25 - perjalanan

1.2K 102 0
                                        

Seminggu kemudian. Seperti yang di katakan Andra waktu itu, sekolah gue akhirnya pergi camping. Gue seneng banget akhirnya hari ini tiba, hari dimana gue bisa ngerasain camping lagi.

Kalian tau kenapa gue suka camping? Karena waktu itu saat masih ada ibu dulu di London ketika pengen liburan selalu camping ke tempat-tempat yang baru. Makanya gue suka dengan suasana yang baru.

Setelah gue sedikit berdandan gue pun mengecek kembali barang-barang yang gue bawa siapa tau ada yang belum gue bawa lalu setelah itu gue langsung memasukan barang-barang itu ke dalam mobil kak Bima dan segera pergi menuju ke sekolah karena memang titik kumpulnya di sana.

><

Saat ini semua siswa/i sebelum berangkat sedang di absen di kelas masing-masing terlebih dahulu sebelum berangkat. Takutnya ada yang belum hadir disini tapi bus sudah berangkat. Setelah selesai mengabsen semua siswa/i pun berkumpul di lapangan untuk pengumuman.

"Pengumanan kepada kalian semua siwa/i yang sudah hadir di sekolah. Kalian semua pasti sudah tau kita akan camping dimana, bapak harap kalian semua mengikuti semua aturan yang akan disampaikan oleh wali kelas kalian dan nanti oleh pembina disana. Untuk tempat duduk itu terserah kalian mau dengan teman sebangku atau pun enggak itu terserah asalkan kalian dengan teman sekelas dan jangan berebutan. Semuanya paham?" Om Fadli menjelaskan, gue paham, sangat paham.

"Paham pak" sahut semua murid.

"Silakan masuk ke bus kelasnya masing-masing 15 menit lagi kita akan segera berangkat" ujar om Fadli.

Semuanya heboh karena ingin segera masuk ke dalam bus buat milih tempat duduk pastinya, tapi gue sama Melly masih di luar, gue sama Melly mau duduk di belakang aja.

Gue dan Melly emang gak suka dengan kehebohan tapi bukan berarti kita gak bisa heboh. Gue sama Melly itu suka dengan ketenangan.

"Bakal kebagian gak nih mell" ucap gue.

"Pasti kebagian lah" sahut Mell

Gue melihat bus kelas kita masih banyak yang hendak naik makanya kita masih disini.

"Melly bakalan duduk sama gue bell" ujar seseorang dari belakang lalu ia merangkul Melly, siapa lagi kalo bukan Farel.

"Kenapa? kan kita beda kelas. Emang bisa? Kan tadi kata pak Fadli harus sama temen sekelas" gue bingung karena tadi kata om Fadli itu harus duduknya sama temen sekelas lagi.

"Bisa lah" ucap seseorang dari belakang gue, orang itu juga merangkul gue. Gue menatap orang itu dan dia.... Andra. Dengan segera gue langsung melepaskan tangannya.

"Gak usah main rangkul-rangkul" tegas gue.

"Kenapa sih, emang gak boleh ya? Tuh Farel aja ngerangkul Melly, Melly gak marah"

"Ya karena mereka itu pacaran, kita enggak. Kalo orang-orang ngira kita pacaran gimana?"

"Ya udah makanya kita pacaran"

Gue melotot ke arah Andra.

"Ya elah gitu aja di anggap serius, gue bercanda"

Gue menghembuskan napas lega. Tuh kan Andra itu suka bercanda jadi gue pikir mana mungkin Andra suka sama gue.

"Andra kelas gue sama kelas lo itu beda mana mungkin lo sama gue itu se-bus" kata gue.

"Udah gue bilang sama bokap, boleh katanya tapi cuma gue sama Farel doang" jelas Andra.

"Iya lah, lo kan anak kesayangan jadi di turutin"

Andra langsung mencubit pipi gue, "kalo lo kesayangan gue"

"Ih Andra lepasin, sakit tau" mendengar gue berteriak kecil, Andra langsung melepaskan tangannya dari pipi kanan gue.

"Apaan sih lu"

"Gue beneran kok"

"Gue tau lo itu cuma bercanda"

"Gue serius"

Gak, gue gak percaya kalo itu beneran. Andra itu cuma bercanda.

"Bella" panggilan seseorang membuat gue, Andra, Melly, dan Farel langsung menoleh ke sumber suara dan ternyata itu kak Bima.

"Kak Bima, kenapa kak?" tanya gue.

"Kok masih pada disini 5 menit lagi bus mau jalan tuh" ujar kak Bima.

"Cuma lagi ngobrol sebentar aja kok, kak"

"Ndra" panggil kak Bima ke Andra. Mau ngapain nih kak Bima panggil-panggil Andra?

"Iya kak?" sahut Andra.

"Gue titip Bella ya. Jangan sampai dia ilang, jangan sampai dia terluka dan pokoknya jangan sampai terjadi apa-apa sama adek gue. Gue titip Bella sama lo ya, ndra. Jagain pokoknya" kata kak Bima, menurut gue ngapain sih kak Bima harus titipin gue ke Andra segala, gue kan bukan anak kecil lagi. Gue bisa jaga diri gue sendiri.

"Siap kak, gue bakal jagain Bella kalo terjadi apa-apa sama Bella gue siap terima hukuman apapun dari lo, kak" Andra terlihat  bersungguh-sungguh dengan perkataannya tersebut.

Mendengar pengumuman kalo bus akan segera jalan dalam waktu satu menit lagi, gue langsung buru-buru berpamitan ke kak Bima padahal gue pengen banget kak Bima ikut tapi mana mungkin kak Bima di ajak karena ini khusus siswa sekolah.

><

Selama di perjalanan gue cuma diem sambil memainkan handphone gue, sedangkan Andra dia benar-benar satu bus bareng kelas gue termasuk Farel dan juga Devan, tadi Devan tiba-tiba aja nyusul pengen se-bus. Andra duduk sama gue tapi gue bete banget karena Andra malah ngobrol terus sama Farel dan Devan. Padahal kan kalo tadi gue duduk sama Melly pasti gue cerita-cerita ke Melly tapi gara-gara ada Andra sama Farel, gue sama Melly jadi harus terpisah duduknya. Gue cuma bisa chat sama Melly kalo mau cerita buat posisi sekarang. Kata Melly, dia juga bete karena di kacangin sama Farel.

Oh ya! Tiara sama kedua temannya itu duduk di kursi paling depan sekali. Tiara, Rika, dan Mona sempat gue lihat lagi buat vidio untuk snapgram bersama bahkan bernyanyi gak jelas membuat murid lain terganggu sampai akhirnya mereka diam karena dapat teguran dari wali kelas.

"Gabut gak?" tanya Andra.

Gue menoleh ke Andra, "banget" jawab gue. Iyalah gabut kan gak ada yang ngajak gue ngobrol.

"Sorry tadi gue lagi ngobrol"

"Gapapa"

"Mau denger lagu gak?"

"Lagu apa?"

"Lagu favorit gue, lo pasti suka gue"

"Mana sini denger"

Andra menyumpal telinga gue dengan headset nya lalu ia memutar lagu, lagu yang berjudul "Hingga tua bersama - Rizky Febian"

Gue tersenyum mendengar lagu itu, lagunya bagus banget. Gue suka.

"Enak gak lagunya?" tanya Andra.

"Iya enak, bagus banget" jawab gue.

"Lo tau gak?" tanya Andra lagi.

Gue menoleh ke Andra, "apa?" sahut gue.

"Di lagu itu ada lirik, selama jantung ini berdetak ku akan selalu menjagamu hingga akhir waktu"

Gue mengangguk pelan.

Andra menatap gue, tatapannya dalam banget. "Ijinin gue buat jagain lo terus ya sampe gue selesai di dunia"

"Iya" ucap gue pelan sambil tersenyum.

Andra tersenyum manis ke gue lalu ia mengusap pelan pipi gue. Lagu terus berputar, memutarkan lagu-lagu berikutnya yang ada di playlist musik Andra dan tak lama kemudian gue pun tertidur dan gue tiba-tiba aja menyandarkan kepala gue di bahu Andra rasanya nyaman banget tidur kayak gini. Gue harap Andra gak keberatan pundaknya gue pinjem buat gue sandarin.

><

mineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang