14

3.8K 228 7
                                        


"Uhuk-uhuk...." Kaila tersedak minuman karena mendengar perkataan ayahnya.

"Maksud ayah?" tanya Kaila.

"Ustadz Faqieh ini sahabat Ayah waktu di pesantren dulu, kami sudah berniat untuk menjodohkan anak kami." jelas ustadz Akbar.

"Ayah.. Kaila masih kelas 2 SMA yah, bukannya Kaila gak mau, tapi Kaila masih belum siap. Ilmu agama Kaila aja masih belum cukup." ujar Kaila. Kaila hanya berusaha mencari alasan untuk menolak halus perjodohan itu.

"Ayah, Kaila ke kamar dulu, Kaila mau istirahat. Om,Tante, permisi. assalamu'alaikum." Kaila pergi dari ruang tamu, kemudian menuju Kamarnya.

"Waalaikumussalam warahmatullah." jawab mereka bersamaan.

"Maaf pak ustadz Faqieh, mungkin anak saya belum siap, dia mungkin terlalu cepat menerima kabar ini." ucap ustadz Akbar merasa tidak enak atas sikap anaknya tadi.

"Ah tidak papa ko, saya mengerti sekali kenapa anak bapak bersikap seperti itu."

"Baik kalo begitu kami permisi pulang dulu, maaf sudah merepotkan pak ustadz Akbar nih."

"Ah tidak, sering-sering datang kemari ya pak,bu."

"Iya baik pak, kami permisi assalamu'alaikum."

"Wa'alaikumussalam."

Setelah pasutri itu pulang, pak ustadz Akbar menuju kamar Kaila.

Tok.. Tok..tok

"Assalamu'alaikum, nak buka pintunya."

"Waalaikumussalam." Kaila membuka pintu kamarnya.

"Ayah mau ngomong?" tanya ustadz Akbar.

"Masuk yah." jawab Kaila. Kaila tau,pasti ayahnya ini ingin berbicara tentang perjodohan tadi.

"Nak, Ayah hanya ingin yang terbaik buat kamu." ucap Ustadz Akbar setelah keduanya duduk diujung kasur.

"Tapi yah, Kaila gak mau dijodohin." ucap Kaila memohon.

"Kaila....Ayah sudah berjanji.."

"Ayah inget gak?" potong Kaila.

"Kemarin malam Ayah sendiri yang bilang,kalo Kaila harus jaga orang yang udah nyadarin Kaila." pekik Kaila.

"Kaila cuma mau dia yang jadi Imam Kaila nanti."

"Dia baik yah, hafidz Al-Qur'an juga..tapi.." lirih Kaila.

"Tapi apah?"

"Hari ini dia jadi cuek ke Kaila yah, mungkin akan seterusnya. Tapi Kaila gak peduli, Kaila akan menjaga dia didalam do'a Kaila."

"Ayah....Ayah mau kan batalin perjodohan ini?"

"Kaila janji deh, Kaila mau di pindahin kepesantren." ujar Kaila.

"Kamu serius mau kepesantren nak?" pekik Ustadz Akbar senang. Ia memang ingin sekali anaknya ini kepesantren sejak dulu.

"Iyah kalo bisa semester 2 nanti Kaila ke pesantren." Ucap Kaila yakin. Padahal dia hanya ngasal, dia hanya berusaha agar perjodohannya batal.

"Alhamdulillah.. Ayah seneng dengernya." ucap Ustadz Akbar dengan senyuman.

"Tapi ayah harus janji batalin perjodohan ini." pekik Kaila.

"Tapi ayah gak enak sama ustadz Faqieh sayang."

"Ya sudah Kaila gak jadi ke pesantren, biar Kaila di Jakarta saja, pergaulannya biar bebas, kaila juga jadi kurang tau ilmu agama." ancam Kaila.

Ayat-Ayat Rindu [COMPLETED] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang