Chapter 3

4.7K 413 4
                                        

Setelah itu kami belajar di ruang bahasa karena saat ini kami akan belajar bahasa Inggris, ruangannya seperti auditorium dengan kursi bertingkat keatas seperti di bioskop. aku memasuki ruangan dan melihat new yg sudah duduk dibarisan ketiga dari atas bagian kedua dari kiri, lalu aku dan off naik di baris kedua dari atas bagian paling kiri.

pak dosen golf memulai pengajarannya, dia meminta new untuk membacakan sebuah paragraph bahasa inggris, tetapi suara new sangat pelan. dia disoraki oleh gun dan teman sekelas lainnya karena suaranya yg tidak terdengar. pak golf menanyakan pada new apakah dia ada kesulitan, dan menghampiri new yg diam saja. dia meyakini new untuk jangan takut dengan kesalahan, sambil tangannya memegang bahu new sambil meremasnya pelan. Aku melihat tangan dosen itu pandangan menelisik. lalu pak golf berganti meminta gun untuk membaca apa yg diperintahkan.

aku mencoba memberitahu new tentang sketsa gambarnya dengan berkali-kali memanggilnya dari arah dimana aku duduk. new tidak bergeming sama sekali, lalu aku meminta kertas pada off dan meminjam pulpennya, aku menuliskan pada kertas itu lalu aku lemparkan padanya, dia melihat kertas itu tapi tidak mau mengambilnya. lalu aku pungut lagi kertas itu dan aku taruh tepat diatas tangannya.

disaat semua fokus mendengarkan gun yg sedang membaca "Ahh" aku terkejut mendengar suara teriakan pelan lucu dari new. pak golf dan yg lainnya segera menatap kearah new dan pak golf pun bertanya padanya apa ada yg salah, new menggeleng dan langsung menunduk, aku hanya tersenyum kecil. off yg melihatku tersenyum langsung bertanya apa yg aku tulis hingga new membuat ekspresi seperti itu. aku menceritakan detailnya kepada off.

*

*

sore hari menjelang pertandingan basket yg sudah direncanakan pagi tadi, aku sedang menunggu off yg sedari tadi belum selesai menghadap dosen dew. tidak lama aku melihat new turun dari tangga dan langsung saja aku menghampirinya dan mengajaknya bicara.

"new apa kau langsung ingin pulang? apa itu yg kau bawa?" aku bertanya padanya sambil menyeimbangkan langkahku dengannya yg semakin cepat. lalu aku mencegatnya dari depan agar tidak kembali berjalan lagi. saat ingin bertanya lagi, aku melihat off menghampiriku dan menarik lengan ku untuk cepat ke lapangan basket.

aku yg sudah tertarik jauh kemudian melepaskan diri dan meminta off menunggu sebentar, lalu aku kembali berlari mengerjar new yg sudah mulai berjalan lagi kearah gedung kesenian.

"new, bisa pinjami aku 150 baht? aku janji akan mengembalikan 2x lipat setelah bermain" tanyaku padanya.

"dan juga apakah kau memiliki karet rambut atau sejenisnya?" tanyaku lagi.

new tidak menjawab, dia diam sebentar dan mulai mengeluarkan uang 150 baht dari dalam tas nya, dan satu karet gelang yg ada di kotak peralatan melukisnya. dia menyodorkan tangannya yg berisi uang dan karet tanpa menatap kearah ku. aku mendengar off yg sudah memanggilku beberapa kali sedari tadi untuk cepat. aku mengucapkan terimakasih dan berlari kearah off.

"berisik sekali kau ini, padahal aku tadi lama sekali menunggu mu selesai dengan pak dew" aku mencebik pada off.

"aku tau, maka dari itu aku menyuruhmu untuk cepat agar tidak semakin terlambat bodoh. ngomong-ngomong ada urusan apa lagi kau dengan new?" Tanya off padaku

"tidak apa-apa hanya sedikit pertanyaan, oiya kenapa dia tadi berlari kearah gedung kesenian ya? bukannya pintu gerbang arah sebaliknya?" Tanyaku kepada off

"oh, dia itu mahasiswa beasiswa kesenian di kampus ini, jadi setiap selesai kelas dia akan mengikuti ekstrakurikuler melukis untuk persiapan beberapa perlombaan berkaitan dengan lukisan. kenapa kau tumben sekali bertanya tentang orang lain" off kembali bertanya padaku curiga.

Love within Tragedy [TayNew]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang