Tay pov
Aku sedang duduk di bangku menunggu kedatangan Off di depan gedung fakultas, dan mengunyah roti yg ada ditanganku. Tiba-tiba aku mendengar suara orang yg sangat aku benci saat ini.
"Aku dengar ibu p'new sedang dirawat di rumah sakit ya? Pasti saat ini dia sedang merasa sedih" ucap lelaki itu lalu duduk didepanku. Aku sedang sangat kelaparan, tapi segera kehilangan selera makanku begitu melihat wajahnya.
Tay menarik napas dan menghembuskannya singkat "bisakah kau berhenti menggangguku setiap saat?" ucapku menatap padanya
"Kenapa kau begitu tidak menyukai ku p'?" saint balas menatapku
"Apa kau—takut padaku?"
"Aku rasa begitu, tapi bukan takut padamu. Aku takut akan kehilangan orang yg paling aku sayangi karenamu. Karena sekarang aku memiliki seseorang yg ingin aku lindungi dan aku tidak ingin kehilangan dia"
"Kalau kau mau menyebutku lemah, silahkan saja karena aku juga tidak mau orang-orang berpikir aku orang yg kuat. Aku tidak mau mengikuti permainanmu, jadi jangan ganggu aku lagi" aku menatap pada saint yg sedari tadi menatapku dengan raut wajah tidak suka lalu pergi menjauh darinya.
3rd pov
Gun sedang menemani new yg sedang melukis di ruang klubnya, new membicarakan soal dirinya yg tidak akan melanjutkan sekolah melukisnya lebih jauh lagi.
Gun menatap pada new yg sedari tadi sibuk dengan lukisannya "kenapa tidak?"
"Ibumu akan segera keluar dari rumah sakit kan, atau kau juga bisa mencari beasiswa lagi seperti sekarang ini. Sayang sekali kalau kau tidak melanjutkannya, kau sangat berbakat dalam melukis"
"Saat aku memenangkan hadiah berkat lukisan ku, aku berpikir akan mengambil program itu. Tapi setelah aku pikir lagi, sepertinya tidak perlu. Aku akan bekerja setelah lulus nanti"
"Apa kau yakin memiliki waktu untuk melukis disaat waktumu tersita untuk bekerja?"
New terdiam setelah mendengar pertanyaan gun, new sendiri juga tidak yakin apa aku bisa mengimbangi waktu bekerja dan melukis "tapi, aku tidak bisa membebani ibuku terus, ini sudah sangat sulit untuknya"
"Kalau begitu--" ucapan gun terpotong oleh bunyi dari ponselnya, off memintanya untuk kembali ke kelas mencarikan buku miliknya. Gun kemudian berpamitan pada new dan pergi.
Setelah new selesai dengan tugas klubnya, dirinya segera pulang ke rumahnya. New tidak sadar kalau ada seseorang yg memperhatikannya hingga masuk ke dalam rumah.
*
*
Siang itu tay mendatangi rumah new, dirinya berniat menjemput new untuk mengantarnya ke rumah sakit. Namun saat tiba disana, rumah new terlihat begitu sepi, dan seorang ibu-ibu mengatakan kalau new sedang tidak di rumah.
"Anak muda, apa kau teman new juga? Kalau iya, dia sudah pergi ke rumah sakit"
"Huh? Apa tadi ada seorang yg mencarinya juga?"
"Iya, tadi ada seorang lelaki yg wajahnya terlihat manis seperti seorang perempuan, tangannya mengenakan perban, dia menanyakan keberadaan new"
Mendengar jawaban ibu tadi, tay segera pergi menyusul new ke rumah sakit.
*
Di rumah sakit, new bertemu dengan saint yg sudah menunggunya di ruangan ibunya dirawat. Saint meminta new untuk ikut dengannya sebentar, new pun terpaksa mengikuti permintaan saint. Saint berjalan dibelakang new, mereka menuju ke rooftop rumah sakit itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love within Tragedy [TayNew]
FanfictionKisah seorang lelaki (Tay Tawan) yang tidak pernah memiliki keseriusan semasa hidupnya. Di pikirannya hanya ada balapan, taruhan, dan wanita. Lalu dia dipertemukan dengan seorang lelaki (New Thitiphoom) yang memiliki ketakutan bersosialisasi dengan...
![Love within Tragedy [TayNew]](https://img.wattpad.com/cover/212989281-64-k625161.jpg)