"Gawat. Bagaimana bisa Wonjin bergabung dengan tim Yunseong? Aku bisa kalah jika begini."
"Sihoon-ah, bisakah kau diam?"
"Kau tidak mengerti, Lee Hangyul."
"Aku mengerti. Tapi bisakah kau berhenti? Ambisi itu bisa membunuhmu, kau tahu? Jangan hanya karena kau tidak bisa mengalahkannya kau jadi seperti ini."
"Aku selalu kalah darinya. Kau tahu itu. Dan sekarang dia dengan tim Yunseong. Apa-apaan itu?"
"Tim Yunseong sangat kuat sekarang. Mereka punya 3 dancer dan 2 vokalis. Kita hanya harus berlatih lebih keras lagi."
"Aku akan melakukan apapun agar tim kita menang. Aku tidak akan kalah darinya lagi."
Mereka lalu membuat rencana agar bisa mengalahkan tim Yunseong. Tanpa mereka sadari, Minkyu mendengarnya. Minkyu mendengar rencana mereka. Minkyu lalu memikirkan cara agar rencana mereka tidak berhasil.
"Aku harus menemui Wonjin sekarang."
.
.
.
."Wonjin-ah, bisakah kita bicara?"
"Ada apa, Minkyu-ya?"
"Kau harus hati-hati mulai sekarang. Sihoon mengincarmu."
"Dia? Lagi? Mengapa dia tidak kapok juga?"
"Kau harus hati-hati. Mereka mempunyai rencana. Aku akan membantumu."
"Apa rencana mereka?"
Minkyu pun menjelaskan rencana mereka. Wonjin dan Minkyu pun lalu memikirkan rencana untuk mengagalkan aksi tim Sihoon.
"Minkyu-ya, bisakah kau meminta tolong kak Wooseok?"
"Tentu saja bisa. Kakakku dan temannya pasti akan membantu."
"Minkyu-ya."
"Ada apa?"
"Kau tidak ingin bergabung dengan kami? Aku tahu kau juga suka menyanyi."
"Kau tahu apa masalahku, Wonjin-ah. Aku tidak ingin latihan kalian jadi rumit karenaku."
"Beranikan dirimu, Minkyu-ya. Kau sudah 18 tahun. Kau bukan robot mereka."
"Akan kucoba. Tapi aku tidak bisa berjanji padamu."
"Kita sahabat, bukan? Jika kau butuh bantuanku, katakan saja. Aku ada di barisan terdepan."
"Terimakasih. Kau memang sahabat terbaikku."
'Dan aku harap kita bisa debut bersama, Minkyu-ya'
.
.
.
."Kak Yunseong."
"Ada apa, Eunsang-ah?"
"Kenapa sepertinya kak Sihoon tidak suka padamu?"
"Dia memang selalu merendahkan kemampuanku. Mungkin karena memang aku tidak percaya diri."
"Lalu? Kenapa dia dan kak Wonjin..."
"Ah itu. Dia dan Wonjin memang rival sejak dulu. Setiap kali ada event mereka selalu menjadi lawan. Sihoon selalu kalah dari Wonjin. Itu sebabnya dia seperti itu."
'Jadi kak Wonjin memang sekuat itu ya?' Batin Eunsang. Ya, jika tidak sekuat itu, tidak mungkin Sihoon selalu kalah darinya, bukan? Sihoon saja sudah sangat bagus dalam hal menari, bagaimana bisa dia kalah dari Wonjin?
"Wonjin gampang sekali menghafalkan gerakan jika kau ingin tahu. Dia selalu menang di setiap event karena memang bakat dan ekspresinya yang bagus dalam menari. Dia juga punya suara yang bagus."
"Sehebat itu?"
"Ya, kau benar. Dia juga bisa berakting. Selain itu, dia juga termasuk anak yang pintar."
"Wah.. pantas saja banyak yang iri padanya."
"Kau benar. Termasuk soal cinta. Banyak yang iri padanya. Sihoon juga salah satunya."
"Mereka menyukai orang yang sama?"
"Tidak. Gadis itu dekat dengan Wonjin. Dia selalu ada di samping Wonjin. Sihoon menyukainya, tetapi gadis itu lebih memilih Wonjin. Itu sebabnya sampai sekarang mereka tidak pernah akur."
Eunsang terkejut mendengarnya. Memang ya, masalah cinta bisa membuat hubungan menjadi renggang. Ngomong-ngomong, kalian tahu siapa gadis yang dimaksud bukan?
TBC~
Next?
Voment juseyo~

KAMU SEDANG MEMBACA
To My Youth
FanfictionHanya bercerita tentang anak-anak yang mengalami masa pahit dalam hidup mereka lalu bertemu untuk menggapai mimpi mereka.