second note

96.1K 13.9K 13.5K
                                        

Some are young people who don't know who they are,

what they can be or even want to be.

They are afraid, but they don't know of what.

They are angry, but the don't know at whom.

They are rejected and they don't know why.

All they want is to be somebody.

—Thomas S. Monson—

*

Saat tiba di depan rumahnya, Jeno tidak bisa menahan diri buat tidak mendesah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat tiba di depan rumahnya, Jeno tidak bisa menahan diri buat tidak mendesah. Dia bukan anak yang suka berbohong, terutama kepada ibu dan kucingnya. Tapi Jeno tidak berani menebak seperti apa reaksi Mama jika wanita itu tahu bagaimana dia dipaksa jadi pengabdi Pak Terry gara-gara melempar bola golf—yang bikin benjol imut tumbuh di puncak kepala Pak Terry—sampai kaca jendela ruangannya pecah berkeping-keping. Itu baru alasan pertama. Alasan kedua adalah gara-gara Nana dan Injun yang ngotot mengantarnya pulang. Patut diketahui, makna sesungguhnya dari mengantar yang dimaksud Nana dan Injun adalah mengekori Jeno sepanjang jalan hingga mereka tiba di depan pagar.

"Udah sampe. Sekarang, kalian pulang, gih." Jeno berbalik, mengusir Nana dan Injun secara halus.

"Lo nggak nawarin kita masuk?"

"Kalian masuk, emang mau ngapain?"

Nana terkekeh, tapi cepat berubah jadi ringisan sebab memar-memar yang menghiasi wajahnya. "Numpang makan, misalnya."

"Kalian suka makan whiskas?"

"Whiskas tuh apa?"

"Makanan kucing."

"Emang di rumah lo nggak ada makanan manusia apa?"

"Nggak." Jeno menukas cepat, terdengar lebih jutek dari yang seharusnya. "Mama saya belum pulang jam segini. Saya nggak bisa masak. Biasanya kalau lapar, saya ngemilin makanan kucing, sepiring berdua sama Bongshik."

Jeno tidak serius, tapi dua cowok di depannya langsung percaya. "Dih, mending kasbon aja deh gue di Warmil-nya Bang Horas. Gue nggak ada minat bertransformasi jadi catman nomor dua! Bisa berabe kalau gue makan makanan kucing terus tiba-tiba punya dorongan ngacak-ngacak pasir tiap mau buang air."

"Yaudah, kalau gitu kita masuk aja dulu, nunggu sampe nyokap lo balik. Hihiw, cakep nggak ide gue?" Nana bisa berpikir lebih sehat, rupanya.

"Nggak boleh. Mama saya pelit."

"Nyokap lo atau lo yang pelit?"

"Udah ya, saya mau masuk dulu." Jeno mengabaikan tanya Nana, langsung berjalan menuju pintu pagar. Tapi cowok itu belum lagi membuka selot yang terkait dari dalam tatkala Nana berkata santai.

Dream Launch ProjectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang