Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Minkyu and...

76 8 3
                                        

"Minkyu-ya."

Minkyu tidak menjawab panggilan Wonjin. Dia masih asyik melamun dan tenggelam pada dunianya sendiri. Wonjin yang kesal pun akhirnya berteriak lebih keras.

"Ya, Kim Minkyu!"

Minkyu pun tersadar dari lamunannya.

"Ha? Ada apa Wonjin-ah?"

Wonjin hanya menatapnya dengan kesal. Bagaimana tidak? Dia sudah berbicara panjang lebar sedangkan Minkyu tidak meresponnya sama sekali.

"Aku akan mengajukan proposal untuk acara ulang tahun sekolah nanti dan aku ingin kau mengoreksi dan memberikan tanda tangan. Kau kan ketua Osis."

"Biar aku lihat dulu. Kau ketua pelaksana tahun ini kan?"

Wonjin hanya mengangguk. Minkyu fokus membaca proposal itu dan  menandatanganinya. Lalu, dia pun memberikan proposal itu pada Wonjin.

"Sudah ku tanda tangani. Kau tinggal memberikannya pada kepala sekolah."

"Baiklah. Ngomong-ngomong, apa yang kau fikirkan?"

"Tidak apa-apa."

"Biar ku tebak. Kau sedang memikirkan Yireon, bukan?"

"Apa? Kenapa aku harus memikirkannya?"

"Kau tidak bisa berbohong padaku. Jika kau tidak memikirkannya, wajahmu tidak akan merah seperti itu."

"Diam kau."

"Ah ternyata benar ya. Kau menyukainya?"

Minkyu terdiam. Dia juga tidak tahu kenapa dia memikirkan gadis itu.

"Kau menyukainya."

"Apa? Aku.. tidak."

"Kau ini lucu sekali. Jika kau menyukainya, katakan padanya."

"Kau?"

"Aku? Ada apa denganku?"

"Ah tidak. Lupakan saja."

"Aku yakin dia juga menyukaimu."

"Bagaimana bisa kau tahu jika dia menyukaiku."

"Kau ini memang pintar di pelajaran. Tapi kau bodoh ya dalam urusan percintaan."

"Yak!"

"Aku tidak masalah jika kau dengannya. Justru aku senang akhirnya sahabatku ini menemukan gadis yang dia suka."

"Yak! Memangnya selama ini aku tidak pernah menyukai gadis?"

"Tidak. Kau hanya menyukai buku-bukumu itu."

"Lalu apa bedanya denganmu? Kau juga hanya menyukai dance."

Mereka berdua lalu tertawa bersama. Konyol memang. Tapi bukankah sahabat memang seperti itu?

.
.
.
.

"Memikirkan gadis itu lagi?"

"Kak Wooseok?"

"Kau memikirkannya, ya?"

"Aku? Siapa?"

"Gadis itu yang selalu bersama dengan Wonjin."

"Wonyoung? Yak dia sepupu kita kak. Mana mungkin aku menyukainya."

"Itu juga aku tahu. Bukan dia."

"Jiheon? Dia pacar Donghyun. Aku juga tidak mungkin menyukainya."

"Bukan dia."

"Yireon? Ah dia.."

"Ada apa? Kenapa kau tidak menjawab?"

"Tidak."

"Kau menyukainya."

"Aku tidak."

"Kau iya."

"Wonjin menyukainya."

"Lalu?"

"Aku tidak ingin menyakiti hatinya."

"Secara tidak langsung kau mengakui jika kau menyukainya."

"Apa? Aish kau ini.."

"Kau ini lucu sekali. Jika kau menyukainya katakan padanya. Lagipula apa masalahnya jika Wonjin menyukainya? Belum tentu gadis itu menyukainya juga bukan?"

"Tapi kak.."

"Yakinkan hatimu terlebih dahulu. Aku yakin Wonjin pasti berkata yang sama denganku."

Wooseok lalu menepuk pundak adiknya itu. Diam-diam dia tersenyum. Adiknya sudah dewasa sekarang. Kemana saja dia selama ini sampai tidak tahu jika adiknya ini sudah tumbuh sebesar ini? Wajar saja mereka tidak pernah interaksi seperti ini. Tekanan agar nilai mereka selalu bagus yang membuatnya seperti itu.

"Adikku sudah dewasa rupanya. Aku senang melihatnya."

"Kak.."

"Maaf selama ini kakak tidak bisa menjadi kakak yang baik untukmu."

"Tidak. Kak wooseok tetap yang terbaik."

Karena selamanya seorang kakak tetap akan menjadi kakak bukan? Seburuk apapun perlakuannya, dia tetap kakak untuknya.

.
.
.
.

"Minkyu?"

"Yireon-ah."

"Ada apa meminta bertemu?"

"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."

"Ada apa?"

"Bagaimana dengan kau dan Wonjin?"

"Aku dan dia? Masih sama. Kita bersahabat."

"Kalian.. tidak berpacaran?"

Yireon tertawa mendengarnya.

"Haha tidak. Kenapa kau berfikiran seperti itu?"

"Bukankah dia menyukaimu?"

"Dia memang menyukaiku. Tapi aku hanya menganggapnya sahabat."

"Apa? Kenapa bisa?"

"Aku menyukai orang lain."

"Siapa?"

"Kau."

Minkyu tersentak mendengarnya.

"Apa? Aku?"

"Iya. Kau."

"Bagaimana bisa?"

"Entahlah. Aku juga tidak tahu. Aku tidak butuh alasan untuk itu."

"Jika aku juga menyukaimu, bagaimana?"

"Apa? Kau..."

"Ya, aku menyukaimu, Yireon-ah."

"Jadi.. kita..."

"Hari ini hari pertama kita."

Yireon tersenyum dan Minkyu pun balas tersenyum. Hey, tidak ada yang lebih indah dari cinta pertamamu ternyata juga menyukaimu, bukan?














Tbc~









Hai hai aku kembali setelah hiatus lama hehe:v adakah yang rindu dengan fict ini?





Next?




Voment juseyo~

To My YouthCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang