psycho - 11th Road

586 43 2
                                    

catatan bachan:

jangan lupa vote, comment, and subscribe! wkwkwkwk

bachan niatnya mau post tengah malam, cuma kayaknya, mau tidur aja dah.

Siapa tahu besok nggak jadi uh mtkw:)

luv,

bachan

------------------

"Junkyu katanya nggak bisa dateng." ujar Jeno bikin kepala-kepala itu menengok kompak.

"Pasti keasikan pacaran sama Ryujin itu barudak hiji, anying." sungut Haechan yang sibuk menggosok plastik sebel. Iya masalahnya kalo nggak ada Junkyu, jadi Haechan yang paling rajin.

"Alahh, bilang belom official tapi jalan kemana-mana berduaan mulu." balas Jaemin tiba-tiba emosi. Masalahnya gara-gara Junkyu, dia harus nganterin Shuhua pulang juga. Bebannya tuh hati coyyy. Berat banget!1!1!

"Tapi bukannya Ryujin masih suka sama Hyunjin?" tanya Minju hati-hati. Shuhua yang sedang mencari materi di laptopnya berakhir menahan hela napas jengah.

Kalo cemburu Junkyu balik bareng Ryujin tuh bilang, Ju...........

Nggak usah ngangkat topik lain lah.

Risih gue ngelihat oknum Na Jaemin bucin sama orang yang hatinya udah buat orang lain.

"Wihh, Ryujin masih sering cerita nih sama maneh, Ju?" tanya Haechan siap ngejulid.

Minju membelalak, menyilangkan kedua tangannya di depan dada sebelum menggelengkan kepala. "Nggak kok, ini cuma opini gue aja. Kalo gue ngeliatnya, Ryujin masih suka sama Hyunjin, Chan."

"Kalo Jaemin gimana, Ju?" tanya Shuhua kompor.

Minju gelagapan, "J-jaemin emang gimana?"

Haechan terbahak, "Lo ngeliatnya Jaemin suka sama siapa, Juuuuu?"

"Kayaknya sih yang depannya 'M' belakangnya 'U'." celetuk Jeno ikutan. Membiarkan wajah kedua temannya spontan memerah.

"Anjjjjyrrrrrr, si Mahiru?!" seru Haechan kaget.

"Itu Mahiro, tolollll!" semprot Jeno sewot sendiri. Haechan yang garing, ubun-ubun Jeno yang meletus.

Nggak sadar mereka, kalau Jaemin merutuk habis-habisan sembari menatap Shuhua penuh aura permusuhan. Orang yang memancing sebenarnya cuma diam saja, sibuk dengan pekerjaannya sendiri.

Meskipun dua orang lain setia menatap gerak-geriknya tanpa henti.

"Renjun diem wae. Coba punten, aing cek dulu celananya!"

"Bangsat, ngapain?!" jerit Jeno terbahak tanpa henti. Menonton adegan gulat Haechan dan Renjun sekarang.

"HAECHAN ANJIIIIINGGGGGG!!!"

guanlin lai
she's save

Jaemin melirik notif yang muncul tak sampai dua detik karena setelahnya Shuhua menyambar ponselnya.

shasha
AHHH, LOVE YOUU
Thanksss my brur <3

guanlin lai
hm

Jaemin mengamati gadis itu lagi, mencerna sesuatu sebelum Jeno menepuk bahunya. "Nyebat?"

Jaemin mengangguk. Menyambar korek dan bungkus rokoknya segera. Langsung keluar dari sana. Karena Jeno sudah mewakili mereka.








Psycho ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang