3rd pov
New menunggu tay di rumahnya cukup lama, berjam-jam berharap tay segera pulang dan mereka bisa kembali membicarakan semuanya baik-baik. New sadar kalau perbuatannya begitu menyakiti tay. New juga merasakan kepedihan itu, saat orang yg dicintanya tersakiti karena dirinya sendiri.
New ingin meminta maaf dan memperbaiki semuanya, dan mencari jalan keluar bersama, kali ini tanpa emosi.
*
Namun disisi lain, tay yg suasana hatinya sedang sangat buruk memutuskan untuk minum disebuah bar. Jujur dirinya sangat kecewa dengan new yg tidak bisa mempercayainya. Tay juga kesal dengan dirinya yg tidak bisa melakukan apapun untuk menolong cintanya.
Ditengah kegiatan minum-minum nya seorang perempuan cantik mendekat dan merayunya. Tay yg sudah sedikit mabuk dan dengan suasana hati yg buruk, meladeni rayuan perempuan itu. Tanpa aba-aba mereka keluar dari bar itu dan pergi ke sebuah hotel.
Perempuan itu menggoda tay dan berusaha membuat suasana menjadi panas dan bergairah. Sebaliknya, tay justru tidak merasakan apapun, seolah tubuh dan perasaannya sudah mati rasa. Tay tiba-tiba teringat dengan wajah new yg sedang menangis dan kilasan memori bersamanya.
"Maaf, aku sedang berduka jadi aku tidak bisa melakukan ini. Aku permisi pergi duluan" ucap tay pada perempuan tadi dan pergi begitu saja"
*
Tay berjalan lontang-lantung tidak tau mau kemana, dan tiba-tiba saja dirinya sudah sampai di depan cafe tempat Off bekerja. Off yg melihat sahabatnya seperti itu meminta izin untuk pulang lebih cepat.
Off membawa tay ke sebuah tempat yg mana itu adalah sebenarnya spot favorit mereka. Kesunyian yg dirasakan saat duduk disamping sungai, apalagi disaat malam. Pemandangan lampu-lampu kota yg menyala saat malam, terlihat indah.
"Aku baru saja mencoba tidur dengan seorang perempuan di hotel" ucap tay dengan pandangan lurus ke depan
Off melihat pada tay "dengar Tay, aku tidak memihak kepada siapapun. Kau sudah seperti adikku sendiri dan new adalah sahabatku. Melihatmu dan new seperti ini membuat ku dan gun merasa sangat sedih. Aku mohon tentang hal ini jangan sampai new tau"
"Tentang aku yg tidak bisa lagi melakukannya dengan perempuan?"
Off menatap tay dengan terkejut "sungguh? Apakah perempuan itu marah?"
"Tidak, aku berbohong padanya kalau aku sedang berduka dan tidak bisa melakukannya. Kau percaya itu? Aku si binatang bahkan tidak merasakan apapun lagi terhadap perempuan"
Off dan tay pun terkekeh bersama "pikiranku dipenuhi oleh new, haahh aku pasti benar-benar mecintai nya" ucap tay
"Itu yg aku tidak habis pikir, kalau kau begitu mencintainya kenapa kau menyerah begitu saja? Pasti ada jalan keluarnya kalau kau mau bicarakan bersama new"
Tay menggelengkan kepalanya "bukan aku yg menyerah, tapi New. New dan ibunya lebih memilih untuk memberikan kesempatan lain pada orang brengsek seperti ayah tirinya itu. Siapa yg tau kalau hatiku sudah membuatkan ruang khusus untuknya"
"Sedangkan aku? Bahkan ibu new dan kebanyakan orang menganggapku bodoh karena mempertaruhkan nyawa pada balapan yg tidak jelas masa depannya"
Off menepuk bahu tay "tidak penting apapun pemikiran orang lain padamu, yg terpenting adalah hanya kau dan new. Bagaimana kalian dihati masing-masing, kalau kau tidak mendukungnya lalu dia bisa apa"
*
Tay berjalan pulang menuju kontrakannya, setibanya di depan kamar, tetangganya Guy datang menghampirinya. Guy memberitahu tay kalau new baru saja pulang setelah menunggu tay lama. Tay pun segera menjalankan motornya menuju halte bus terdekat, berharap dirinya masih sempat bertemu dengan new. Setibanya di halte, tidak ada satu orang pun disana, tentu saja karena bus terakhir sudah lewat sedari tadi, tapi tiba-tiba saja dirinya mendengar namanya dipanggil oleh seseorang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love within Tragedy [TayNew]
FanfictionKisah seorang lelaki (Tay Tawan) yang tidak pernah memiliki keseriusan semasa hidupnya. Di pikirannya hanya ada balapan, taruhan, dan wanita. Lalu dia dipertemukan dengan seorang lelaki (New Thitiphoom) yang memiliki ketakutan bersosialisasi dengan...
![Love within Tragedy [TayNew]](https://img.wattpad.com/cover/212989281-64-k625161.jpg)