap Audry dengan tatapan mengitimidasi dan sinis

"Anda tidak boleh masuk tanpa melakukan janji terlebih dahulu" tahan Qila saat pada Audry saat Alvin telah masuk kedalam ruangannya

"Saya sekertaris pribadi pak Alvin"

"Kalau begitu saya Istri Pak Alvin"

"Saya tidak bohong"

Audry memang lupa membawa tanda pengenal perusahaan karena terburu buru

"Tidak ada bukti tidak boleh masuk dan mana mungkin anda sekertaris pribadi pak Alvin dari penpilan saja tidak mungkin mana ada sekertaris perempuan kekantor menggunakan celana panjang"

Sementara Alvin yang berada dalam ruangannya segera menelpon qila karena Audry belum masuk mungkin Audry ceroboh lagi tidak membawa tanda pengenalnya

Alvin segera keluar dari ruangannya dan melihat dua perempun yang saling berdebat

"Ada apa ini?" tanya Alvin

"Maaf pak perempuan ini mengaku sebagai sekertaris pribadi anda tapi tidak memiliki tanda pengenal dan ia juga memakai celana panjang bukan rok"

"Qila ini Audry sekertaris pribadi saya dan kamu tadi melihat dia ada dibelakang saya tadi" ucap Alvin sambil menatap Qila dengan tajam

"Maaf pak"

"Saya sudah bilang kalau saya sekertaris pak Alvin keras kepala sih jadi dapat tatapan tajam pak Alvin hehehe" ejek Audry sambil ketawa karena ia sudah tahan melihat wajah Qila saat tadi ditatap tajam Alvin

"Makanya jadi orang jangan ceroboh" ucap Alvin saat Audry baru masuk

"Maaf pak saya tadi buru buru karena harus nyiapin sarapan"

"Kamu pergi bikinin saya kopi" suruh Alvin

"Tapi saya tidak tau tempat untuk buatnya pak"

"Kamu ada mulut untuk bertanya jangan kamu gunain saja untuk nyium saya"

"Saya tidak perna nyium pak Alvin pak Alvin sendiri yang nyium saya"

"Sudah kamu bikinin saja saya kopi"

"Permisi pak" pamit Audry

Melihat Audry yang keluar sendiri dari ruangan pak Alvin Qila segera mengikutinya ia ingin membalas Audry karena dia ia jadi ditatap tajam sama pak Alvin

Tunggu saja kamu Audry kata Qila dalam hati


mantanku ceoTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang