Rabu, 9 Agustus 2017

36 2 0
                                        

Hari ini jadwalku memasak, tugasku adalah membuat sambal untuk campuran masakan. Fitri memotong tempe, sedangkan Arif memotong bawang. Kelompok memasakku adalah Arif dan Fitri. Entah mengapa aku ingin tertawa melihat Arif masak. Yasudahlah tidak perlu dijelaskan apa yang terjadi saat itu.
Setelah masak, aku mandi, mencuci baju, menjemur baju, kemudian pakaian kemarin kuangkat. Jujur masih basah sedikit. Tetapi kalau ngga diangkat aku ngga akan memakai baju karena sudah habis. Sudah tak perlu dibayangkan. Aku memanaskan setrika, kugosok pakaianku yang masih basah sedikit itu. Di saat aku sedang menyeterika menghadap ke arah dinding dapur. Di belakangku di ruang tengah, Fitri, Gina, dan Ulfah sedang membicarakan sesuatu. Sayup-sayup kudengar mereka membicarakan tentang kekasihnya masing-masing. Uchhhh chayang... chayang...
Kemudian Ulfah mandi saat aku masih menyeterika pakaian, karena nanti kami berdua akan sosialisasi awal ke PAUD Al-Barokah 2 di depan sawah Dusun Sampih. Berangkatnya jalan kaki, kami tersesat karena memang belum tahu letaknya dimana. Sudah tiga kali berkeliling, kami belum sampai juga di lokasi.
Akhirnya pulang ke posko dan meminjam motor Fikri, kemudian bertanya kepada para warga letak PAUD. Alhamdulillah kita menemukan PAUDnya. Karena hari ini musim panen, maka sekolah dipercepat kepulangannya. Aku bertemu dengan salah satu guru, raut wajahnya telah menua namun semangatnya masih seperti pemuda. Luar biasa, mesti menjadi teladan.
Kutemui beliau di ruang guru bersama Ulfah untuk sosialisasi awal. Izin untuk membantu mengajar di PAUD mulai besok. Tetapi karena jadwalnya hanya hari senin sampai kamis makan kami hanya mengajar besok dan dilanjut kembali mulai senin pekan depan. Jadwal yang ada di PAUD Al-Barakah 2
Senin : Mengenal Huruf
Selasa : Mengenal Angka
Rabu : Mengenal Iqra’
Kamis : Olahraga
Sepulang dari PAUD, aku ke kantor desa lagi untuk melanjutkan blog KKN yang belum tuntas. Aku meminjam motor Fikri. Walaupun sempat mogok, Fey membantuku untuk menyalakan mesin. Aku pun izin untuk ke kantor desa sampai ba’da dzuhur.
Selama mengotak-atik blog, aku dan Ahya seperti kehilangan harapan untuk menulis blog. Pasalnya, blog yang diberikan oleh LP2M tidak bisa dibuka. Padahal sudah ada beberapa tulisan kami yang siap diuploas.
Adzan pun berkumandang, aku membuka WhatsApp memakai WiFi kantor desa. Haha jadi kelihatan banget mahasiswa kost. Sarif chat aku, “Ridha dimana?”
“Di kantor desa Rejasari,”
Karena sesuai perjanjian, aku harus mengembalikan motor Fikri ba’da dzuhur. Maka, aku pamit pulang kepada Ahya. Aku lambat-lambatkan perjalanan, menikmati pemandangan Banjar yang indah dan mempesona. Asek!
Sesampainya di posko, aku mengobrol dengan Sarif. Yah, apa saja dibicarakan, kita memang seperti itu. Ngga lama kemudian, Intan, Ayu, dan Hasna berkunjung ke posko. Minta belajar bersamaku dan Ulfah. Aku memberi soal matematika untuk mereka dan soal multiple choice.
Aku ke kamar tengah, mengambil kado untuk ulang tahun Intan. Ia mengajakku keluar posko dan memberiku permen. Unch, senangnya. Setelah belajar dirasa sudah cukup, aku dan adik-adikku duduk di teras untuk sekedar bercerita. Kemudian setelah bercerita, mereka pulang ke rumah masing-masing.
Aku agak mengantuk. Saat mereka pulang, aku langsung menuju kamar tengah. Sarif tidur di sana. Ah yang bener aja aku tidur sama dia. Kamar depan sama belakang kepakai semua. Akhirnya aku usahakan untuk tidak tidur.
Malamnya, aku mengantar Dila beli charger dan kuota menggunakan motor Yana. Sekalian kita jalan-jalan. Musibah pun terjadi. Kakiku terkena standar motor dan, “Aaaaaaah!” perih!
Pulangnya, aku menyalakan laptop untuk mengetik sesuatu. Setelah dimatikan laptop agak error karena loading saat mematikan laptopnya. Aku menangis sedih, bukan bahagia ya? Aku chat bapak dan Ahya. Kata bapak, itu virus, harus diinstal ulang. Sedangkan kata Ahya, itu ngga apa-apa. Bisa begitu karena saat mematikan laptop belum dimatikan koneksi internetnya. Dua jawaban yang membingungkan. Aku terus kepikiran, akhirnya aku tertidur dengan terus kepikiran laptop. Aku khawatir kenapa-napa. Hiks-hiks.

KKN di Desa RejasariCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang