1 tahun telah berlalu kini mereka sudah menginjak kelas 1 SMA yang ada di Bandung,baru hari pertama mereka masuk lagi lagi ada yang membuat masalah dari mereka yang paling sering telat yah siapa lagi
"Jangan yang berat kak,"pintanya dengan pasrah kenapa juga ia harus bangun kesiangan padahal ia sudah memasang alarm tapi masih tak terdengar ibunya pun sudah beberapakali membangunkannya tapi itu semua tak mempan ia hanya akan bangun dengan sebuah raket ajaib
"Gak berat,pintain tanda tangan semua siswa di sini."ucapnya hukuman itu memang tak terlalu sulit ia hanya meminta tanda tangan saja,tapi apakah bisa?ia sangat tak berani jika menghadapi hal baru apalagi orang yang belum ia kenal
"Ga-gak ada ya lai--"belum selesai Dilla bicara Kaka kelas yang termasuk ke dalam organisasi sekolah itu sudah pergi,Dilla hanya pasrah
"Sialan!"gumamnya,ia pun pergi untuk mulai memintai tanda tangan siswa siswi yang ada di sini,sudah pasti ia akan memilih untuk meminta pada sahabatnya terlebih dahulu
Baru ia dapat sekitar 38 tanda tangan itu pun ia harus melakukan sesuatu dulu baru akan di beri ada juga yang langsung memberi tanda tangannya,ia menyender pada bangku kantin bersama kawan kawannya
"Lagian sih udah di telepon sama gue beberapa kali ga pernah lu angkat,woy gue tuh udh gedein volume nya segitu lu ga kedengeran apa?"tanya Risti bingung dengan sahabatnya yang satu ini
"Kelewatan budek ya Dil?"ucap Shinta santai yayaya Dilla hanya bisa mendengar ocehan sahabat sahabatnya dengan senang hati
"Lagian sih nelepon di waktu yang gak tepat udah tau aku lagi mimpiin Eren ish!"ucapnya geram karna di bangunkan oleh mamahnya dengan raket sialan akan ia patahkan raket itu
"Bangun jam brapa lu?"tanya Dinda
"7"jawab Dilla
"Eh woy gue nelepon jam 5 ye,lu bangun keknya bukan karna kita"ucap Risti,Dilla tak merespon ia membuang muka
"Lu di bangunin pake raket?atau lu bukan mimpi Eren tapi lagi kencing di mimpi lu dan akhirnya jadi nyata?"ucap Risti menebak,Dilla tersentak ia pun menjawab dengan tak santainya
"ENGGAK!"ucapnya,oke itu membuat semua mata tertuju pada meja yang mereka tempati,Dilla pun melihat ke sekeliling rasa malu pun mulai menyelimuti tubuhnya ia kembali duduk dengan mukanya yang merah bullshing :v
"Aku di tabok sama mamah"ucapnya kesal saat ia harus selalu mendapat pukulan manis di pantatnya mamahnya memang sangat baik hehe:)
Tawa mereka pecah saat mendengar ungkapan Dilla,yah itu salah satu aib nya selain mengompol jika ia bangun pagi dan datang ke sekolah dengan cepat itu adalah hal yang sangat langka,dan sedangkan jika ia bangun siang atau terlambat ke sekolah yang membuatnya bangun adalah
1.mengompol
2.raket ajaib
Yap dua hal itu lah yang selalu ia dapatkan di pagi hari menyebalkan memang,ia tak akan mau jika mempunyai adik atau kakak atau siapa pun itu meminta untuk menginap dan tidur bersamanya
Bel sudah berbunyi peserta MOS kembali ke lapangan,terlalu asyik dengan acara ngobrol Dilla sampai lupa jika ia sedang di hukum ia pun acuh dan malah mengikuti para sahabatnya
"Paduli amat."ucapnya santai lalu mengejar sahabatnya yang sudah cukup jauh
~••••••••~
Hari pertama MOS selesai semuanya baru saja bubar kebiasaan ini sudah tertanam di diri mereka masing masing selalu pulang jam 4,sekarang baru saja jam 3 masih ada waktu 1 jam untuk mereka santai di sini
"Pen ke SMP lagi"ucap nindi asal ia sedang melamun ternyata mengingat masa masa smp nya yang begitu menyebalkan
Tak ada yang merespon mereka sibuk dengan kegiatannya sendiri sendiri,yah ada yang membersihkan kelas juga si mantan seksi kebersihan Dilla
"Rajin bener lu Dil"ucap Dinda,semuanya menatap Dinda tak percaya sedangkan yang di tatap hanya menunjukkan wajah bingung, apakah ia salah bicara?
"Kamu beneran Dinda kan?"tanya Dilla sambil menghampiri dan menepuk bahu Dinda yang di tanya hanya mengangguk
"Ah yang bener"ucap Dilla lagi,Dinda kembali mengangguk
"Ish bohong kali"godanya sudahlah ini menguji kesabaran Dinda dia bangun dengan ganas
"Gua penggal pala lu!"ucapnya ganas lalu ia berdiri di ambang pintu menghadap luar
"Ih serem"ucap Risti sambil tertawa
Sudah lama mereka di sini jam pun sudah menunjukan pukul 4 sore saatnya mereka pulang ke rumah tapi saat mereka sampai di gerbang betapa sialnya saat gembok sudah ada di pengunci gerbang
Mereka merutuki diri sendiri ini bukan SMP nya tapi ini SMA nya yang pasti akan berbeda jadwal tutup sekolahnya
"Jadi..."ucap Zaskia menggantung semuanya mengangguk
"Semalem aja ga papa kan?"tanya Risti dengan wajah lesu padahal perutnya sudah meminta untuk di isi
"Kayaknya sih,amukan akan hadir esok sore"ucap Dilla lebay
Mereka pun kembali lagi masuk ke dalam untuk istirahat,kenapa satpam di sini sangat jahat kenapa tak memeriksa terlebih dahulu saat akan mengunci gerbangnya
Percayalah saat ini mereka seperti anak yang tak terurus nampak seperti gembel bahkan melebihi entah apa namanya itu
"Pengen es Coco banana"ucap jahra tiba tiba memancing untuk mereka tertawa
Namun ini efek dari lelah mereka tertidur dengan posisi duduk sampai esok pagi
~~••••••••~~
"Niat gak sih lu sekolah?mau sampe kapan kalian semua nih anak anak yang gak dapet didikan dari orangtuanya telat Mulu!"bentaknya,ingin sekali rasanya mereka membunuh laki laki sok di depannya ini jika memang ingin memarahi silahkan tapi jika sudah menyangkut orang tua mungkin beberapa menit lagi ia akan menjadi mayat
"Maaf kak,saya masih ingin berada di dunia luar saya ga mau ada di penjara jadi tolong jangan mancing saya"ucap Dilla dengan senyumnya entah apa arti dari senyum itu
"Bodo amat!gua ga perduli didikan orang tua kalian kurang bagus minta pelajarin lagi gimana cara bangun pagi contoh tuh mama kalian jangan cuma liatin doang buat apa kalian punya ibu kalau bukan untuk menjadi contoh kalian?!"tak tahan dengan ucapan laki laki sialan ini Dilla memukul mulut cowok ini dengan kipas yang sedang di pakai oleh jahra
"JAGA BUCARANYA KAK!!"bentak Dilla,yah orang orang mulai membuat lingkaran melihat pertengkaran seorang junior dan senior
Laki laki yang di ketahui bernama Edgar itu menatap gadis di depannya dengan tatapan tak percaya,ini kali pertama nya ia mendapat perlakuan yang tak pantas dari adik kelasnya
"Inget kak!meskipun kita terlambat!alasannya ada!kalau emang Kaka mau marahin kita atau hukum kita seberat mungkin silahkan kak!asal orang tua kami jangan jadi salah satunya!apalagi Kaka bilang gitu,Kaka pasti ngerasain kalau ada yang ngomong gitu ke Kaka pasti kak aku yakin itu. Kaka liat mereka kan?keliatan seneng seneng aja percaya deh kak topeng yang mereka buat tuh bagus banget mereka tuh lagi sakit hati kak. Jadi aku mohon jangan bawa orang tua kami dalam masalah sepele pun kita lemah soal itu"ucap Dilla panjang lebar Edgar pun menurunkan tangannya ia sepertinya memang terlalu kasar
"Heh.."Edgar menyengir semuanya pun menatap Edgar apalagi yang akan ia perbuat
"Orang tua kalian begitu tak bertanggung jawab ya,didikan apa sih ga ada jugak.Dasar bego."
♠Anak Ayam♠
KAMU SEDANG MEMBACA
Anak Ayam VS Serigala
Novela JuvenilHanya kisah sehari hari delapan gadis ceria,dengan kegilaan yang melebihi batas maksimal. -solidaritas gak menjamin terus bersama.-
