37

78 9 0
                                    

Kini Jiwon pun telah didalam mobil ambulans bersama kedua perawat didalamnya.

"Bertahanlah sayang" Jiwon mengusap pipi jaehyun pelan.

Sedangkan jaehyun hanya tersenyum dan tersenyum.

"Jangan tersenyum disaat seperti ini. Ini membuatku sakit jae" Ujar jiwon sambil menangis.

"Shuuut...jangan menangis sayang" Ujar jaehyun membuka tangan jiwon yang menutupi wajahnya.

"Aku mohon jae...jangan tinggalkan aku sendiri....." Lirih jiwon dengan isak yang semakin mwnjadi-jadi.

Lalu? Bagaimana dengan anak yang direncanakan jaemin? Anak itu audah gugur. Jadi begini ceritanya.

Flashback:

"Mama! Mama tega bnget sih ma,aku tuh anak mama ma! Kenapa mama malah mementingkan jaemin yang jelas bukan anak mama? Hah? Jawab ma" Teriak jiwon dengan amarah yang cukup tinggi.

"Maafkan mama,jiwon mama melakukan ini karena mama tidak ingin ada rasa tidak enak pada jaemin" Jwab ibunda jiwon.

"Dah ya ma...mama berhasil bikin aku kecewa ma,mama khianati anak sendiri ma,cuma karena hal sepele ma"

Jiwon keluar dari kantor ibunya dan langsung melirik kesana kemari mencari taxi.

Kemudian jiwon pun langsung menaiki taxi yang berhenti di hadapannya ini.

"Pak ke apartemen--- ya" Ujar jiwon. Kemudian pria tua itu hanya menurut  saja.

"Katanya jika sedang hamil awalan banyak makan nanas muda,kandungannya akan gugur" Gumam jiwon.

"Pak boleh minggir sebentar disebelah sana?" Tanya jiwon kemudian pak taxi pun menurut.

Jiwon pun turun dari mobil kemudian membeli dua ikat nanas muda. Setelah membelinya jiwon pun langsung kembali masuk ke dalam mobil.

"Maafkan aku ya tuhan" Gumam jiwon. Tak lama kemudian jiwon sampai di apartemen nya.

Ia membuka nanas yang masih muda itu kemudian langsung melahapnya.

Jiwon menghabiskan dua ikat nanas itu kemudian ia pun berdiam diri dan setelah beberapa jam dia beristirahat perutnya terasa keram dan nyeri

"Kamu kenapa? Jiwon ah? Sayang?" Jaehyun menghampiri jiwon yang sedang duduk menyender ke headbed dikasur.

"Shh perut aku sakit" Lirih jiwon sambil memegang perutnya.

"Ke dokter ya sayang? Mau yaa" Jaehyun menatap wajah jiwon.

Jiwon yang merasa takut ketahuan pun menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak apa jae,sebentar lagi juga sembuh,kayaknya aku cuma mau datang bulan" Ucap jiwon berusaha untuk tersenyum.

"Beneran?" Tanya jaehyun. Kemudian jiwon pun mengangguk. Jaehyun pun langsung pergi ke dapur untuk membawa air panas dengan kain.

"Buat apa sayang" Tanya jiwon. Jaehyun mengabaikan jiwon dan langsung masuk kembali ke kamar.

"Ini..kompres sayang" Ujar jaehyun yang langsung menempelkan kain yang sudah di celupkan kedalam air anget.

Jaehyun pun kemudian menempelkan kain hangat itu ke perut jiwon dengan hati-hati.

"Aku khawatir" Jiwon hanya tersenyum dan memegang tangan jaehyun.

Setelah 1minggu jiwon perutnya terada begitu sakit,perih dan nyeri pun langsung pergi ke kamar mandi.

Jiwon mengetes air pipisnya menggunakan test pack.

Jiwon duduk di kloset dan menunggu hasilnya.

Tok

Tok

"Sayang...kamu lagi apa...kok lama banget hm" Tanya jaehyun.

"Eum..aku mau poop sayang....ehehehe" Ujar jiwon.

"Eumm yaudah kirain ada apa" Ujar jaehyun yang sepertinya sudah mulai menjauh daei dari sana.

Hasilnya pun keluar dan ternyata benar sesuai dugaan jiwon. Hasilnya menjadi negatif.

Jiwon tersenyum senang. Dan menundukkan kepalanya.

"Maafkan aku ya tuhan" Gumam jiwon sambil mengusap perutnya.

Flashback off

TBC

hayuluuu aku kangen kaliaaan makasih banget buat yang masih stay baca ini cerita yang garing. Lopyu kalian

To Be CloserTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang