Nari menyelesaikan sesi pemotretannya dengan lancar dan sekarang Nari sedang mengecek hasilnya bersama staff lain, member juga bersiap untuk pulang setelah melihat pemotretannya.
"Nona, ada yang mencari anda diluar." ucap seseorang kepada Nari.
"Siapa?"
"Saya tidak tahu. Dia bilang, beliau. Ibu anda." Jawabnya.
"Ibu? ahh ya, aku akan segera keluar." ucap Nari.
"Tuan Do, tolong lanjutkan sebentar."
"Baik Nona." ucap tuan Do.
Nari berjalan keluar studio, Hatinya berdebar bedar. Ada rasa takut dan rasa senang dalam hatinya saat mendengar Ibunya datang untuk mencarinya. Walau dia sangat gugup tapi dia tetap ingin menemui Ibunya.
"Ibu." Nari berjalan kearah Ibunya.
"Nari aa."
"Kenapa Ibu bisa disini?" tanya Nari.
"Aku mencarimu nak. Kenapa dengan tanganmu nak?" ucapnya saat melihat tangan Nari yang menggunakan sling.
"ada apa Ibu mencariku. Bukankah Ibu sendiri yang mengusirku?" ucap Nari. Bagaimanapun dia berusaha menahan apa yang dirasakan, dia tetap mengatakannya.
"Memang Ibu yang bersalah nak, maafkan Ibu. Apa kamu tidak rindu dengan Ibu, nak? Kenapa kamu tidak memberi kabar Ibu kamu bahkan tidak mencari Ibu." ucap Ibu Nari.
"Bukankah Ibu sudah menganti nama Ibu? Bagaimana aku bisa mencari Ibu." ucap Nari.
"Ibu melihatmu di Mall beberapa waktu lalu, maaf Ibu tidak bisa menyapamu saat itu. Ibu bersama suami Ibu, maafkan Ibu." ucapnya. Benar benar mudah untuk Ibu Nari mengatakan hal itu.
"Suami? Kenapa kalau suami Ibu tau aku ini anak ibu? Apa ibu malu?" ucap Nari.
"Bukan begitu sayang,"
"Dan anak laki laki itu putra ibu?" tanya Nari.
"Iya Dia adikmu. Apa kamu hidup dengan baik nak?"
"Seperti yang Ibu lihat. Apa niat ibu datang kesini?" tanya Nari tanpa basa basi lagi.
"Nak bisa Ibu minta tolong kepadamu." ucapnya tanpa ragu ragu. Sama seperti dulu.
Kenapa saat ibunya bicara seperti itu hati Nari terasa sangat sakit, seperti luka lama itu tergores lagi.
"Adikmu menderita kanker darah dan membutuhkan tulang sumsum. Bisakah kau tes.."
"Apa Ibu ke sini untuk meminta aku mendonorkan organ tubuhku lagi? kenapa Ibu begitu jahat kepadaku. Bukankah aku ini juga anak ibu." ucap Nari, dia terkejut dengan sikap Ibu Nari yang tega bicara tentang donor.
"Maafkan Ibu, nak. Ibu memang ibu yang buruk tapi adikmu sakit dan memerlukan donor sumsum tulang belakang. Bisakah kamu membantunya?"
Seketika hati Nari seakan runtuh, Dia menangis. Dia rindu Ibunya. Ingin sekali Nari memeluknya. Nari juga berharap Ibunya datang dan bersikap baik kepadanya tapi nyatanya Ibunya datang untuk meminta Nari mendonorkan organ lain dari tubuhnya untuk anak lelakinya.
"Aku kira Ibu berubah. aku berpikir Ibu mencariku karena Ibu merindukanku tapi apa yang aku dengar ini?," ucap Nari.
"Tolong nak, Ibu minta bantuanmu. Tolong adikmu."
"Adik? Aku bahkan tidak memilikinya. Keluarga saja aku tidak punya. Adik? Itu anak Ibu bukan adik Nari. Nari tidak mau melakukan apa yang Ibu minta. Bukankah Ibu sudah berjanji untuk tidak menggangguku lagi. Sekarang Ibu datang dan memintaku mendonorkan sebagian organ tubuhku lagi? Sebaiknya Ibu pergi." ucap Nari.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold (END)
FanficRahasia yang merubah segalanya.. kisah perjalanan hidup Im Nari yang menjadi kekasih seorang idol ternama. Dia bahkan terjebak dengan cinta segitiga. Siapa yang harus Nari pilih? 😘 07/10/2019 By: nyemoetdz_noeryanthi
