Jonathan berjalan santai masuk ke kelasnya. Sekarang pukul delapan, dan koridor sekolah sudah sepi karena jam pelajaran sudah dimulai
"Nathan, kamu tahu sekarang jam berapa?" Nathan berbalik, menatap seseorang itu
"Ibu 'kan punya jam tangan. Kenapa tanya saya bu? Mau saya belikan yang baru?"
"NATHAN!"
"Jangan teriak dong bu, saya ga tuli kok" ucap Nathan santai. Tangannya ia masukkan ke dalam saku celana, mengambil rokok dan mulai menghisapnya
"Ternyata memang benar buah jatuh tak jauh dari pohonnya ya, buktinya kamu sama kaya ayah kamu. Ga punya etika" ucapan guru itu membuat Nathan geram. Nathan mendekati guru itu dan menatapnya lekat
"Ibu Tuhan? Kok berani banget nilai saya sama ayah saya? Ibu ga sadar? Kalo suami ibu selingkuh?" guru itu terbelalak, menatap Nathan
"Darimana saya tahu? Ah, ibu lupa ya kalo saya punya banyak mata-mata?" Nathan menghisap rokoknya, kemudian membuang asapnya tepat di depan muka guru itu membuatnya terbatuk-batuk
"Kalo ibu ngerendahin ayah saya lagi, siapin diri ibu. Hidup ibu ga bakal tenang" Nathan berbalik, melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kelas
"Satu lagi bu, ini baru intro. Saya bisa kasih yang lebih kalo ibu mau" Nathan tersenyum miring. Kemudian berjalan dan tak menghiraukan omelan gurunya itu
Nathan mengetuk pintu, kemudian berjalan santai ke tempat duduknya
Pak Chanyeol--guru yang sedang mengajar hanya geleng-geleng melihat kelakuan Nathan
Tak ada yang bisa menghentikannya, semuanya takut kepada Nathan
"Sama guru yang sopan dikit dong" ah, tidak semua takut kepada Nathan. Kecuali satu orang
Nathan menatap orang itu, membuatnya menatap Nathan lebih tajam lagi
"Gue males berantem sama lo hari ini" ucap Nathan menyandarkan tubuhnya
Orang itu mendengus, "kelar kelas, lo ketemu gue di lorong selatan" ucapnya
Nathan hanya diam. Tak mengindahkan ucapan orang itu yang terdengar seperti ancaman
×××
Kelas selesai, Nathan berjalan ke arah atap sekolah
"Woy Nathan!" teriak seseorang membuatnya menoleh
"Ntar malem, biasa" ucapnya membuat Nathan mengangguk
Nathan kemudian melanjutkan langkahnya. Namun, belum sampai ia di atap, langkahnya terhenti melihat gadis yang berjalan mendekatinya
Nathan mendecak sebal, 'lo lagi lo lagi' batinnya
"Jonathan!" teriak gadis itu
Nathan menatapnya datar, "mau apalagi lo?"
"Urusan lo sama gue belum selesai ya" ucapnya menarik Nathan
"Lepas, gue ada urusan" ucap Nathan
"Lo pikir juga gue ga ada urusan?" ucap gadis itu
"Bisa ga sih, lo ga usah urusin idup gue sehari aja. Gue harus ya nurutin lo yang bahkan ga ada andil dalam menghidupi gue?" ucap Nathan sarkas
Gadis itu melepas pegangannya pada Nathan, kemudian menatap Nathan
"Gue gini biar hidup lo lebih terarah" ucapnya lirih
"Sayangnya gue ga butuh bantuan lo, Chaerin Lee" Nathan berjalan meninggalkan gadis itu
~tbc~
KAMU SEDANG MEMBACA
[2] Bad Love
Short Story[ c o m p l e t e d ] { Sequel of Daddy - Johnny NCT } Lika-liku kehidupan Jonathan Seo, anak dari mantan mafia terkenal--Johnny Seo yang bertemu dengan gadis yang tak jauh beda dengannya ⚠ : Harsh word © swalsay_ 2019
![[2] Bad Love](https://img.wattpad.com/cover/207990125-64-k713966.jpg)