Chapter 34

2.3K 193 3
                                        

Tay berlari secepat mungkin menuju kamarnya, disana tay sudah melihat new duduk bersandar pada dinding dengan baju yg terciprat darah dan sedikit robek karena pergulatan menyelamatkan dirinya tadi. New segera memeluk tay erat dan menangis kencang "tay orang itu hendak melakukannya lagi, a--aku sangat takut da--dan" ucap new terbata-bata masih dengan tangisannya.

Tay memeluk new erat berusaha untuk menenangkannya, tangannya mengusap halus punggung new dan dibawanya masuk ke dalam kamar. Tay mendudukan new di atas tempat tidurnya. Tay mendengarkan cerita lengkap dari New tentang apa yg terjadi padanya.

"Aku memanggilnya dan menggoyang-goyangkan tubuhnya, namun tidak ada respon dari orang itu"

"Tadinya saat pukulan kedua, orang itu sudah tergeletak namun masih bisa bergerak, dan seketika aku teringat akan perbuatannya padaku dulu yg akhirnya aku memukulnya lagi" ucap new dengan tersendat-sendat karena menangis.

Tay kemudian memerintahkan New untuk kembali menghubungi rumahnya, untuk memastikan apakah ayahnya baik-baik saja. Terdengar suara ibunya dari sebrang sana.

"Hallo" ucap ibu new.

"Hallo bu, bu aku tadi tidak sengaja memukulnya. Dia tadi menyentuh tangan ku dan mendekat padaku dan aku--" belum selesai bicara, ucapan new dipotong oleh ibunya.

"New, kau bereaksi berlebihan. Ayahmu tidak akan melakukan apapun. Dia sudah sadar dan mengatakan padaku semuanya kalau kau hanya terkejut saat melihat nya datang tiba-tiba"

Tay menggenggam tangan new erat dan mengusap-usap nya sambil mendengarkan new yg sedang berbicara "bohong, dia bohong bu. Sangat jelas dia mengatakan kalau aku miliknya dan..." nada suara new meninggi terdengar suara isakannya.

"New, sudahlah kau pulang saja ke rumah ya. Kau hanya salah paham saja ibu--" kini ganti New yg memotong ucapan ibunya.

"Jadi, ibu tidak percaya padaku dan lebih memilih percaya padanya?"

"...hmm, ibu mencoba untuk mempercayainya kali ini"

New sangat terkejut dan kecewa dengan jawaban ibunya itu "baiklah kalau begitu, aku tidak akan pulang untuk seterusnya" ucap new dengan tersedu lalu menutup panggilan itu.

New terisak dengan memeluk tay, dirinya benar-benar merasa sedih dan kacau. Ibunya lebih memilih untuk percaya pada orang itu daripada anaknya sendiri. Mungkin benar perkataan tay beberapa hari lalu, pada akhirnya ibunya hanya mementingkan dirinya daripada new.

*

Setelah menenangkan new, tay menyuruhnya untuk membersihkan dirinya. Tay menunggu di dapur, karena pintu kamar mandi tay hingga sekarang belum dibetulkan. Ketika new beres dengan kegiatannya dan memberikan baju miliknya, untung saja tubuh mereka berukuran sama.

Setelah selesai dengan mandinya, new kemudian berjalan pelan menghampiri tay yg sedang merapikan dan membersihkan tempat tidur.

"Kau bisa tidur disini, sudah aku bersihkan tempat tidurnya. Aku akan menginap di kamar p'guy, kalau kau butuh sesuatu, ketuk saja pintunya" ucap tay lalu berjalan kearah luar kamar, namun lengannya ditahan oleh new.

"Tay, bisa kau temani aku disini?" new memegang kedua tangan tay.

"New, meskipun aku lelaki tapi aku tidak ingin melihatmu bersedih seperti itu lagi"

"Tidak perduli betapa mencintainya aku padamu, aku tetap tidak ingin melalukan hal yg sama seperti yg bajingan itu lakukan padamu"

"Aku tidak ingin menyakiti mu lagi new" ucap tay menatap new yg menunduk.

"Kalau begitu bantu aku untuk hapus ingatan itu, bantu aku kembali menjadi new yg lima belas tahun lalu sebelum kejadian itu"

New mengangkat kepalanya menatap mata tay "aku mohon tay, bantu aku ya?" lalu tangan kanan new mengusap pipi kanan tay.

Love within Tragedy [TayNew]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang