New pov
Keesokan paginya kelas belum juga dimulai, anak-anak sibuk dengan urusannya masing-masing. Para dosen sedang melakukan rapat dadakan mengenai saint, keputusan apa yg akan diberikan pada anak itu. Aku hanya bersama dengan gun, off dan tay tidak masuk kelas hari ini. Terhitung sudah seminggu lebih tay tidak masuk kelas setelah insiden di atap rumah sakit tempo hari.
Aku berpikir untuk memberikan waktu untuk dirinya dan tidak menemuinya. Namun Off mengatakan padaku kalau tay seperti berubah akhir-akhir ini, off bilang kalau terjadi sesuatu pada tay biasanya hanya butuh dua/tiga hari untuknya kembali seperti biasa. Tapi kali ini berbeda, dia seperti sangat terpengaruh oleh saint, tay sedang tidak menjadi dirinya sendiri.
Jadi aku berpikir untuk coba mengunjungi kontrakannya dan melihat keadaannya hari ini setelah selesai kelas. Langit sudah mulai gelap saat aku sampai di kontrakan tay. Aku mengetuk pintu kamar tay beberapa kali, barulah tay membukakan pintunya dan menyuruhku masuk.
"Hari apa sekarang?" tanyanya linglung
"Kamis" jawabku dengan melihat tay yg berjalan kearah kasur memunggungiku
"Bukankah ada kelas hari ini?" tanyanya lagi
"Iya ada sampai sore. Uhm, tay, apa berat badanmu turun? Kau terlihat kurusan"
"Mungkin saja, aku jarang makan beberapa hari belakangan" tay duduk diatas carpet miliknya.
"Kalau begitu, aku akan membuat sesuatu untuk dimakan" aku buru-buru meletakan tas ranselku
Tay mencegahku "tidak usah, aku tidak sedang nafsu makan juga" ucapnya lalu menundukan kepala, aku pun segera mendekat dan ikut duduk disampingnya.
"Tay, ada apa denganmu?" tanyaku dengan menatap wajahnya
"Saint, aku dengar dia kembali ke rumah sakit jiwa" tay tidak balas menatapku
"Tay, dengarkan aku, kau berbeda dengan saint"
"Benarkah begitu? Satu-satunya perbedaan antara aku dengannya yaitu kita bertemu dengan orang yg berbeda. Bahkan aku yakin, aku dan dia tidak ada bedanya sama sekali"
"Kau tidak seperti itu tay" ucapku persisten
Tay menatap padaku "kau bicara seperti itu karena kau tidak tau bagaimana aku yg sebelumnya. Saat aku masih tinggal di Los Angeles, saat itu umurku baru 12 tahun dan aku hampir membunuh seseorang"
"Anak itu sangat nakal dan licik, semua orang tidak menyukainya. Anak itu juga suka sekali membully arthit dan suatu hari arthit pulang dengan keadaan menangis. Kalau saja malam sebelumnya pamanku tidak mengosongkan isi peluru di pistol yg aku bawa, aku pasti sudah membunuhnya"
"Darimana sisi mana kau bilang kalau aku berbeda dengan saint?" tanyanya
Aku mencoba meyakinkan tay kalau waktu itu dirinya masih kecil dan tidak tau arti dari hidup.
"Apa saat kau berusia 12 tahun, kau memiliki pikiran untuk membunuh seseorang? Bagaimana bisa anak berusia segitu berpikir membunuh seseorang untuk membuatnya tidak berulah lagi?"
"Jika saat itu pamanku tidak mengeluarkan pelurunya, aku pasti sudah berakhir sama seperti saint sekarang. Di dunia saint, dia tidak memiliki kau dan arthit, off juga gun. Saint hanya memiliki pla channarong, dan pada akhirnya membunuh pla orang satu-satunya tempat dia bergantung"
Aku mendekatkan wajahku pada tay, menangkup kedua pipinya dengan tanganku "tapi tay, pernahkah kau berpikir kenapa saint hanya memiliki pla tapi kau memiliki, aku, off, gun, arthit? Itu karena kami menyukaimu, kami menyukai sisi dirimu yg lucu dan penuh dengan aura, kalau saint itu karena dia sendiri yg memilih untuk menutup dirinya dan ditelan kegelapan"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love within Tragedy [TayNew]
FanfictionKisah seorang lelaki (Tay Tawan) yang tidak pernah memiliki keseriusan semasa hidupnya. Di pikirannya hanya ada balapan, taruhan, dan wanita. Lalu dia dipertemukan dengan seorang lelaki (New Thitiphoom) yang memiliki ketakutan bersosialisasi dengan...
![Love within Tragedy [TayNew]](https://img.wattpad.com/cover/212989281-64-k625161.jpg)