1.6 •• Confession

2.2K 332 29
                                    

Keduanya sampai di markas tempat mereka biasa balapan

"Nathan, udah di tungg-CHAERIN?!" Renjun baru saja ingin menyapa Nathan, tapi langsung teriak begitu lihat Chaerin

"L-lo ga sidak sampe sini kan?" Renjun jelas gugup, poinnya di sekolah sudah banyak. lima belas poin saja dia terancam dikeluarkan

Chaerin terkekeh, "kenalan dulu ama gue"

"Gue cewek yang ngalahin Nathan beberapa hari yang lalu" ucapnya sambil tersenyum manis

"Berarti bener kan waktu gue lihat lo disini?" tanya Renjun

Chaerin mengangguk, "gue kurangin dah poin lo semua jadi cuma dua puluh. Asal jaga rahasia" tawar Chaerin

"Yakin?"

"Iya"

"Serius?"

"Dua rius, Jun. Tapi piket dulu ya seminggu, biar ga curiga"

"Siap kanjeng" Renjun segera merangkul Chaerin

"Lepas njing" Nathan segera menepis tangan itu. Chaerin menatap Nathan tak suka

"Buruan, udah ditunggu" lagi-lagi Nathan menggandeng tangan Chaerin, membuat empunya gemeteran

Keduanya masuk ke dalam mobil. Chaerin melihat seluruh bagian mobil Nathan

"Yakin lo balapan pake ini?" ucap Chaerin sambil menekan tombol yang menunjukkan kerangka mesin mobil itu

"Iya kenapa?" ucap Nathan sambil menarik sabuk pengaman

Chaerin mendecih, "pindah"

"Maksud lo?"

"Gue yang nyetir. Tangan lo baru aja sembuh, pasti noob"

"Ga sakit aja lo juga noob sih" lanjut Chaerin

Nathan mendengus sebal, "tapi nanti ketahuan dong kalo gue keluar" ucap Nathan

Chaerin tampak berfikir, idenya beresiko sih tapi ya sudah lah

"Munduran dikit"

Nathan yang bingung segera mengikuti perintah Chaerin. Nathan memundurkan sedikit tubuhnya

Sedetik kemudian Chaerin berpindah. Tapi Nathan enggan berpindah. Jadilah Chaerin yang duduk dipangkuan Nathan

"Nat" Bukannya segera pindah, Nathan justru menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Chaerin

"Gue udah lama mau bilang ini, lo cantik" ucap Nathan

Nathan mendekat, membuat Chaerin menjauhkan tubuhnya. Tangannya ia gunakan untuk menahan dada Nathan

"Mau nga--mpphh" bibir Chaerin langsung dibungkam Nathan dengan bibirnya

Chaerin berulang-ulang kali mencubit perut Nathan, namun hasilnya nihil

Nathan mulai melumat bibir mungil Chaerin. Chaerin yang udah pasrah ngalungin tangannya di leher Nathan

Nathan mulai turun, sekarang leher Chaerin yang jadi sasarannya. Nathan menciumnya lembut. Waktu dia mau gigit leher Chaerin, Chaerin buru-buru jambak rambut Nathan

"Chae" Nathan menatap Chaerin

PLAK!

Chaerin menampar Nathan

"Maksud lo apa?" ucapnya dingin

Nathan menunduk, "maaf"

"Maaf Chae, gue suka sama lo" ucao Nathan membuat Chaerin terkejut

Jelas terkejut. Nathan sama dia kan kaya kucing sama tikus. Susah banget akurnya. Setiap hari kerjaannya berantem mulu, adu pendapat. Sekarang malah Nathan menyatakan cintanya ke Chaerin

"Tapi--"

"I know. Kaget kan pasti? Tapi tau ga Chae?"

"Gue ganggu lo setiap hari biar dapet perhatian dari lo"

"Biar gue bisa deket sama lo. Gue suka dari lo. Saat lo lerai gue sama Jaemin waktu itu" Nathan menatap keluar jendela

"Klise ya? Kita selalu berantem, terus akhirnya gue jatuh cinta sama lo" Nathan kini menatap Chaerin

"Tapi lo unik. Lo kuat nahan semua masalah lo sendiri"

"That's why I like you, Lee Chaerin" ucap Nathan mengakhiri pengakuannya

Nathan mengusap pelan pipi Chaerin

"Kasih gue kesempatan buat bikin lo jatuh cinta sama gue" Nathan memegang tangan Chaerin lembut

~tbc~

double up nih, aku tuh gatau pen cepet-cepet nyelesaiin work ini:(

[2] Bad LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang