Jangan lupa benerin typo guys😁
Jangan lupa klik bintang⭐
○○○○
"Jadi ada apa kau menggangguku?" tanya Sevan setelah meletakan sebuah nampan berisikan 3 cangkir kopi dihadapan Gerald dan Fano.
Gerald menghela napas, "Arabella sudah melahirkan."
"APA?!" teriak Sevan dan Fano kaget dengan mata yang memandang Gerald hampir keluar.
"Kandungannya masih 7 bulan kan? Kenapa sudah melahirkan?" tanya Fano bingung menatap sahabatnya itu.
Gerald menarik napas lalu menghembuskan secara pelan. Mengalirlah cerita dari mulut Gerald yang didengarkan seksama oleh kedua sahabatnya itu. Berawal dari kedatangan Kenneth di Amerika, ancaman Kenneth akan terus mengganggu rumah tangganya, kesepakatan sialan, serta kejadian dimana Arabella mendengar semua percakapannya dengan Kenneth.
"Kau gila." ucap Sevan sambil terkekeh pelan.
"Ya aku hampir gila saat melihat tubuhnya tergeletak kesakitan dijalan. Hampir saja aku kehilangan mereka berdua. Untung Tuhan masih memberiku kesempatan agar aku dapat membahagiakan mereka."
"Lalu apa yang membuatmu kemari? Harusnya kau disana menjaganya sampai Arabella siuman." ucap Fano membuat Sevan mengangguk.
"Kenneth tadi mengatakan bahwa ia pernah melihat mobil yang menabrak Arabella. Tapi dia lupa dimana ia melihatnya. Kenneth menaruh curiga bahwa orang yang menabrak Arabella adalah orang yang sama dibalik kematian Felix." penjelasan Gerald mampu membuat Sevan serta Fano terdiam.
"Aku.." ucap Sevan ragu.
"Kami mungkin dapat membantumu, tapi minggu depan aku akan menikah mungkin agar terlambat mengetahui kebenaran." lanjut Sevan membuat Gerald terkejut.
"APA?! KAU MENIKAH?!" pekik Gerald terkejut.
"Hey.. aku juga membutuhkan istri untuk pendamping hidupku. Tidak mungkin aku hidup sendirian selamanya." ujar Sevan kesal.
"Bukan.. Maksudku kenapa kau baru memberitahuku?"
"Sevan baru akan memberitahumu hari ini. Tadi ia pergi dengan calon nya untuk melihat dekorasi ballroom hotel milik ku. Sevan tahu kau sangat sibuk sejak kembali ke Indonesia." jelas Fano.
"Baiklah, tak masalah tertunda asal secepatnya kalian lakukan." ucap Gerald membuat keduanya mengangguk.
"Apa kau sudah membaca surat dari Felix? Apa isinya?" tanya Fano dengan meraih cangkir kopinya.
"Surat?" gumam Gerald berusaha mengingat.
"Surat yang diberikan Sevan padaku?" tanya Gerald dan Sevan mengangguk.
"Belum aku baca. Masih ku simpan di ruang kerja rumahku. Mungkin nanti aku akan membacanya dan mencari petunjuk." ucap Gerald sambil melirik jam tangan mahalnya.
"Aku akan kembali ke rumah sakit. Aku berjanji pada keluargaku akan kembali jam 7 malam." ujar Gerald bangkit dari tempat duduknya diikuti oleh kedua sahabatnya.
"Selamat untuk kelahiran putrimu Ge. Jika sempat nanti aku akan mampir." ujar Sevan memeluk Gerald ala lelaki.
"Terima kasih Sev."
"Selamat Gerald, akhirnya kau menjadi ayah sesungguhnya." ujar Fano dengan menepuk bahu Gerald berulang kali.
"Thankyou. Aku pergi dulu."
___________
Di rumah sakit, Arabella sudah terbangun sejak 1 jam yang lalu. Ia pun sudah memberikan ASI pertamanya dengan dipandu oleh suster rumah sakit. Saat ini, Arabella duduk dengan canggung bersama Kenneth. Kedua orang tua serta mertuanya sudah kembali ke rumah untuk beristirahat.
"Ara.." panggil Kenneth lembut dengan menggenggam tangan adiknya itu.
"Hmm?"
"Kakak minta maaf." ucap Kenneth setelah beberapa menit mereka dalam keadaan hening. Sedangkan Arabella masih terdiam menatap kakaknya.
"Kakak berpikir bahwa Gerald tidak akan mungkin berubah. Seseorang yang brengsek akan selamanya menjadi brengsek. Tetapi saat tadi aku melihatnya sangat khawatir denganmu, kakak jadi sadar bahwa Gerald sudah berubah. Dia mencintaimu." ucap Kenneth tersenyum pada adiknya. Arabella masih terdiam.
"Kakak juga tahu pasti kau juga sudah mencintainya. Jika tidak, maka tidak mungkin kau memaafkannya kan?" tanya Kenneth sambil terkekeh.
"Kakak tidak akan menagih kesepakatan itu pada Gerald. Kakak tidak akan menyuruh Gerald pergi membawa Maxi serta putri kalian. Gerald tidak akan meninggalkanmu. Maafkan kakak Ara." lanjut Kenneth dengan lelehan air mata. Arabella yang melihat kakaknya juga menitikan air mata dan meraih tubuh kakaknya untuk ia peluk.
"Ara sayang kakak.. Maaf kalau Ara sempat mengecewakan kakak.." bisik Arabella pelan membuat Kenneth mengangguk dan mengecup puncak kepala adiknya. Kenneth pun melerai pelukan mereka.
"Kakak akan keluar menjemput Rafael dan Theo. Jika mereka tidak lelah, kami akan kembali nanti."
"Tidak usah kak, kalian beristirahat saja. Mungkin sebentar lagi Gerald akan datang."
"Kau yakin?" tanya Kenneth meragukan.
"Yakin kak, diluar sana juga banyak pengawal Gerald kan."
Kenneth menghela napas lalu mengusap pipi adiknya, "Baiklah, kakak pergi sekarang."
Arabella menatap pintu yang baru saja ditutup pertanda bahwa kakaknya sudah pergi. Arabella menolehkan kepalanya ke sebelah kiri, dimana ada ranjang bayi dan berisikan bayi mungil yang beberapa jam lalu dilahirkan.
"Sehat sekali kamu nak.. Masih 7 bulan tapi tidak perlu masuk ke inkubator." ucap Arabella lembut dengan tersenyum. Arabella masih memandangi putrinya yang 96% wajahnya mewarisi Gerald. Arabella memutuskan pandangannya saat mendengar pintu ruang nya dibuka, disana menampilkan Gerald dengan wajah lelah dan masih menggunakan pakaian kantor.
"Hi dear." sapa Gerald saat melihat tatapan Arabella kearah dirinya.
"Hai.. Sudah selesai urusannya?" tanya Arabella saat Gerald duduk di kursi sebelah kanannya.
"Sudah." ucap Gerald singkat.
"Kau belum melihat putrimu kan? Ayo lihat." ucap Arabella dengan menarik tangan suaminya ke arah ranjang bayi mereka.
Gerald memandang takjub putrinya, bisa dikatakan bahwa putrinya itu sangat cantik. Gerald dengan perlahan menggendong bayi itu dan hal itu disambut gerakan pelan bayi itu merubah posisi tidurnya.
"Oh YaTuhan Ara lihatlah, dia begitu mirip denganku." ucap Gerald haru membuat Arabella tersenyum.
"Kau belum memberinya nama." ujar Arabella menyadarkan Gerald.
Gerald memandang putrinya lekat, "Elsandra Keysha Williams."
"Elsa, nama yang bagus." ucap Arabella tersenyum lebar.
"Hai Elsa, ini Daddy nak.."
Gerald mencium pipi anaknya lembut.
"Gerald, apakah tadi siang kau sudah menjemput Maxi?" tanya Arabella yang teringat akan putranya.
"Maxi sudah dijemput Jack dan diantar ke rumah orang tuaku." ucap Gerald sembari meletakan Elsa kembali diranjangnya. Gerald kembali duduk di kursi sebelah ranjang Arabella.
"Syukurlah, aku mengira kita semua lupa menjemputnya."
"Ara.." panggil Gerald membuat Arabella melihat ke arah suaminya.
"Maafkan aku yang membuat kesepakatan bodoh itu. Aku.."
"Sudahlah. Kak Kenneth juga sudah meminta maaf padaku. Dia juga sudah melepaskan kesepakatan itu. Ia tidak memaksamu pergi meninggalkan ku. Dia ingin kau tetap bersamaku, keluarga kecilmu." potong Arabella yang mampu membuat Gerald tersenyum menghadapnya.
"Benarkah?" tanya Gerald memastikan dan dibalas anggukan oleh Arabella. Dengan cepat Gerald memeluk erat tubuh istrinya itu.
"YaTuhan, aku sangat bahagia. Aku mencintaimu sayang.."
"Aku juga mencintaimu.."
●●●●
Selamat sahur readerku sayang❤
12 Mei 2020.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mistake
Romansa17+ Gerald Arnand Williams; pengusaha sukses yang pulang dari Amerika untuk menikahi tunangannya. Tetapi ia malah dibuat terkejut oleh fakta bahwa tunangannya sudah menikah dengan sahabatnya. Hingga kesalahan satu malam membuatnya terikat dalam janj...
