Hampir dua minggu setelah kejadian di gudang itu tay masih belum kembali kuliah. Seharusnya minggu ini dia sudah bisa untuk kembali belajar karena masa skorsingnya hanya satu minggu. Pagi itu seperti biasa new menunggu tay di depan gedung fakultasnya, namun hanya off yg datang sendirian.
"Apa sudah ada kabar dari tay?" raut wajah new terlihat khawatir
"Belum, aku tidak bisa menghubunginya. Sambungan telepon kontrakannya nya sudah diputus lama, dia juga tidak memiliki ponsel" jawab off sambil menghampiri new
"Ini sudah hampir dua minggu, masa skors nya sudah lewat beberapa hari yg lalu"
"Tenanglah, dia pasti akan baik-baik saja new" off mencoba menenangkan new, namun dirinya masih terlihat cemas "Baiklah, sabtu ini aku akan pergi mengunjunginya jadi kau tidak perlu khawatir lagi" off masih mencoba menenangkan new
"Off, bisa kau beri tau aku alamat kos tay?" Tanya new pada off, namun pertanyaannya langsung dibalas tatapan tidak setuju
"Daerah rumah tay itu berbahaya, banyak anak-anak jalanan berkeliaran. Lelaki baik-baik sepertimu tidak dianjurkan kesana sendiri. Sabtu ini saja, aku akan menemanimu. Lagi pula mungkin saja tay sedang berada di rumah ayahnya" bujuk off lagi. Namun wajah new terlihat kecewa.
*
New POV
Aku melihat p'din yg sedang bersandar pada dinding sebelah lift, menunggu pintu lift itu terbuka. Dia memijit dahi tengahnya terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Aku pun pergi menghampirinya.
"P'din.." aku memanggilnya, dia pun menoleh padaku dan langsung beranjak pergi
"Tunggu, dengarkan aku hingga selesai bicara" ucapanku menghentikan langkahnya
"Aku tidak membencimu atau apapun, sejujurnya aku tidak perduli dengan lukisan itu mau kau meniru atau menjualnya. Hanya saja, aku sudah terlanjur berjanji pada tay, setelah lukisan itu selesai, aku akan berikan padanya" aku berusaha menjelaskan maksudku, namun p'din sama sekali tidak memberi tanggapan
"Bagaimanapun, tay sudah sangat menanti saat lukisan itu telah selesai, jadi aku harus memberikan itu padanya" ucapku lagi
"Karena dia telah memberiku banyak hal, dia memberiku keberanian, kebahagiaan, dan karena dia juga aku bisa melihat masa depan. Jadi, paling tidak hanya lukisan itu yg bisa kuberikan untuknya" aku menahan agar air mata ini tidak menetes
"Aku mohon, jika sketsa itu ada padamu tolong kembalikan padaku ya. Karena sketsa itu adalah awal penting antara aku dan tay. Aku berjanji tidak akan memberitahu orang lain, tolong kembalikan ya?" aku memohon dengan nada yg sangat putus asa
Setelah memohon seperti itu, tetap tidak ada respon dari p'din, malah p'din bergegas pergi meninggalkan aku. Aku hanya bisa menatapnya pergi, air mataku mengalir di kedua pipiku.
Aku mendengar samar-samar suara dua orang perempuan yg sedang membicarakan aku dari arah belakang.
"Lihat lelaki aneh itu, setelah mengejar-ngejar tay sekarang dia beralih menangis pada senior. Menjijikan sekali dia" ucap salah satu perempuan dengan sengaja nadanya dibuat kencang
Aku berbalik kearah sumber suara dan melihat mereka menghampiriku, tinggi badan mereka setinggi dagu ku
"Apa yg kau lihat? Yg kami katakan tidak salah kan?" Tanya satu orang lainnya padaku. Aku hanya menatap mereka sinis, namun masih terdiam.
"Karena lelaki aneh ini lah tay jadi diskors berkelahi dengan earth, dasar tidak tau malu" aku yg geram karena tuduhan mereka pun mulai bicara "Apa kau gila? Jangan sembarangan menuduh" ini pertama kalinya aku berani melawan balik orang lain
KAMU SEDANG MEMBACA
Love within Tragedy [TayNew]
FanfictionKisah seorang lelaki (Tay Tawan) yang tidak pernah memiliki keseriusan semasa hidupnya. Di pikirannya hanya ada balapan, taruhan, dan wanita. Lalu dia dipertemukan dengan seorang lelaki (New Thitiphoom) yang memiliki ketakutan bersosialisasi dengan...
![Love within Tragedy [TayNew]](https://img.wattpad.com/cover/212989281-64-k625161.jpg)