Jungkook berjalan, sedikit berlari di lorong rumah sakit. Dia ingin menemui Nari.
Dia berharap tidak terjadi apapa kepada Nari.
Sampai di sebuah ruang rawat Nari, Jungkook membuka perlahan pintu kamarnya.
Saat beberapa langkah terdengar suara seseorang menangis.
Jungkook terus berjalan masuk kedalam ruangan itu. Banyak orang disana yang sedang menatap seseorang yang berada di tempat tidur itu.
Jungkook terus berjalan ke arah ranjang Nari dan melihat Nari yang sedang tebaring dengan selimut menutupi sebagian wajahnya. Alat ditubuhnya pun sudah perawat lepas. Infus dan masker oksigennya pun sudah tidak terpasang di tubuhnya.
" ada apa dengannya, Kenapa kalian menangisinya." Ucap Jungkook.
Tidak ada yang menjawabnya, Mereka hanya diam dan menangis.
" kenapa dengannya dok. Kenapa kalian melepas alat alat itu. Bukankah itu membantunya untuk bertahan hidup." Ucap JK.
" sayang. Bangunlah. Kamu bilang merindukanku. Aku sudah disini. Bangunlah."
" Im Nari, ini tidak lucu. Benar benar tidak lucu. Kamu bilang kamu mencintaiku. bukankah kamu merindukanku jadi bangunlah. Aku disini. Jangan membuatku marah, Bangunlah." Ucap Jungkook.
" kamu boleh marah kepadaku. Kamu juga boleh mendiamiku tapi jangan seperti ini. Bangunlah. Aku mohon bangunlah."
Jungkook menguncang tubuh Nari, Tubuh Nari yang sudah tidak bernyawa itu. Jungkook terus memanggil namanya. Dia menangis di samping tubuh Nari. Dokter menutup sepenuhnya tubuh Nari dengan selimut.
Jungkook tidak percaya dengan ini. Jungkook berfikir Nari sedang bercanda. Dia tidak benar benar meninggalkannya, Tidak. Semua ini tidak benar terjadi.
" tidak, Kenapa kalian menutupi tubuhnya. Jangan. Kenapa dengan kalian. Dia akan bangun setelah ini. Dia akan bangun. Aku yakin Nari ku tidak akan meninggalkanku seperti ini. Pasang lagi alat itu pada tubuhnya."
" sayang, Bangunlah. Aku mohon. Ini tidak benar. Ini tidak benar, Bangunlah. Kenapa kalian diam saja. Pasang lagi oksigennya. APA KALIAN TULI..." Ucap Jungkook kepada perawat dan dokter yang ada di sana.
" Im Nari, Bangunlah. Bangun.." Ucap JK.
Jungkook menangis, Dia berteriak. Nari tidak bisa meninggalkannya seperti ini.
Dia memeluk tubuh Nari. Menyesali apa yang dilakukannya kepada Nari.
Semua terasa sangat cepat, Nari bahkan belum memaafkan nya.
Jungkook terus menangis dan memanggil Nari mencoba membangunkannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
🌹
Jungkook terbangun dari tidurnya. Dia menangis dan memanggil nama Nari.
Setelah sepenuhnya sadar Jungkook mencabut jarum infus yang berada di tangannya.
Dia berlari ke ruangan dimana Nari sedang di rawat.
Jungkook membuka pintu kamar Nari, Ada Chun Hei disana.
" apa yang kau lakukakan disini." Ucap Chun Hei saat melihat Jungkook berjalan ke ruangan Nari.
" bagaimana kondisinya." Ucapnya.
" keluarlah. Kenapa kau disini. Aku sudah bilang jangan menemuinya lagi, Keluarlah." Ucap Chun Hei.
" jawab aku, bagaimana kondisinya? Dia baik baik saja kan?," Ucap Jungkook.
" bukan urusanmu. Pergilah. Bukankah kau sedang sakit. pergilah dan rawat dirimu," Ucap Chun Hei.
" JAWAB AKU. BAGAIMANA KONDISINYA." Ucap Jungkook dengan suara tingginya.
" Jungkook aa, Kenapa kau disini." Ucap Jimin yang memang sedang mencari Jungkook karena Dia tidak ada di ruang rawatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Truth Untold (END)
Fiksi PenggemarRahasia yang merubah segalanya.. kisah perjalanan hidup Im Nari yang menjadi kekasih seorang idol ternama. Dia bahkan terjebak dengan cinta segitiga. Siapa yang harus Nari pilih? 😘 07/10/2019 By: nyemoetdz_noeryanthi
