Chapter 26

2.1K 198 6
                                        

New pov

Aku sedang berada di toko yg menjual alat-alat melukis, aku masih sibuk dengan urusan klub dan membantu ketua untuk mengurusi bagian logistic. Saat aku berkonsentrasi dengan memilih kuas, cat warna serta canvas yg akan dibeli, aku dikejutkan oleh seseorang yg menepuk bahuku dari belakang.

"Kebetulan sekali bertemu kau disini p' "

"Oh saint, kau mengangetkan aku" jawabku dengan jantung yg berdegup cepat

"Apa kau mau membantuku memilih cat warna dan canvas?"tanya saint padaku

Aku menganggukan kepala setuju, dan membantunya setelah itu saint mentraktirku makan sebagai balasan karena sudah membantunya. Kami pergi ke sebuah restoran dekat dengan toko tadi.

Aku menatap pada saint yg berterimakasih padaku lalu menyesap minuman yg dipesannya tadi.

"Hmm, apa ada yg salah dengan wajahku p'?"

Aku tersenyum canggung "tidak ada" lalu menyesap minumanku

"P' apa kau ada kencan dengan p'tay hari ini?" tanyanya

Aku terkejut dengan pertanyaan saint yg tiba-tiba "hari ini aku ada janji bertemu dengannya setelah dia selesai bekerja. Aku akan pergi sebentar lagi" ucap new berbohong, karena sebenarnya mereka tidak ada janji bertemu. 

"Jadi kau benar-benar akan pergi kencan ya, wah senangnya"

"Hmm, bukan kencan juga karena kita hanya bertemu sebentar di waktu istirahat kerjanya"

"Aku merasa kalau kau dan p'tay memiliki hubungan yg sangat dalam, aku begitu iri karena bahkan teman untuk berbagi cerita pun tidak ada"

"Kau bisa pergi sekarang p' atau p'tay akan menunggu lama"

Aku terdiam sebentar menatap saint, dan langsung tersadar saat dia menyuruhku untuk menyusul tay. Aku menganggukan kepala padanya dan mengambil bill nya, namun saint bersikeras agar dirinya yg membayar.

"Aku yg akan membayarnya p' dan terimakasih sudah membantuku. Sampaikan salamku pada p'tay" ucapnya dan setelah itu aku pergi pun pergi meninggalkan saint sendirian.

3rd pov

Tay sedang konsentrasi dengan permainannya, dia berada di tempat kerjanya yg sama seperti kemarin yaitu bertaruh bermain billiard. Terlalu fokus hingga dia tidak sadar akan kedatangan saint di meja billiard sebelahnya, dia sedang bermain sendririan. Lawan bertaruhnya pun memberitau tay.

"Tay, orang yg kemarin mencarimu, dia ada disini" colek lelaki itu pada tay

Tay kemudian menoleh kearah yg dimaksudkan, dan dia melihat orang yg benar-benar dia tidak sukai, lagi dan lagi. Tay merasa sangat terganggu dengan kedatangan saint, dia pun berbicara jujur tentang kejadian lima tahun lalu.

"Apa mau mu sebenarnya? Asal kau tau saja, lima tahun yg lalu aku tidak benar-benar berniat menolongmu"

"Aku tau, kau sedang dalam mood yg buruk jadi kau butuh pelampiasan. Tapi, aku tidak perduli, karena itu sebuah keberuntungan untuku bertemu denganmu"

Tay berhenti sejenak dari permainannya dan melihat kearah saint "jawabanku masih sama kalau aku samasekali tidak tertarik denganmu"

Saint pun sama dia berhenti dan menatap pada tay "tidak masalah, karena aku sudah sangat tertarik denganmu"

Mendengar jawaban saint tay benar-benar menghentikan permainannya, dia sengaja mengalah dan memberikan uang pada lawan mainnya. Tay pun berjalan menghampiri meja billiard saint.

"Kalau begitu aku tarik ucapanku, aku membencimu" tay menatap tajam saint

"Benarkah? Kalau begitu hubungan kita sudah naik satu tingkat ya" jawab saint menyeringai

Love within Tragedy [TayNew]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang