Seneng Banget?

281 25 5
                                        

Aku padamu kamu padanya, aku cinta kamu kamu cinta dia, udahlah jika jodoh tak serumit itu

Mentari pagi yang cerah menyapa Arla, dan Fita di tengah berlari santai mengitari taman Komplek, keringat mulai membasahi baju mereka. Arla memakai kaos putih dengan logo Adidas di bagian dada di padukan dengan hot pans warna hitam di atas lutut, sedangkan Fita memakai baju lengan panjang berwarna hijau tosca dengan logo Adidas kecil di bagian dada kanan di padukan dengan hot pans warna merah muda di atas lutut

Kali ini Arla mengajak Fita untuk lari pagi saat weekend tiba, karena Alya yang sering lari bersama Arla berhalangan hadir beralaskan ngantuk

"La udah ya kita udah dua kali puteran capek gue" keluh Fita kepada Arla, Arla menanggapi keluhan Fita dengan santai

"Hish,.. Lo mah baru segini udah ngeluh" ucap Arla ia tak lupa mengatur napas

"Cita cita pengen tinggi tapi ga mau olahraga, kapan tingginya?" tanya Arla dengan nada sedikit mengejek

"Kampret lo, oke kita buktiin siapa paling kuat muterin ini taman komplek" tantang Fita tanpa pikir panjang

"Jelas gue yang menang, lo aja lari baru lima meter udah ngos ngosan" ejek Arla, mereka mengatur posisi untuk adu lari

"Satu dua.... Tiga" ucap Fita berlari duluan Arla berniat menyusul dengan segala gerutuan manjanya

"Kampret lo Fit, ga adil anjeng" dumel Arla ia mengejar Fita yang masih berlari di depannya

"Curang lo kampret" dumel Arla, ia mengejar Fita yang mulai kehilangan tenaga

"Udah deh, kejar aja kalo bisa" Fita masih mencoba untuk kuat meski kakinya sudah mau lepas

"Ye... Gue duluan ye.." ejek Arla saat ia berhasil mendahului Fita, Fita tak mau kalah hingga ia berlari lebih cepat

"Udah ih La, kok jadi lari maraton dadakan gini! Lo tadi ajak gue nya mau joging bukannya maraton kampret" cibir Fita ia sudah berhenti di tempat untuk mengatur napas, Arla menghentikan langkahnya ia mengatur pernapasan agar tak ngos ngosan macam Fita setidaknya agar tidak mengurangi kadar kecantikannya

"Cari air yuk" ajak Arla, ia menghampiri Fita yang duduk selonjoran di aspal

"Lo aja sana gue cape" tolak Fita, ia masih sangat capek, seharusnya tadi ia tak usah menantang Arla karena Arla bukanlah tandingannya

"Yaudah kalo ga ikut, tapi gue ogah lo titipin" Arla beranjaka meninggalkan Fita, belum terlalu jauh Fita berteriak memanggil nama Arla

"Arla woy tungguin bangsat" teriak Fita yang tak bisa di katakan lirih, hampir semua orang yang berada di dekat Fita menoleh ke arahnya tapi Fita tak peduli

Arla berhenti disaat merasa terpanggil, ia menanti Fita yang lelet jalan aja kek siput. Fita merangkul Arla saat sudah sampai di samping Arla, Arla tak menolak memang kebiasaan dari kecil jadi sulit ilanginnya

Mereka berjalan satai, menikmati udara pagi di baeah jam sembilan, mereka berjalan ke salah satu stand yang menjual minuman

Fita, dan Arla membeli masing masing satu botol, setelah membayar mereka duduk di salah satu kursi yang ada taman

Arla menyipitkan pandangannya di kala ia melihat sosok yang tak asing lagi di pandangannya lalu ia menepuk bahu Fita

ABSTRAK GIRLS  (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang