Jatuh cinta bukan perihal dua kata,
Namun tentang apa-apa yang dirasa.
Tak semua jatuh berakhir dengan cinta,
Selalu ada spasi antara jatuh cinta,
Ialah keikhlasan.
Entah keikhlasan untuk jatuh karena mencintainya,
Atau keikhlasan untuk jatuh melihatnya mencintai orang lain.
☔☔☔
"Raina, Nanti ketika jam mata kuliah saya, saya gak bisa masuk, tapi saya akan tetap memberikan tugas. Tolong beritahu yang lain."
Raina mengangguk paham, "Baik bu. Tugas yang kemarin bagaimana ya, bu?"
"Tugas yang kemarin di kumpulkan lalu taruh di meja saya saja." Jawab Bu Sinta.
Sekali lagi, Raina menganggukkan kepalanya.
"Jangan lupa di sampaikan ke yang lain, Raina." Tandasnya lalu beranjak pergi. Dari yang Raina lihat, sepertinya Bu Sinta sedang ada urusan penting karena begitu terburu-buru.
Setelah itu, Raina melanjutkan langkahnya menuju ruang kelasnya. Saat sampai di dalam kelas, Raina langsung menghampiri salah seorang temannya untuk memberitahu amanat dari Bu Sinta tadi.
"Bu Sinta hari ini gak masuk, tapi tugas yang kemarin dikumpulkan." Teriak laki-laki itu kepada teman-temannya yang berada di kelas.
Mendengar dosennya tak masuk kelas, membuat mereka bersorak ria karena terbebas dari segala macam tugas. Namun, hal itu tak bertahan lama ketika laki-laki itu melanjutkan ucapannya.
"Tapi, Bu Sinta tetap ngasih tugas!"
****
Raina keluar dari kelasnya ketika jam ketiga—ketika jam mata kuliahnya Bu Sinta. Tugas yang kemarin pun sudah ia taruh di meja Bu Sinta, dan benar saja tugas baru datang.
Raina memasuki area kantin di fakultasnya, yaitu fakultas kedokteran. Ia memesan semangkuk soto beserta nasinya. Sembari menunggu pesanannya jadi, Raina memainkan ponselnya. Tak ada satu pun pesan yang masuk dari Angkasa. Apakah laki-laki itu sangat sibuk?
Rainasya Angeline
Angkasa, pulang jam berapa?
Usai mengirim pesan itu, Raina mematikan ponselnya dan menaruhnya di dalam tas.
"Eh, Ra!" Raina menoleh mendapati Lisa yang melambaikan tangannya sembari berjalan ke arahnya.
"Lisa gak ada kelas?" Tanya Raina.
Lisa menyengir lebar, "Males. Dosennya kalau jelasin, bikin ngantuk."
"Bu, sotonya satu pakai nasi." Ucap Lisa lalu kembali menoleh ke Raina, "Lo sendiri ngapain di sini?"
"Makan," celetuknya.
"Ya, gue tau lo makan. Maksud gue, lo sendiri gak ada kelas?" Tanya Lisa geregetan.
"Dosennya gak masuk," Jawabnya seraya menerima pesanannya yang sudah jadi.
Begitu pun dengan pesanan Lisa yang sudah jadi, "Enak amat lo."
"Enak darimananya?! Tugas tetap aja ada." Keluh Raina.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rainangkasa #2 [END]
Genç KurguHujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus...
![Rainangkasa #2 [END]](https://img.wattpad.com/cover/166189089-64-k761402.jpg)