8. Maxi Juliano Williams.

5.3K 217 3
                                        

Happy Reading🙏

👏👏👏

Gerald baru saja keluar dari kamar mandi untuk berganti baju yang sudah Sevan bawakan untuknya. Ia kemudian duduk disebelah ranjang Ara. Sejak kemarin, istrinya itu belum bangun sama sekali membuatnya sedikit khawatir.

Gerald merasakan getaran dari ponselnya yang membuat ia mengambil ponsel itu kemudian mengeceknya. Disana terpampang pesan singkat dari Angela yang membuatnya menghela napas lelah dan geram.

Angela Thalia
Sayang, aku akan pergi ke Brazil untuk pemotretan. Aku pergi selama kurang lebih satu minggu. Jangan khawatirkan aku, segeralah pulang saat jalang itu sudah bangun. I love you..

Gerald Williams
Jaga dirimu baik-baik disana.

Gerald memasukan kembali ponselnya saat pesan nya sudah terkirim kepada Angela. Ia menolehkan kepalanya pada suara rintihan kesakitan. Ia menemukan Ara yang sudah sadar dari tidurnya.

"Shh.. Sakit," rintih Arabella memegang perutnya.

"Kau sudah bangun?" tanya Gerald yang membuat Ara menolehkan kepala padanya.

"Mau apa kau disini? Mau mencelakai anakku lagi?" tanya Ara gemetar sambil memeluk perutnya erat. Hal itu sontak membuat hati Gerald tercubit.

"Tidak, jangan salah paham dulu. Aku menjagamu semalaman ini." ucap Gerald berusaha membuat tenang istrinya.

"Kau hampir membunuhnya," bisik lirih Ara membuat Gerald menutup mata kemudian menarik napas yang panjang.

"Maaf," gumam Gerald tak mampu didengar Ara.

Gerald bangkit dari duduknya kemudian keluar dari ruang rawat Ara. Ia berfikir daripada Ara selalu merasa takut padanya lebih baik ia keluar sekalian mencari udara segar.

"Kau jaga Ara, jangan sampai dia histeris atau kabur." ucap Gerald pada bodyguard yang menjaga ruang rawat Ara.

"Baik tuan,"

Gerald berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Ia berhenti tepat di taman rumah sakit kemudian duduk di bangku yang ada ditaman.

Gerald menadahkan kepalanya keatas dengan menutup matanya. Ia menarik napas pelan lalu menghembuskannya lagi.

Gerald bingung. Gerald bimbang. Gerald tidak tega melihat Ara merasa kesakitan, hatinya terasa sakit. Tapi, Gerald juga marah tentang foto yang ada di amplop warna merah itu. Kemudian, ia meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.

"Hallo,"

"..."

"Aku minta kau cari kebenaran tentang foto yang ada diamplop merah milikku."

"..."

"Nanti aku kirimkan amplop itu padamu. Aku akan membayar berapapun untuk itu."

"..."

"Lakukan dengan baik,"

"..."

Mistake Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang