"Halo?" gadis itu mengayunkan tangannya di depan wajah Dirga yang bengong.
Dirga hanya bisa nyengir, memamerkan deretan giginya yang putih, karena tak pernah tersentuh pekatnya kopi bahkan nikotin.
"Ya ampun Kirana, kamu itu dicariin dari tadi ternyata asyik mojok di sini sama--" tiba-tiba tiga orang gadis lainnya datang menerobos masuk dan merusak suasana mendebarkan bagi Dirga.
"Hai, Kak Dirga," sapa salah satu dari mereka dengan dandanan trendi ala selebgram. Rambut ombre diikat tinggi dengan kemeja flanel setengah terbuka, memperlihatkan kaus tumblr putih bertuliskan EXO. Ya, salah seorang pecinta K-Pop.
Seulas senyum tersungging di bibir Dirga, meskipun tanpa suara. Ia merasa, bahwa itu adalah saat yang tepat untuk pergi meskipun enggan meninggalkan pesona gadis bernama Kirana itu. "Sorry, aku pamit dulu ya!" Cepat-cepat, Dirga membereskan barangnya, menjejalkan semua masuk ke dalam ransel, dan beranjak keluar dari ruangan itu setelah sempat menatap Kirana dengan tatapan mautnya.
Jujur saja, Dirga sudah lupa betapa putus asanya ia tadi sebelum bertemu dengan Kirana. Gadis itu layaknya oase di gurun tak bertepi yang menyelamatkan jiwanya. Dan hanya dengan memikirkan itu, sudah membuat Dirga cengar-cengir sendiri, sembari melangkahkan kakinya menuju tempat sahabatnya menanti.
"NGGAK KURANG LAMA?!"
"Dih, biasa aja napa sih?! Jangan kayak homo!" protes Dirga yang akhirnya menemukan sahabatnya, Al. Lelaki yang perawakannya lebih pendek dan kurus ketimbang Dirga itu tengah duduk di bangku dekat arena wall climbing.
"Najis!" umpat Al. Kegiatannya memotret sebuah benda kecil di tangannya terhenti seketika. Benda bulat berwarna kuning dengan bintang segi lima tepat di tengahnya.
"Motret apaan sih?" tanya Dirga sambil mengamati benda di tangan Al dan sesekali melihat ponsel sahabatnya itu.
"Ini namanya Bintang Tahunan Pramuka. Lencana ini diberikan untuk menandai kesetiaan, kepatuhan, kerajinan, dan ketertiban seorang Pramuka dalam mengikuti kegiatan-kegiatan kepramukaan selama satu tahun penuh dan kelipatannya secara berturut-turut," jelas Al tanpa diminta.
Dirga menatap Al bengong. "Emangnya aku tanya?" kata Dirga sambil merebut paksa ponsel di tangan Al.
"Sialan! Sini hapeku!" Al merebut kembali ponselnya dari tangan Dirga yang terbahak puas, karena berhasil membuat kesal sahabat Pramuka-nya itu. Entah apa yang membuat lelaki kutu buku dan sering disebut kamus berjalan oleh teman-temannya itu bisa tertarik dengan Pramuka. Bahkan siang ini, di saat semua mahasiswa seperti mereka berlomba mengenakan pakaian paling trendi, Al malah memilih mengenakan seragam Pramuka. Lengkap dengan segala atribut dan lencana yang berhasil ia dapatkan sebagai seorang Pramuka yang taat dan teladan.
"Jangan ngomong seenaknya tentang Pramuka ya, Ga! Pramuka itu bukan sekadar kumpulan orang yang bisanya tepuk-tepuk sambil nyanyi doang! Sini, balikin hapeku!"
Dirga nyengir. "Eits, tunggu! Aku pinjam sebentar." Ia berhasil mengelak dan jemarinya dengan cepat membuka aplikasi Instagram. Ia penasaran dengan sosok Kirana, meskipun tak memiliki cukup informasi tentang akun gadis itu, tapi setidaknya bisa mengobati rasa penasarannya.
"Kenapa nggak pake hapemu sendiri sih, Ga?!" Al berupaya merebut benda itu kembali.
"Paket datanya abis dan aku belum beli!" jawab Dirga sekenanya sambil mengetikkan nama Kirana, tetapi berikutnya ia urungkan. Kenapa aku malah berbagi info tentang bidadari itu sama si kutu kupret sih? pikirnya. Ia pun tergesa menutup aplikasi Instagram itu, beralih membuka aplikasi YouTube. "Aku emang niat mau pinjam hapemu ini untuk liat cheat games yang semalem baru aku download," cetus Dirga yang membuat Al semakin meradang.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
[TAMAT] Api Unggun Terakhir
FantasyDirga, pemuda yang hobi wall climbing di kampusnya tiba-tiba harus terjebak dalam kegiatan Pramuka konyol. Namun, Pramuka justru mempertemukannya pada sosok gadis impiannya bernama Kirana. Tak ada yang menyangka, keduanya akan terlibat suatu eksped...
![[TAMAT] Api Unggun Terakhir](https://img.wattpad.com/cover/183263927-64-k70395.jpg)