"Cindy sayangg!" Sapa kak Revan saat gue baru aja masuk ke rumah. Gue tidak menggubris.
"Cin? Lo kenapa sayang?" Tanya kak Rava menghampiri gue yang terduduk di sofa dan memasang wajah cemberut.
"Iya lo kenapa sih, Cin?" Tanya kak Ryan mengacak rambutku.
"G." Jawab gue singkat.
"Ih apaansih ni adik gue. Minta dicium keknya!" Ucap kak Ryan jahil.
"Apasih!" Ucap gue yang langsung beranjak ke kamar gue yang ada di atas.
"Sinnnndiiiii!" Teriak mereka serempak lalu berlari mengejar gue.
"Cin!"
"Maafin kita deh kalo kita ada salah. Jangan diemin kita gini terus.." ucap kak Revan memelas, merasa bersalah.
"G."
"Ayo dong Sinnnn.." pinta kak Rava.
"G."
"Kak Ryan beliin pizza dehh. Maafin kak Ryan ya?"
Seketika senyuman di bibir gue pun mengembang. Ini nih yang gue mau. Haha.
"Oke. Kak Ryan aku maafin." Ucap gue kegirangan.
"Yeuuuu! Soal makanan aja baru dimaapin." Protes kak Ryan.
"Oh jadi ga ikhlas beliin Cindy makanan nih? Yaudah gausah! Cindy juga gak butuh. Paling-paling Cindy bakal marah selamanya dan kabur dari rumah."
"Eh eh.. jangan dong.. kak Ryan ikhlas kok."
"Lah kita berdua apa kabar?" Tanya kak Rava
"Iya, masa kita ga dimaafin Cin.." ucap kak Revan
"G." Jawab gue singkat lagi.
"Yaudah deh gue beliin lo starbak gimana?"
"Wahhh!! Mau dongg."
"Eh. Ehem. Oke, Cindy maafin kak Revan."
"Yaelah." Ucap kak Revan membutar bola mata malas.
"Yaampun, adik gue gini-gini amat. Gue beliin eskrim se-truk deh!" Ucap kak Rava.
"Hah?! Beneran se-truk?!" Tanya gue tak percaya.
"G."
"Ih kak Rava paan sih!"
"Gue beli 10 eskrim deh, Cindy yang paling Kak Rava sayanggggg!"
"Oh, oke. Kak Rava Cindy maafin juga."
Merekapun serempak mengacak rambut gue.
"Jadi kita beneran dimaapin kan?"
"G."
"Ih kok gitu.." ucap mereka serempak lagi.
"Yaiyalah dimaapin. Emang Cindy tadi bilang ga dimaapin?"
Merekapun tertawa singkat lalu mengacak rambut gue lagi.
"Yaudah, ntar tidur sekamar yuk!" Ajak Kak Rava.
"Heh! Enak aja!"
"Cindy udah gede! Masa tidurnya bareng kakak-kakak Cindy sih?"
"Mending sama cowok Cindy daripada sama kalian!" Ucap gue tersenyum jahil.
Sontak merekapun melotot ke arah gue saat gue bilang kek gitu,
"Apa?!" Ucap mereka serempak.
"Apa? Kenapa? Ada yang salah?" Tanya gue pura-pura polos.
"Lo beneran punya cowok, Cin?" Tanya kak Ryan. Gue mengangguk.
"Hah?!" Ucap mereka serempak lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Protective Brothers
Romansa"Ihh!! Kakak-kakak tercintaaa, yang paling Cindy sayang, plis jangan protective bangett. Masa aku deket sama cowo lain aja kalian halangin." "Bukannya gaboleh Cindy sayangg. Kita cuman waspada aja sama cowo lain yang deketin kamu.." ucap Revan "Iya...
