Spin Off - Secret Admirer

265 30 13
                                        

Author’s note (1) :

Hi, Guys! Akhirnya tiba spin off paling ngenes yang mimu bikin—spin off terakhir dari cerita Cantik. Omong-omong cuman mau ngasih tahu kalau chapter ini bener-bener panjang, karena mimu enggak mau bagi jadi dua chapter. Alasannya berasa nanggung aja, takut feel mimu—atau mungkin juga kalian jadi kebagi-bagi dan tersendat. Jadi maaf banget kalau kalian capek bacanya.

Selamat membaca, ya! Jangan lupa ramaikan, loh!
















Selamat membaca, ya! Jangan lupa ramaikan, loh!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 04 : Infak

“Ngerti, enggak?” tanya Rahayu menyenggol Mark yang sibuk menyalin PR Yoreum di sampingnya.

“Enggak denger dari awal, selama enggak nanya ke gue—eh aku, enggak masalah kayaknya.” Mark merutuk dalam hatinya, ia masih kesulitan membedakan gaya bicaranya pada Rahayu dan temannya yang lain.

Beda.

Ya.

Sudah sejak lama ia mulai membiasakan hal itu untuk orang yang ia suka secara diam-diam—Rahayu Deviana. Gadis baik yang tak pernah merubah gaya bicaranya, tetap aku-kamu meski orang lain berbicara dengan gaul.

Mencoba mempertahankan fokusnya meski iseng duduk di kursi di sebelah orang yang ia suka, panitia infak datang dan Renjun adalah salah satunya. Mark dan laki-laki tersebut sempat saling basa-basi sampai kemudian ia mendengar sesuatu yang asing di telinganya.

“… fokus aja cantik.”

Mark mengerutkan keningnya, ia sempatkan melirik Renjun yang setia menatap teman sebangkunya sekarang dengan sorotan yang lembut. Ia kembalikan fokusnya ke buku tulis, tapi kemudian rasa penasaran itu begitu besar sampai ia menyahut untuk memastikan.

What?”

“Buruan, lama ah! Yang lain juga mau pada infak!”

“Santai dong~” kata Mark sewot. Dia menggeleng, mungkin yang tadi hanya perasaannya saja.





***

Chapter 05 : Istirahat di Kantin

Begitu Jaemin nyeletuk dan berbicara aneh bersama Haechan, Mark terus saja menunjukkan ekspresi bingung dan menatap teman-temannya bergantian. Berharap salah satu dari mereka peka dengan rasa penasarannya.

Sementara Renjun, dia yang dibicarakan malah sibuk makan.

“Siapa? Cewek yang lo suka?” Mark bertanya begitu sambil mengedarkan pandangan dan hanya menemukan teman-teman sekelasnya tengah berjalan ke arah mereka, ia sempatkan tersenyum dan kembali melihat Renjun yang tiba-tiba salah tingkah.

Meski masih menebak, Mark mulai merasa perasaannya tak enak karena tatapan Haechan yang ia lihat tertuju pada Rahayu.

“Apaan?” tanya Mark makin gencar setelah Renjun sadar bahwa ialah yang tengah menjadi bahan godaan.

CantikTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang