Keesokan paginya, off sedang menunggu new datang untuk masuk ke dalam lab bahasa inggris bersama, namun gagal karena datang dua teman akrab gun untuk membawa new bersama mereka.
"New, bisa kau ikut dengan kami sebentar ke belakang lapangan basket? Gun meminta pendapatmu mengenai sesuatu" Tanya satu orang diantara mereka sembari memegangi pundak new erat.
"Off, kami ingin meminjam new sebentar, tidak apa-apa kan?" Tanya satu orang lainnya.
"Baiklah, aku akan ke lab bahasa duluan ya new" ucap off tanpa ada rasa curiga, lalu meninggalkan mereka bertiga.
Off memasuki lab bahasa dan melihat tay yg sudah duduk lebih dulu dan melambaikan tangannya isyarat untuk off agar duduk disebelahnya, lalu off pun menghampiri tay.
"Loh, mana new? Aku pikir kalian akan datang bersama" tanya tay pada off.
"Iya, aku tadi menunggunya datang tapi dua orang teman gun meminta new untuk menemani mereka, gun ada perlu dengan new katanya" terang off pada tay.
Mendengar jawaban off, tanpa berpikir lama tay pergi berlari meninggalkan lab bahasa, off yg kebingungan pun hanya bisa mengikuti tay dan berlari mengejarnya.
*
*
Sementara itu, gun sedang duduk menunggu dua orang suruhannya itu di halaman belakang lapangan basket yg tidak pernah didatangi orang.
Tidak lama mereka datang dan new yg berada ditengah, kedua tangannya dipegangi erat oleh dua orang suruhan gun itu. Lalu mereka mendorong new kearah pohon, new pun kehilangan keseimbangannya dan jatuh terduduk dengan wajahnya menghadap keatas. Lantas dengan cepat gun meninju pipi kanan new dengan lumayan keras hingga timbul bekas berwarna keunguan disudut kanan bibir new.
"Sudah kukatakan untuk tidak mendekati tay lagi, sekarang kau akan merasakan rasa sakit yg teramat sangat karena tidak mengindahkan peringatanku" maki gun pada new.
New hanya terdiam menunduk tanpa berbicara apa-apa, dia pun tidak bisa melawan karena kedua tangannya langsung ditahan oleh dua orang suruhannya gun lagi.
Gun memegang sepuntung rokok yg menyala dan melanjutkan bicaranya "peringatan terakhir, kalau kau masih mendekati tay, aku akan membuat tato dengan benda ini ditanganmu, bagaimana?" Tanya gun sambil mengarahkan rokok itu ke atas telapak tangan new.
"Kau bilang padaku kemarin kalau tay tidak akan pernah serius denganku, lalu kenapa kau mempermasalahkan ini?" Tanya new pelan.
Gun yg tidak menyangka new berani menjawab pun menjadi emosi "Kau hanya perlu melakukan yg aku perintahkan, katakan kalau kau tidak akan mendekati tay dan berhenti memintanya untuk jadi modelmu! Cepat katakan" Gun menaikan nada suaranya.
"Atau aku akan membakar tanganmu dengan benda ini, dan kau akan merasakan sakit selama satu minggu hingga bicara pun sulit" Gun kembali mengancam new. New pun hanya bisa terdiam takut karena dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tangannya.
"Kesabaranku ada batasnya ya, cepat katakan!" seru gun lagi. New yg menunduk pun mendongakan kepalanya perlahan.
"Kalau aku bisa menahan sakit selama satu minggu, setelah itu aku diperbolehkan mendekati tay lagi kan?" Tanya new lirih. Gun kehabisan kesabaran dan memerintah dua temannya untuk memegangi tangan new lebih kencang lagi, gun pun membuang rokok yg dipegangnya lalu melihat sekelilingnya mencari sesuatu.
Lalu matanya menuju kearah batu yg lumayan besar dan diambilah batu itu dengan kedua tangannya, dua orang suruhan gun dan new menatap gun dengan terkejut.
"Gun apa yg akan kau lakukan?" Tanya satu orang suruhannya.
"Aku akan menghancurkan tangannya" jawab gun nanar. New pun terkejut mendengar jawaban dari gun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love within Tragedy [TayNew]
FanfictionKisah seorang lelaki (Tay Tawan) yang tidak pernah memiliki keseriusan semasa hidupnya. Di pikirannya hanya ada balapan, taruhan, dan wanita. Lalu dia dipertemukan dengan seorang lelaki (New Thitiphoom) yang memiliki ketakutan bersosialisasi dengan...
![Love within Tragedy [TayNew]](https://img.wattpad.com/cover/212989281-64-k625161.jpg)