EXTRA: NANA

54.1K 7.2K 1.4K
                                        

(baru ketemu kemaren tapi udah kangen bgt bgt

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(baru ketemu kemaren tapi udah kangen bgt bgt. noona harus gimana TT.TT)


Tentang tangkai-tangkai gladiolus dalam vas di atas meja dan fakta bahwa seorang Jevais Nareshwara pun bisa merasa lelah...

Nana masih fokus pada layar komputernya yang menyala ketika suara pintu yang dikuak membuat perhatiannya terpecah. Sembari menahan dengus, dia menoleh hanya untuk mendapati Injun tengah berdiri di ambang pintu yang kini terbuka setengahnya. Wajah cowok itu dipenuhi titik-titik air, begitupun rambutnya yang agak basah. Dari sarung yang masih melingkari pinggangnya, Nana tahu Injun baru saja selesai melakukan ibadah subuh.

"Jangan bilang kalau lo belum tidur..."

"Gue janji buat ngasih demo untuk lagu ini minggu depan."

"Gue juga tahu." Injun menukas. "Tapi lo manusia, bukan robot. Lo butuh tidur."

"Iya, nanti."

"Nanti kapan? Jam dua belas tadi, gue cek lo bilangnya bentar lagi. Ini udah jam lima pagi, Na. Bentar laginya dari mana?"

"Tanggung." Nana mengabaikan kata-kata Injun, justru meraih pensil dan menulis sebaris-dua baris kalimat baru di lembaran bloknotnya.

"Kalau udah masuk rumah sakit karena drop, masih bisa bilang tanggung?"

"Jun—"

"Gue bilangin nyokap lo dan Kasa, mau?"

Nana berhenti menulis, cemberut. "Ngancemnya gitu terus. Nggak ada yang baru?"

"Ancaman yang mempan cuma itu. Emang ada yang baru?" Injun membalas pedas. "Taro pensilnya. Matiin komputernya. Solat dulu sana, abis itu tidur."

"Tapi—"

"Kalau lo sampai kena marah Pak Tendril, gue yang hadepin dia."

"Bukan gitu—"

"Terus apa?"

Nana menyerah, akhirnya menuruti keinginan Injun. Dia meletakkan pensilnya, menutup bloknotnya dan lanjut mematikan komputer. Injun sengaja menunggu sampai dia masuk ke kamar mandi sebelum kembali menutup pintu dan beralih mengetuk pintu kamar Jeno. Diantara mereka bertiga, Injun adalah yang paling teratur dan bisa bangun tanpa harus menunggu alarmnya berdering dua kali, berbeda dengan Jeno dan Nana yang jika tidur tidak jauh beda dari orang mati.

Selepas solat subuh, Nana hanya bisa tidur tidak lebih dari empat jam. Saat dia bangun, apartemennya sepi. Hanya ada dia seorang diri. Nana tidak kaget, sebab selain jadwal tampil band mereka dari beragam acara on-air dan off-air, mereka juga punya kegiatan masing-masing. Selama tiga bulan belakangan, Injun mengasuh program radio miliknya sendiri. Oleh karena itu, setiap tiga atau dua hari menjelang akhir pekan, Injun akan mendatangi kantor Frasa Entertainment dan meminta pendapat Tendril untuk pembahasan mingguan acara radionya. Jeno beda lagi. Akhir-akhir ini dia sering membuat video youtube, yang kebanyakan sih berkutat di daily vlog serta konten ASMR. Kayaknya hari ini, Jeno memang ada rencana membuat vlog. Entah bersama Giza, Alma atau cewek yang lain lagi, Nana nggak terlalu ngepoin masalah asmara Jeno yang menurutnya lebih rumit dari benang kusut.

Dream Launch ProjectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang