11

168 21 8
                                    

Kemudian hujan pun turun padahal tadi pagi-pagi. Langitnya begitu biru dan cerah.

"Jiwon! Tunggu! Kau mau pergi kemana" Jaehyun mengejar Jiwon yang langsung berlari ke mobilnya.

"Ayo pergi bersama" Jaehyun langsung masuk kedalam mobil Jiwon.

"KENAPA KAU SELALU MENGIKUTI KU JUNG JAEHYUN!" teriak Jiwon kesal.

"KARENA AKU MENCINTAIMU" jaehyun ikut berteriak.

"Terserah! Cinta cinta cinta! Aku tidak mempercayai cinta!" Jiwon menyalakan mobilnya.

"Jika kau tidak mempercayai cinta lalu kenapa kau harus mencintai jaemin?" Tanya jaehyun menatap Jiwon serius.

"Jangan ikut campur!" Ucap Jiwon fokus ke jalanan.

"Aku tidak ikut campur! Aku hanya peduli padamu" Jaehyun ikut berbicara nada datar.

Kemudian mereka berdua pun sampai di depan rumah jaemin dan segera menekan bel.

"Jaemin!!  Jaemin ini aku Jiwon! Buka pintunya" Teriak Jiwon sambil menangis.

Kemudian seorang pembantu pun membuka pintu rumah jaemin sambil menunduk.

"Bibi Haena, dimana jaemin? Dia ada di dalam kan bi! Bibi tidak bisa membohongi Jiwon" Jiwon langsung masuk kedalam rumah jaemin.

"Jaemin!!  Keluar jaemin! Ini tidak lucu" Teriak Jiwon sambil menangis.

Kemudian Jiwon pun  membuka pintu kamar jaemin. Dan benar saja disana tidak ada siapapun.

"J... Jaemin" Jiwon terjatuh lemas di depan pintu kamar jaemin.

"Jiwon ah" Jaehyun langsung menghampirinya.

"Jaemin... Hiks... Jaemin.. Ini bohong kan" Jaehyun langsung menghampirinya dan memeluk Jiwon

"Ssst sudah jangan menangis" Jaehyun mengecup kening Jiwon.

"Kenapa jaemin meninggalkan ku" Jiwon menangis dipelukan jaehyun.

"Dia sudah lelah dengan dunia ini Jiwon. Dan ini suratnya. Bacalah" Jaehyun menyodorkan sebuah kertas ke hadapan Jiwon.

"Jaehyun.. Dia berbohong padaku kan" Jiwon terus saja mengeluarkan air matanya.

Jiwon membuka kertas itu dan membacanya.

To My lovely Jiwon:
Hi Jiwon. Jika kamu telah membaca suratku ini. Berarti kau sudah bisa menerima kepergianku bukan? Jja! Berbahagialah dengan jaehyun. Itu pesan terakhir ku. Aku ingin kau berbahagia dengan jaehyun. Aku percaya padanya. Bahwa dia bisa menjagamu dengan baik. Maka dari itu aku akan  ikut bahagia jika kau bersama dengan jaehyun. Aku juga percaya bahwa dia bisa merubahmu menjadi lebih baik. Maaf karena aku tidak memberi tahu mu tentang penyakitku. Sebenarnya aku kena penyakit kanker otak stadium akhir. Maka dari itu aku berpikir mungkin aku sudah tidak bisa menemanimu lagi. Jadi aku titipkan kebahagiaan ku pada jaehyun untukmu. Baik-baik lah padanya. Dia pria yang baik jiwon.

Jiwon meremas kertas yang ditangannya dan semakin menangis.

"Jaemin....kenapa kau menyakitiku" Jiwon terus saja menangis.

"Aku akan terus berada disisimu" Jaehyun kembali memeluk Jiwon.

"Hiks... Jaehyun ah... Aku... Aku tidak bisa menerima kepergiannya" Jiwon menangis di dada bidang jaehyun.

"Aku tahu. Ini pasti sulit bagimu" Jaehyun mengecup pucuk rambut Jiwon dan memeluknya dengan hangat.

Kemudian setelah itu jaehyun dan Jiwon pun pulang dari rumah jaemin.

Jaehyun menatap Jiwon yang terus saja menunduk sejak tadi.

"Hey... Angkat kepalamu" Jaehyun memegang kedua bahu Jiwon.

Jiwon menatap kedua bola mata jaehyun yang bersinar.

"Kamu tidak boleh bersedih seperti ini! Aku akan melakukan apapun agar aku bisa dicintai olehmu seperti jaemin" Jaehyun tersenyum sendu.

"Kenapa kau bersikeras untuk mendapatkan ku sedangkan aku sudah berbuat kasar padamu jaehyun" Ucap Jiwon.

"Aku sudah bilang beberapa kali padamu bahwa aku mencintaimu" Ucap jaehyun

Kemudian jaehyun pun memeluk Jiwon. Dan untuk pertama kalinya Jiwon membalas pelukan jaehyun dan menangis di pundaknya

TBC

To Be CloserTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang