Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

3.3 •• Miss him

2.1K 275 26
                                        

"Haru? Ga sekolah?" tanya Chaerin yang baru aja keluar dari kamar mandi begitu lihat Haru duduk di sofa dengan camilan di sebelahnya

"Ga, gue mau nemenin lo" ucap Haru

"Gue kan biasanya juga sendirian. Baru nanti sore rame ada kalian" ucap Chaerin

Haru memutar kepalanya menghadap ke Chaerin, "ayo ke dokter kandungan" ucapan Haru membuat Chaerin terkejut

Ke dokter kandungan? Chaerin belum pernah memeriksakan kandungannya sejak pertama kali ia tahu kalau ia hamil. Ia terlalu takut untuk itu

"Emm"

"Ga terima penolakan, sana buruan ganti baju" Haru berdiri kemudian berjalan ke kamar mandi

Chaerin segera mengganti bajunya dan memasukkan beberapa barangnya. Tak lupa ia memasukkan parfum milik Han yang ia minta kemarin

Entah kenapa parfum Han membuatnya lebih tenang belakangan ini. Bahkan dengan Yohan yang parfumnya lebih mahal dari Han, Chaerin bisa muntah

"Ayo" Chaerin menoleh dan mengangguk. Haru memilih menggunakan mobil daripada bus. Takut nanti ada yang melihat keduanya. Apalagi Chaerin yang katanya pindah keluar kota

"Lo tunggu sini ya, gue mau daftar" ucap Haru kemudian berjalan ke arah loket. Chaerin duduk menunggu sambil bermain ponselnya

Nathanseo_

❤ renjunhuang, aeraahn, hyujinlee_ and 657

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

❤ renjunhuang, aeraahn, hyujinlee_ and 657.372 likes

Nathanseo_ all good boys go to heaven, but bad boys bring heaven to you

Comments are disable for this post

Chaerin tersenyum. Dia tidak munafik, dia benar-benar merindukan Nathan

Disatu sisi juga dia sangat benci kenyataan bahwa dia memermainkan Chaerin. Chaerin sudah jatuh ke pesona Nathan, tetapi dengan tega dia mematahkannya

Tak adil rasanya jika saat ini Chaerin yang selalu tersakiti. Terlalu klise, jika karakter perempuan selalu tersakiti

Chaerin menghela nafas kasar. Sudah hampir genap lima bulan, tapi Nathan tak sedikit pun datang. Atau sekedar mengirim pesan pun tidak

Nathan benar-benar hilang. Seolah membuangnya dan tidak mungkin kembali

Sakit. Jujur, Chaerin merasakan sakit setiap hari. Setiap malam pun rasanya dihantui oleh rasa bersalah karena tidak bisa menjaga diri

Terutama pada ayahnya dan Yohan. Mereka benar-benar berusaha menjaga Chaerin, tapi Chaerin malah seperti ini

Chaerin tersenyum dan mengusap perutnya

"Nak, ini ayah kamu" ucapnya lembut

"Chaerin?"

~tbc~

guys aku ada cerita baru. daddy versi kevin the boyz, check it out yass

[2] Bad LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang