Gadis putih ini menggeliat di atas kasur,ia lantas termenung sesaat ia memperhatikan ruang sekitar nya dengan penuh teliti,rasanya asing berada di tempat ini.
Ia lalu duduk di atas kasur sambil melihat ke arah luar jendela kamar,sudah senja saja,kenapa waktu begitu cepat?.
Ia lalu menuruni kasur dengan arah pandang ke meja belajar,banyak foto juga beberapa camilan,matanya kembali jernih melihat berbagai macam makanan ringan ada di atas meja tersebut.
"Gue ga tau ini rumah siapa,perut itu tujuan gue maka mata itu adalah prinsip gue."ujarnya sendirian,siapa lagi yang ada di sini kecuali dirinya sendiri.
"Siapapun elo,gue ga butuh izin gue cuma butuh kata 'iya' untuk gue makan ini makanan semua."ujarnya kembali,ia lantas mengangkat bahu acuh,lalu mulai mencomot satu ciki dengan bungkus besar.
Ia buka dengan gembira tanpa perduli si pemilik rumah.
Suara langkah kaki terdengar...
"Ah itu jam kok,atau suara cicak yang Alhamdulillah bisa merayap di lantai."mungkin ini adalah cara ia mengelak rasa takut juga penasarannya.
Ketukan pintu mulai terdengar...
"Gila ya?kecoa Segede apa sih bisa nabrak pas terbang bebas?"lagi lagi ia mengelak,dan kini ia membentuk X di bagian kakinya.
Kenop pintu tertekan ke bawah...
"Anjing rumah kah?mampus gue kalau beneran!"kini ia mulai gemetar hebat,layaknya gempa bumi berkekuatan tinggi.
Krieettt...
Pintu itu terbuka...
"Maaf,pak,Bu,Kaka,adik,tuan,nyonya,saya hanya numpang ke toilet saja,permisi saya pamit pulang."ia lantas menyimpan ciki itu lalu tak kuasa menopang berat badan,juga akibat lemas dan gemetarnya,ia terjatuh dengan posisi duduk.
Gadis itu masuk dengan wajah menunduk,rambut nya terurai panjang acak acakan seperti tak terurus,badan kecil yang hampir sama dengannya,tinggi nya sama,umur entah lah namun jika di lihat memang sama,lantas apa yang membuat gadis ini nampak menyeramkan?...
Yak,Pisau di tangan kirinya mengeluarkan kesan horor juga emm...
Seperti terdengar detak jantung nya,ia makin di buat lemas dengan datang nya gadis ini mimpi apa ia saat tidur?atau ini masih dalam mimpinya?jika memang benar tolong bangunkan!
"Heii..."mengerikan. Panggilan itu membuat sekujur tubuhnya kaku,lemas bulu kuduk nya berdiri mungkin setelah ini ia akan say goodbye to world.
"Maafin... Plis... Gue nyasar gue nyasar,gue bakal ganti ciki ini sama irisan—"
"Mungkin mata?"
"..."
"Ayo,sini bantu,buru anjing!"tak bergerak,gadis itu tetap duduk di tempat,jahra tak lagi mempunyai tujuan hidup setelah semua ini terjadi.
"Woy!sadar Lo!Lo kenapa?HAHAHAHAHH!!"tawa nya menggelegar di penjuru kamar ini,kenapa gadis ini tertawa?
Jahra tak bisa melihat wajah nya,tertutup oleh masker yang sepertinya sengaja ia pakai.
Gadis itu mendekat...
Lebih dekat...
Makin dekat...
Sudah dekat...
Dekat.
"Oy..."
"KYAAA!!!"jahra melayangkan tinjunya tepat pada wajah gadis di depannya,kenapa rumah ini seperti rumah terkutuk baginya?banyak yang aneh!.
"Akh!gila,DASAR IJAH!IDIOT JAHRAAA!!!"teriakan itu,suara bagai curut itu... Kenapa begitu familiar di telinga nya?
"Lo... Sebenernya siapa ya?"ucapan itu membuat gadis di depannya yang sedang tersungkur itu duduk kembali,menatap jahra tajam.
"Priscilla..."
"OPE ANJING!"umpatan itu lah yang malah keluar dari mulutnya.
"Lo kenapa sih?!kenapa Lo lebih serem dari cewek androphobia?!!"jahra menautkan alisnya,menatap ope sinis.
"Lo pikir Lo gak lebih serem dari orang sakit jiwa yang kabur dari rumah sakit,HAH?!!!"ope yang kini menautkan alisnya,kenapa jahra malah ngamuk padanya?
"Lo kenapa marah marah sih?gue salah apaan emang?"
Ope ini...
"Lo kira gue bakal gak kaget gitu saat gue diem diem mau makan ini ciki ada suara langkah kaki dan ketuk pintu hah?!Lo pikir gue bakal tenang,kejadian itu pas banget saat gue bangun tidur!gue pasti gak sadar ini dim... Anu ini dimana ya?"pada akhirnya ia bingung pula.
"Rumah gue."jawab ope sinis.
"Gue kapan kesini nya pe?gue bukannya gak ke sini,gue kan tidur di rumah tadi pe."ope menghembuskan nafas ia menatap kembarannya kesal.
"Lo nyamper gue,Lo pencet bel rumah gue lebih dari 15 kali,Lo masuk dan Lo ketuk kamar gue lebih dari 20 kali,gue bukain pintu Lo langsung nempel di kasur gue,dan Lo mau tau dari jam berapa Lo tidur wahai putri danau?"
"Berapa?dan siapa putri danau? Roro Jonggrang kah?"
Ope menggeleng...
"Lo nemplok di kasur gue lebih dari 5 jam. Dan putri danau itu Lo,tolong ganti seprei gue jahra fatia,iler Lo bau nya lebih menyengat dari minyak wangi kakek kakek."Jahra mana menerima penghinaan itu?!.
"Apaan!gue gak bikin air di bantal Lo!fitnah Lo!"ope lantas menunjuk ke arah dimana letak perbedaan warna bantal nya.
Yah,itu bulat besar dan warna nya begitu terlihat pekat.
"Tolong jemur,dan cuci,ya sayangku,mau gue taro dimana pisau nya?jantung?kepala?atau mulut?hm?"
Hiii mengerikan jir!kenapa gue ketemu nih orang ya?oh iya gue kan pernah di tolongin dia,udah lama banget gak tuh,gue lagi tidur di kursi rumah sakit dia bangunin gue buat pindah... Bukan khawatir sakit badan sih,tapi dia ngingetin gue buat berbagi tempat duduk,gue bangun dia duduk. Hm,kurang baik apa gue jadi temen dia yak?hm...
Jahra mengangguk angguk,ia teringat lagi.
"Gue kesini mau ngapain pe?"
"Belajar,ayo,gue ajarin"jahra mengangguk lagi mereka duduk bersama di karpet di sertai camilan.
"Ko ciki ini basah la?"pertanyaan itu membuat jahra menegang.
"La?Lo ngapain aja tadi?tidur Lo gak sampe ngigau dan Lo cudahin ini ciki kan?"jahra lantas menggeleng mantap.
"Gue itu... Panik parah tadi,pas tau Lo masuk gue gak sengaja nyenggol minum trus airnya masuk ke sini deh,jadi basah,ya tapi ini jadi versi baru pe!"ujar jahra antusias,ini bukan niat untuk belajar sih!curhat lebih tepatnya hm.
"Apaan?"
"Kita bikin SOP ciki singkong!ayo kita bikin Chanel yuk!"apa apaan ini?!kenapa ia bisa mengenali gadis ini.
"La..."
"Iya?!ayo ayo!"
"Lo... Bego ya?"
"....."
•Anak Ayam•
KAMU SEDANG MEMBACA
Anak Ayam VS Serigala
Genç KurguHanya kisah sehari hari delapan gadis ceria,dengan kegilaan yang melebihi batas maksimal. -solidaritas gak menjamin terus bersama.-
