Jangan keterusan berharap, kasian hatinya gak kuat:)
Pagi ini Abstrak Girls mempunyai agenda berkumpul di kantin sekolah mereka membuat kantin yang semula ricuh menjadi semakin ricuh, desas desus dan ocehan demi ocehan berkumandang hingga sampai ke telinga Diva dan ketiga temanya
"Arsen bakalan diem kalo Abstrak Girls tau"
"Ih kasian banget tu anak sampe kaya gitu kena bully Arsen"
"Si Diva mana sih? Biasanya Arsen bakal berhenti kalo ada dia"
"Ih itu si cups napa diem aja heran"
"Ye.. Bege kalo dia ngelawan malah berulah lah si Arsen" Dan masih banyak lainnya
Arsen yang melihat Abstrak Girls masuk ke area kantinpun berhenti membully anak tadi dan beralih mendekati Abstrak Girls, dan Diva yang melihat Arsen menghampiri mereka jadi was was sendiri
"Hay,.. Cantik" sapa Arsen lembut beda sekali jika Arsen sedang membully mangsanya
"Hemm..." jawab Arla, Alya, Dan Fita kenapa Diva tak menjawab karena ia bingung bagaimana cara melarikan diri dari Arsen
Baru saja ia hendak melarikan diri intruksi dari Arsen membuat Diva diam tak berkutik
"Gue pinjem dulu temen lo si Diva, tenang balik masih utuh kok" ucap Arsen kepada teman Diva, Diva yang mendengar langsung memandang teman temannya dengan pandangan memelas bertujuan agar ia tak pergi dengan Arsen, tamat sudah riwayat Diva ke tiga temanya nggak peka malah memperbolehkan Arsen membawa Diva
"Iya bawa aja gak guna dia mah" jawab ke tiganya kompak, membuat Diva kesal sendiri
"Oke makasih cantik" ujar Aresen dan menggandeng pergelangan tangan Diva
Diva yang di gandeng oleh Arsen meronta karena pergelangannya sakit, Arsen menggenggam tangannya erat sekali
"Sen, lepasin tangan gue" lirih Diva, Diva tak akan berani memandang Arsen jika ia habis membully anak orang, bisa jadi ia sasaran selanjutnya
"Gak!" jawab Arsen sedikit membentak, mau tak mau Diva mengikuti Arsen dan menahan sakit di bagian pergelangan tangannya
Arsen membawa Diva ke taman belakang sekolah, bisa Diva tebak iku kebiasaan Arsen, ia akan membawa Diva kesini jika ia bertemu Diva saat sedang membully mangsanya
"Ih Arsen lepas" sentak Diva
"Enggak bisa Diva, lo udah rusak mainan gue tadi di kantin" jawab Arsen
"Gue gak ganggu, dan rusak permainan lo Arsen! Tadi lo kenapa malah samperin gue sama sahabat gue coba" jawab Diva
Arsen membelai pipi Diva dan setelahnya ia menjambak rambut Diva, membuat Diva meringis pelan karena jambakan Arsen terlalu kuat begitulah Arsen. Itu yang membuat Diva takut sama Arsen, Arsen itu jahat, kasar lagi
"Sen lepas sakit" lirih Diva menahan isakan dan air mata yang hendak jatuh, Arsen yang melihat Diva meneteskan air mata segera mengusap pipi Diva lembut
"Jangan nangis please" ucap Arsen lembut dan meluk Diva hangat itulah yang di rasakan Diva, inilah sisi lain Arsen, Arsen itu bisa jahat, kasar, lembut, hangat, manis di waktu yang sama buat Diva bingung
KAMU SEDANG MEMBACA
ABSTRAK GIRLS (End)
FanficEmpat gadis dengan karakter yang berbeda, dengan sifat kepribadian yang berbeda pula, di satukan dengan ikatan persahabatan. persahabatan yang mewarnai luka, lara, bahagia, dan tawa. Dan di padukan oleh bumbu bumbu cinta bagaimana perjuangan dengan...
