Pak dosen dew masuk ke dalam kelas dan menanyakan keberadaan new yg tumben sekali tidak datang ke kelas. Bahkan tay dan off pun tidak ada di kelas.
"New tidak akan masuk ke kelas pak" jawab gun sambil tersenyum.
"Memangnya terjadi apa padanya?" Tanya pak dew, namun hanya mendapat senyuman sebagai jawaban.
Tidak lama gun mendengar suara motor yg melintas melewati gedung fakultasnya, tentu saja gun hafal dengan suara motor tay karena keadaan kampus yg sepi suara motor tay menggerung pun terdengar sangat jelas hingga ke kelas. Gun pun berlari keluar kelas untuk memastikan apakah telinganya tidak salah mendengar. Dan benar saja, gun sangat kesal melihat tay yg melesat pergi dengan new yg membonceng dimotor tay.
*
*
Sesampainya di depan rumah, new melepaskan helm tay dan mengembalikannya pada tay tidak lupa dirinya mengucapkan terimakasih pada tay.
"Apa kau takut tadi?" Tanya tay seraya menatapkan pandangannya pada new.
"Karena kau mengizinkan aku naik motormu, hanya kau yg bisa ku percaya, takut pun percuma saja" lirih new sembari menundukan kepalanya.
Tay pun tersenyum "Terimakasih karena sudah mau percaya padaku" masih menatap new yg menunduk
"Kau suka melakukan hal yg sebenarnya kau tidak bermaksud untuk melakukannya, dan kau juga bermulut manis. Aku tau kau tidak sungguhan dengan kata-katamu yg akan membantu ku ketika aku membutuhkan bantuan, tapi hari ini kau benar-benar membantuku, jadi terimakasih banyak" ucap new panjang, mungkin ini pertama kali new bicara panjang seperti ini. Setelah itu dia langsung berlari untuk masuk ke dalam rumah
Tay mengejar new dan memegang tangan new, namun ibu new yg kebetulan lewat melihat kejadian itu marah karena salah menanggapi dan berpikir kalau new sedang dibully karena raut muka new yg terlihat sangat tertekan. New pun menjelaskan pada ibunya kalau tay menolongnya mengantarkan pulang karena di kampus terjadi sesuatu padanya, dan mengenalkan ibunya pada tay. Ibu new pun meminta maaf pada tay lalu berterimakasih.
"Tidak perlu berterimakasih mae, nama saya tay tawan vihokratana." tay pun memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangan kanannya pada new tanda ingin bersalaman. Sebelum membalas uluran tangan tay, Ibu new melihat kearah motor yg ditumpangi anaknya. Tidak lama ibu tay pun mengulurkan tangan kanannya untuk membalas uluran tangan tay.
"Wow, jadi seperti ini ya tangan seorang ibu, hangat sekali" ucap tay sambil merasakan tangan yg digenggamnya. Tak lama ibu new menarik kembali tangannya cepat, dan mengajak new untuk segera masuk ke dalam rumah. Tay kembali menahan new yg hendak masuk, dan menanyakan tentang off.
"Apa yg kau pikirkan tentang off?" Tanya tay dengan gugup.
"Kenapa kau menanyakan itu?" new kembali bertanya. Ibu new sudah kembali memanggil new untuk segera masuk ke dalam rumah.
"Tidak, hanya ingin bertanya apakah dia orang yg nakal atau semacamnya. tapi sudahlah lupakan saja. Lebih baik kau masuk ke dalam" tay memerintah new.
New pun mengangguk dan lalu bergegas masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamarnya, dia menutup pintu dan melepaskan hoodie milik tay untuk di gantung di gantungan baju dekat jendela kamarnya. New menatap hoodie itu lama seperti berpikir tentang Sesutu, tak lama senyuman kecil terpaut diwajahnya.
*
*
*
Tay POV
Setelah mengantar new pulang, aku pergi menjenguk p'sun lagi di rumah sakit, aku banyak berbincang dengannya, dia memintaku untuk ikut balapan.
"Kau mau aku ikut balapan phi? Aku bahkan tidak memiliki motor bagaimana mungkin aku bisa ikut." aku bertanya untuk memperjelas apa yg baru saja p'sun katakan padaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love within Tragedy [TayNew]
FanfictionKisah seorang lelaki (Tay Tawan) yang tidak pernah memiliki keseriusan semasa hidupnya. Di pikirannya hanya ada balapan, taruhan, dan wanita. Lalu dia dipertemukan dengan seorang lelaki (New Thitiphoom) yang memiliki ketakutan bersosialisasi dengan...
![Love within Tragedy [TayNew]](https://img.wattpad.com/cover/212989281-64-k625161.jpg)