Chapter 15

2.4K 225 9
                                        

Tay pov

Aku merebahkan diriku di sofa di rumah p'sun. Kenangan masa kecil ku dengan arthit dan gambaran wajah ibuku menyeruak kembali di pikiranku

"Tawan, ibu sudah meninggal, apa kita akan merasa kesepian?"

"Tidak akan, aku tidak akan membiarkanmu kesepian"

"Apa kau berjanji?"

"Tentu saja, kita terlahir bersama mati juga bersama" aku teringat janji yg aku buat dengan arthit ketika ibu meninggal.

Aku tersadar dari pikiranku yg melalang buana, mengingat wajah arthit membuat perutku terasa sangat mual, new yg melihat aku seperti ini pun meminta maaf.

"Tay, maafkan aku ya karena memaksamu menjadi modelku. Kau memaksakan dirimu sendiri dan pada akhirnya yg aku lakukan hanya menyakitimu" wajah new terlihat sangat sedih.

"Aku akan berhenti memintamu menjadi modelku, aku tidak mau menyakitimu lebih jauh lagi"

"Tidak apa new, aku tidak masalah kalau kau yg melukisku. Mungkin aku masih sedikit takut, tapi aku tetap ingin melihat seperti apa diriku didalam lukisanmu"

"Sebelumnya aku tidak takut dengan hal apapun di dunia ini, tapi semenjak aku bertemu denganmu new, aku sekarang memiliki banyak hal yg ditakuti"

"Seperti saat kau membonceng dimotorku, aku tidak boleh melakukan kesalahan apapun, aku tidak mau kehilangan dirimu dengan cara seperti itu" aku tersenyum pada new yg langsung dibalas senyuman olehnya

New pov

Aku bilang pada tay untuk berhenti menjadi modelku, karena rasanya sangat perih ketika melihat orang yg kita cintai terluka. Aku tidak ingin melukai tay lebih dari ini. Namun tay masih bersedia menjadi modelku karena dia ingin tau bagaimana rupa dirinya di dalam lukisan ku.

"Aku takut saat kau membonceng dimotorku, dan aku tidak boleh melakukan kesalahan apapun, aku tidak mau kehilangan dirimu dengan cara seperti itu" aku terkejut sekaligus bahagia mendengar ucapan tay

Aku tersenyum padanya, lalu mencium bibir tay singkat, menatap matanya dalam-dalam "kau tidak akan kehilangan aku tay" ucapku meyakinkan tay

*

*

Beberapa hari sebelum keberangkatan tay untuk balapan di jepang, aku dan gun berbelanja pakaian musim dingin, karena saat ini di jepang sedang musim dingin.

Iya, beberapa minggu terakhir aku berteman baik dengan gun. Dia sebenarnya lelaki yg sangat manis dan baik juga lucu. Gun, earth dan off ikut tay ke jepang untuk menjadi suporternya.

"New lihat sweater ini, warna pastel seperti ini kesukaanmu kan" gun bertanya dengan antusias

"Aku tidak membutuhkan pakaian musim dingin gun" ucapku dengan menggelengkan kepala.

"Aww kenapa? Bukankah kita akan pergi ke jepang bersama? Disana sedang musim dingin"

"Aku tidak bisa ikut" jawabku pelan

"Tay akan mengikuti kejuaraan tapi kau malah tidak datang?"

"Bukan aku tidak mau, ibuku tidak akan mengizinkanku pergi"

"Kenapa tidak diizinkan? kau kan lelaki, tidak akan hamil meski hanya pergi untuk beberapa hari"

Aku terkekeh mendengar jawaban gun "bukan begitu gun, tapi dulu ayahku meninggal karena ditabrak oleh anak motor, dan sejak itu ibuku sangat tidak menyukai anak lelaki yg suka bermain atau balapan motor, dia berpikir kalau tay adalah orang yg sama dengan mereka"

Love within Tragedy [TayNew]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang