Pt. 11 : Deathmatch

21 0 0
                                        

~Gary's POV~

"Ayo kita mulai......" –Anto

"Ve, bawa Naomi sama Shania ketempat yang aman." –Gary

"Baik, aku mengerti." –Ve

Anto dan Erron udah mulai pertarungan mereka. Sementara gue dan Steve, baru mau melanjutkan pertarungan diantara kita. Kali ini gue gak bakalan kalah dari Steve. Steve memulai serangannya dengan sebuah jab, dan gue menghindar lalu langsung membalas dengan sebuah jab juga. Steve berhasil menangkis jab gue dan kembali mengeluarkan pukulan bertubi – tubinya. Kali ini gue udah bisa baca gerakannya yang satu ini.....

Gue mundur selangkah lalu gue kembali maju dan langsung melayangkan pukulan lurus menembus serangan Steve.

*BHUKK!!!!!!!*

"Sori aja ya, cara yang sama nggak bakalan bisa ngebegoin gue lagi." –Gary

Steve terpental dan jatuh kelantai ring. Nggak butuh waktu lama, dia kembali bangun dan kembali menyerang gue dengan serangkaian pukulan yang dia arahkan ke kepala gue. Gue menangkis semua serangan itu dan gue maju untuk ngebody dia, begitu jarak tubuh gue dan dia udah deket, gue langsung ngebuka guard gue dan menghajar Steve tepat diwajahnya. Gue nggak nyangka ternyata pukulan gue kali ini mampu membuat hidungnya mengeluarkan darah.

"BRENGSEK LO!." –Steve

Steve berlari maju kearah gue dan tangan kananya sudah dalam posisi siap untuk melayangkan pukulan begitu jarak dia dengan gue sudah cukup dekat. Gue ikut berlari kearah dia. Kali ini gue nggak bakalan ngeles lagi. Ini waktunya menerapkan cara berantem ala anak Suzuran ke pertarungan gue. Begitu jarak kita udah deket, sebelum Steve mengayunkan pukulannya, gue telah terlebih dulu mengayunkan pukulan gue dan sebuah uppercut yang diajarkan Genji mendarat mulus mengenai dagu Steve hingga membuatnya terpental kearah tali pembatas ring.

"Ugh.... Sial.... Bukannya tadi lo udah lemes bahkan lo berteriak karena nahan sakit dari pukulan gue. Gimana caranya lo bisa bangkit dengan kondisi sempurna kayak nggak ada rasa sakit begitu?." –Steve

"Temen gue pernah bilang, kalo cowok itu punya sebuah kelebihan yang Cuma bisa didapat oleh segelintir orang. Cowok itu nggak punya limit..... Cuma rasa takut aja yang membatasi semuanya. Kalo seorang cowok bisa nyingkirin semua rasa takutnya, dia nggak lagi bisa dikalahin, karena udah gak kenal lagi yang namanya rasa sakit." –Gary

"Jadi lo mau bilang kalo gue ini takut?." –Steve

"Gue nggak tau dengan lo. Cuma lo yang bisa menilai diri lo sendiri saat ini." –Gary

"JANGAN SOK LO KAMPRET!." –Steve

*BUKKK!!!!!!*

"Sudah berakhir Steve..... Ini T.K.O buat lo." –Gary

Steve yang udah nggak kuat bertahan lagi setelah menerima pukulan terakhir dari gue akhirnya kalah. Dia nggak mati, Cuma pingsan aja. Fiuh.... baguslah, dengan dia pingsan begini, gue nggak perlu ribet buat ngebius dia.

Sagha, Genji, semuanya.... GUE BERHASIL!!!!. Gue bisa ngalahin Steve dengan kekuatan gue sendiri!! YES!!!!!. Padahal latihan gue tergolong singkat. Mungkin ini efek omongan Sagha. Omongannya yang sempet gue kira hanya sebatas teori, udah gue buktiin sendiri dan hasilnya manjur.

Setelah gue selesai dengan Steve, gue langsung nyeret dia keruangan loker. Keadaan bar masih belum tenang karena Anto dan Erron juga masih bertarung adu tembak satu sama lain. Gue nggak mau lagi kena tembak kayak waktu itu. Gue pergi meninggalkan bar menuju ruangan loker sambil menggotong tubuh Steve. Gue udah menangin pertarungan gue To, semoga lo juga bisa menangin pertarungan lo.

X-World (Cross World)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang