"kalo ada makanan di meja,manggelegleg ku sia!"nyanyian riang gembira yang jahra keluarkan berhasil membuat teman satu kelasnya tertawa memang dialah yang paling bisa membuat tertawa di kelas ini makannya jika ia tak masuk kelas itu rasanya sepi
"Eh pe! ope!OPE ANJING!"panggil jahra ope yang sedang menulis pun menengok ke arah makhluk itu
"Apaan?"
"Lopyu"bukannya jari dengan bentuk hati ia malah mengeluarkan jari tengahnya,ope membalas dengan tatapan sinis
"La"panggil Dilla,jahra tak merespon
"Lala"panggilan kedua
"Congek,Lala!"ketiga
Diam sejenak....
"LALA OGEB!"teriak Dilla jahra baru menengok
"Naon sih?!"
"Seleting lu kebuka,mau pantat tepos lu di liat cowok lain?"tanya Dilla ia kembali menghadap depan sambil mendengarkan musik
Jahra meraba bagian belakang rok nya,benar saja ia masih belum menarik resleting roknya untung saja ia mengenakan jaket yang sengaja ia ikat ke pinggangnya saat masuk ke sekolah ini
Jahra dengan cepat duduk di sebelah Dilla,gadis di sebelah jahra nampak anteng dengan handset di kupingnya juga buku gambar dan pulpen
Jahra ingin jail tapi bagaimana cara nya?ia belum ada pemikiran untuk jail hal apa yang akan ia lakukan?
Ah,lebih baik jahra diam,ia lebih baik lihat apa yang ada di kelas ini saja atau melihat apa yang akan terjadi nanti
"Hm,kenapa?"ucap jahra,Dilla menengok ia melihat jahra yang berbicara namun lawan bicaranya tak bisa di lihat manusia biasa
"Ada ada,kapan?"
"Okey,tunggu aja di kamar gue ya"setelah itu jahra menatap Dilla yang terlihat bingung
"Gue ga gila ya,Mello ngajak belajar bareng nanti malem"ucap jahra
"Mello?"
"Ah,itu temen gue,baik kok"ucap jahra sambil tersenyum,Dilla kembali melanjutkan aktivitas nya
Bel masuk sudah berbunyi,jahra kini menempati kursi aslinya guru belum di panggil jadi masih berisik
"Woy panggil sana gurunya!"ucap Dinda
"Hayu nta"ajak Risti,Shinta bangun mereka berdua keluar
"Dinda,ke toilet dulu ya?"izin Dilla,Dinda mengangguk
"Mau di anter?"
Dilla menggeleng,dan langsung melenggang pergi ke luar
"Dilla banyak berubah ya semenjak ayahnya sakit,tapi bukannya udah keluar rumah sakit ya?"tanya Dinda,nindi juga heran kenapa gadis yang dulunya periang itu berubah jadi sedikit lebih pendiam,ia kembali ke sikap aslinya
"Mungkin,ada masalah yang gak bisa di ceritain ke kita,tapi kalo dia Pendem gue takut dia stress"ucap Nindi
"Tunggu dia yang minta aja"ucap Dinda,nindi mengangguk
-0•0-
Pelajaran berlangsung dengan tenang,tak ada suara sama sekali untuk saat ini mereka nampak dihipnotis oleh guru di depan sana.
Pandangan lurus tertuju pada papan tulis,jika dilihat nampak menyeramkan mereka hanya diam, mendengarkan,dan juga menyimak apa yang di jelaskan oleh guru di depan.
Konsentrasi yang kuat untuk saat ini harus mereka tumbuhkan, sebentar lagi akan ada ujian mereka harus bisa melewati kertas tempur itu.
Dalam kondisi diam seperti ini siapa sangka akan ada yang diam diam melakukan hal yang tak seharusnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Anak Ayam VS Serigala
Teen FictionHanya kisah sehari hari delapan gadis ceria,dengan kegilaan yang melebihi batas maksimal. -solidaritas gak menjamin terus bersama.-
