Setelah selesai acara kejutan ulang tahun, semua orang bergegas pulang meninggalkan rumahnya, sehingga hanya tersisa orang rumah saja.
Lea melahap mie kuahnya dengan lahap namun memperlihatkan wajah kesalnya, ia menduduki salah satu kursi di meja makan persegi panjang itu sendirian. Indah terlihat sedang mencuci piring bekas jamuan di wastafle seruangan dengan gadis itu.
"Lea nggak bakal cerita apa-apa lagi ke mama!" Serunya.
"Ooh jadi ceritanya marah nih sama mamah? Karena tadi mamah cerita ke Bian tentang kamu suk-" jelasnya mengulik kembali dengan terkekeh.
"Dah ahh nggak usah diterusin lagi."
Ia beranjak dari tempat duduknya, dan membiarkan mie yang masih banyak itu, Lea tambah kesal dibuatnya, Indah selalu saja menggoda anaknya.
Lea memasuki kamar dan mengedarkan pandangannya lalu meraihnya dan mengambil buket bunga itu.
Gadis itu merasa ada sesuatu yang jatuh dari buket bunga itu lalu menundukkan kepalanya kebawah mencarinya. Benar saja, itu surat!
Lea mengamati lalu mengambilnya dan membacanya.
"Jam tujuh malam nanti kakak jemput. Kamu siap-siap. Pakai dress yang di kotak kado tadi ya"
Lantas Lea meraih kado itu kemudian membukanya. Sebuah dress yang amat indah bewarna putih elegan selutut. Mungkin akan cantik bila dikenakan gadis berkulit putih itu.
Lea melengkungkan senyuman manisnya ketika melihat dress yang diberikan Bian untuknya.
🍰🍰🍰
Setelah berlama lama bersolek di depan kaca, akhirnya waktu yang ditunggu tunggu tidak terasa. Jam menunjukkan pukul tujuh malam. Entah apa yang akan Bian lakukan malam ini dengan mengajaknya ke sebuah tempat, katanya. Awalnya Lea ragu namun ia tak bisa menolaknya karena tak enak dengannya.
Suara klakson mobil terdengar dari depan rumahnya. Pasti itu kak Bian, ucap dalam hatinya. Ia sontak menghentikkan aktivitasnya dan beranjak dari meja rias kemudian keluar kamarnya.
"Kok cantik banget anak mama, kamu mau kemana?" Tanya Indah saat tak sengaja memergoki anaknya.
Bukannya menjawab, Lea malah tersenyum senyum tak jelas. Sambil mengumpatkan kedua tangannya kebelakang.
"Kaya ngga tau anak muda aja ma, ya pastilah sama Bian. Siapa lagi," ucap Dhirga tiba-tiba datang dan menyahut.
"Boleh ya ma?? Lea nggak enak, udah dijemput tuh di depan," pinta dengan puppy eyesnya.
"Iya tapi jangan kemaleman ya."
"Oke deh mah, siap!"
🍰🍰🍰
Kini Lea, Indah, dan Bian berada di ambang pintu teras depan rumah.
"Kamu jagain Lea ya, kan ini udah malam takut ada apa-apa nantinya," pintanya kepada Bian.
"Oke tante, siap."
"Yaudah Lea berangkat dulu ya mah."
Lea berpamitan kepada Indah dan mencium tangannya, begitu juga dengan Bian. Ia melakukan hal yang sama.
Indah melengkungkan senyumnya ketika melihat anaknya itu. Sama seperti ia waktu muda dulu, cantik.
Bian membukakan pintu mobil untuk gadis itu, ia memperlakukannya bak putri raja malam ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Azalea [COMPLETED]
Teen FictionSeorang pria, satu tahun lebih tua dengan gadis 16 tahun yang akrab dipanggil Lea. Acuh, itulah karakter Bian. Dikisahkan bahwa Bian memiliki masalah psikologis akibat mimpinya di masalalu yang selalu datang menghantuinya. Alasan yang mungkin bisa m...
![Azalea [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/166398839-64-k142818.jpg)