15 : Kalau Renjun Orangnya ...?

264 44 1
                                        

“Yu, kalau si Renjun nembak kamu gimana?” tanya Suhyun hari ini, sengaja main ke rumah dan sibuk tiduran di atas kasurku. Sama halnya denganku yang enggak ke mana-mana, Suhyun katanya males banget di rumah dan cuman jadi babu abangnya aja. Itulah kenapa dia kabur ke rumahku.

Perihal pertanyaannya, Suhyun emang sejak tadi nanya hubunganku dengan Renjun. Aku jelasin aja seadanya, termasuk perasaanku yang makin hari makin kacau dibuatnya. Aku merasa jarak antaraku dengan Renjun semakin dekat, pengaruh interaksi baik langsung atau lewat ponsel yang hampir kami lakukan setiap hari.

“Gimana apanya?” tanyaku bingung.

“Bakal diterima, enggak?” tanya Suhyun sambil memicingkan mata. “Jangan bilang kamu enggak ada feeling kalau dia bakalan nembak suatu hari nanti? Setelah semua yang terjadi?”

“Alay banget bahasanya?” kataku sambil meloloskan tawa, juga menyibukkan diri memesan makanan karena kami malas pergi ke luar. “Ya… kamu maunya gimana?”

“Kok nanya aku? Kamu 'kan yang jalanin?”

“Aku enggak mau pacaran, Hyun. Tanggung banget semester ini kita sibuk,” kataku membuatnya mengangguk setuju meski tampak ragu, “tapi kayaknya klasik kalau aku nolak dia dengan alasan itu.”

“Wei, main tolak-tolak aja!”

“Ya emangnya harus aku terima?” tanyaku membuatnya bangkit dan memukul kepalaku dengan bantal, kayaknya kesel. Aku mendecak sambil balik melemparkan bantal yang semula ia gunakan untuk memukulku. “Lagian pasti keluargaku enggak bakal setuju aku pacaran.”

“Jangan kasih tahu mereka dong, Bambang!” Suhyun kembali tiduran di kasurku, lantas aku menyimpan ponsel setelah selesai memesan dan menunggu makanan kami datang. “Kamu suka enggak sama Renjun?”

Aku enggak menjawab, ikut merebah di sampingnya dan menatap langit-langit kamar dengan sendu. Sebenarnya aku sudah memikirkan ini cukup lama, bahkan semenjak aku merasa kalau Renjun sukses membuatku dan perasaan ini berbeda dari biasanya.

Begini maksudku …

Baik dulu maupun sekarang, hampir kebanyakan orang di sekelilingku tahu bagaimana sikap dan karakterku. Terkesan seadanya dan enggak peduli sama hal-hal yang berbau percintaan. Bukannya enggak pernah mau coba jatuh cinta, tapi emang enggak pandai aja dalam bidangnya jadi suka bingung harus gimana dan berakhir di situ-situ aja.

Suhyun bahkan jadi saksi, setiap aku deket sama cowok, aku enggak bisa menjadi perempuan kebanyakan. Meskipun aku menyukai seseorang, aku tetaplah aku yang enggak akan berbuat apa-apa.

Tapi setelah Renjun mengenalkan diri dan deketin aku, entah kenapa aku welcome akan keberadaannya. Aku selalu merespons bahkan berinisiatif membalas perlakuannya. Padahal di awal aku bener-bener takut, tapi ternyata perasaan itu justru membuatku jadi terus mempertanyakan sikap bahkan dirinya.

Kalau dibilang suka, mungkin iya karena aku enggak bisa membohongi perasaan sendiri. Tapi kalau orangnya adalah Renjun …


“Kenapa?” tanya Suhyun sadar kalau aku sempat melamun.

Aku menatapnya setelah pertanyaan sebelumnya terlempar, aku mencoba mengutarakan pikiranku dengan harapan Suhyun akan mengerti. Jadi aku bilang, “Aku tuh sebenernya enggak mau kalau sama yang lebih muda, Hyun.”


… ya, alasan yang paling membuatku menahan rasa itu karena usia kami. Alasan yang pada awalnya kujadikan pembatas dalam bersikap, alasan yang membuatku berpikir enggak ada salahnya baik-baik sama adik kelas, alasan yang aku rasa enggak masalah kalau agak seenaknya.

Toh, dia lebih muda dariku.

Dia adik kelasku.

Dia orang yang seharusnya dibimbing, olehku si kakak kelas yang sebentar lagi akan lulus dari sekolah.






Aku enggak masalah mengakui perasaan ini, tapi kalau orangnya adalah Renjun … maka aku harus memikirkannya beberapa kali lagi.












Aku enggak masalah mengakui perasaan ini, tapi kalau orangnya adalah Renjun … maka aku harus memikirkannya beberapa kali lagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







Author’s note:

Iya, jadi sebenernya udah jelas juga ‘kan kalau Rahayu ini temenannya sama Lucas, Mark, Woojin, Suhyun, dll. Di mana artinya dia ini anak 99line dan lebih tua setahun dari Renjun, wkwkwk.

Gimana gimana menurut kalian? Ini bukan plot twist tapi ya tetep aja dikasih tahunya baru sekarang sih wkwk

Dari sini konflik kecil-kecilan mulai muncul, ya. Bersiap~

CantikTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang