28

3.7K 217 29
                                        

Akhirnya bisa update dengan lancar, gue terpaksa ketik ulang, tapi yaa it's ok lag, demi kalian:))

Kalau ada typo benerin yaa:))

Happy Reading....

Tak terasa libur 2 minggu Kaila sudah berakhir, ia hanya menghabiskan liburannya dengan Mba Dhea dan Shinta sahabatnya. Semua tempat di Jakarta sudah hampir habis mereka kunjungi. Hal ini dilakukan Kaila untuk melepas penatnya selama di pondok. Ia juga ingin melepas kangen dengan Shinta.

Banyak hal yang membuat Kaila bahagia saat liburan di Jakarta. Pertama setiap malam ada Mba Dhea yang menemaninya di kamar, jadi ia tidak merasa kesepian. Kedua ia bertemu sahabat baiknya Shinta, bahkan Shinta sekarang sudah berhijab. Yaa walaupun Sifatnya masih sama, tapi setidaknya ia sudah menjalankan kewajibannya sebagai muslimah pikir Kaila.

Lalu ia juga merasa sangat have fun, Karena selama 2 minggu ia tak berhenti menghabiskan waktu bersama Mba Dhea dan Shinta. Dan terakhir! Yang membuat dia sangat bahagia..You know lah!

Yaa betul! Faris sudah tidak cuek, sepertinya itupun sudah cukup untuk membuatnya tak bisa tidur. Tapi Gak ada angin, gak ada hujan. Tiba-tiba Faris mengatakan ia akan mengkhitbahnya setelah lulus dari pesantren. Hoalaaahhhh Abiiii.... :')

Kaila sedari tadi sibuk mondar-mandir mencari sesuatu di lemarinya. Dhea melihatnya risih, sebenarnya apa yang sedang Kaila cari.

"Kamu nyari apa sih kay? Dari tadi mondar-mandir mondar-mandir! Udah kaya setrikaan anak-anak santriwati!" cetus Dhea mengernyitkan dahinya. "Cepet, jam 8 kita harus berangkat loh."

Kaila menatap Dhea sejenak. "Itu..anu loh mba."

"Anu apa?"

"Anu..." Kaila menggigit bibir bawahnya.

"Iya anu apa?" Dhea mulai emosi dengan jawaban Kaila.

"Euu....itu...anu.."

"TOLONG KAY! Jangan sampe ada korban jiwa cuma gara-gara ngomong anu." cerca Dhea kesal.

Lalu Kaila menghembuskan nafasnya kasar. "Kaila lupa naro daleman yang warna dongker dimana mba."

Dhea pun terkekeh. "Mba kira apaan, sesama perempuan gak usah malu lah kay."

Iya tapi kan yang baca ada yang laki-laki juga mba! Apalagi authornya laki-laki, itu yang buat Kaila malu!

"Hehe..Kaila gak biasa aja bilang begitu mba." lirih Kaila dengan cengiran lugunya.

"Ya udah, coba cari di mesin cuci, siapa tau belum kamu cuci kan?"

"Iya juga ya mba."

---------

Ustadz Akbar masih sibuk memanaskan mesin mobilnya. Hari ini ia hendak mengantar putrinya kembali ke pesantren. Dengan hati-hati ia memeriksa setiap sudut mobilnya, supaya aman untuk perjalanan yang cukup jauh tersebut.

Tapi tiba-tiba saja dari arah depan pintu gerbangnya ada pemuda dengan motor sport nya berhenti tepat didepan pintu gerbang.

Anehnya, bukan pemuda itu yang menghampiri Ustadz Akbar. Tapi justru Ustadz Akbar sendiri yang menghampiri nya. Setelah tengok kanan tengok kiri, Ustadz Akbar melangkah menghampiri pemuda itu.

Ayat-Ayat Rindu [COMPLETED] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang