Di sekolah pagi ini masih terbilang sepi. Hanya murid-murid yang rajin saja yang terlihat. Karena jam masih menunjukan jam, 06:10.
Tumben sekali dia berangkat pagi. Iya, kini Sylvia tengah berjalan dikoridor dengan wajah santainya. Jika ada yang menyapanya, ia balas juga. Ia gadis golongan Ramah, bukan?
Baru saja ingin memasuki kelas, langkahnya terhenti karena seseorang menepuk pundaknya yang otomatis membuat Sylvia menoleh.
Ia melihat Roland disampingnya, "apa?"
Roland hanya nyengir, "ngga, cuma megang doank tadi."
"Aneh," gerutu Sylvia yang melangkah masuk ke kelasnya.
Sylvia menaruh tas dikursinya dan ingin keluar kelas. Malas pagi-pagi berdiam diri dikelas, itu menurut Sylvia.
Roland yang melihat Sylvia berlalu pergi lagi pun langsung disusul olehnya.
"Syl, gue kan masih belum tau seluk-beluk nih sekolah. Jadi-" ucapannya terpotong.
"Lo mau gue ngajak lo keliling?" Potong Sylvia cepat.
"Iya."
"Oke, ayo gue ajak," karena bosan. Makanya Sylvia menerima tawaran Roland.
Sekarang, Sylvia berjalan berdampingan dengan Roland sambil menjelaskan apa-apa saja yang berada di sekitar mereka. Banyak sudah yang ia jelaskan selama mengitari daerah sekolah ini. Dari ruang guru, ruang kepala sekolah, kelas-kelas lain, ruang musik, ruang osis, dan masih banyak lagi. Sekarang mereka berada di dekat perpustakaan.
"Ini perpustakan. Biasanya yang masuk perpus itu cuma anak rajin doank. Yang lainnya kebanyakan lebih milih kekantin atau ngga ke taman. Spesies anak rajin ini sekarang berkurang." Sylvia tertawa kecil dengan ucapannya sendiri. Sedangkan Roland, ia tidak fokus dengan penjelasan Sylvia. Ia sempat tertegun melihat tawa Sylvia yang menurutnya menggemaskan.
Lanjut lagi mereka berjalan di koridor yang menuju ke taman belakang. Sylvia masih diam. Pada saat sampai taman, ia mendudukan dirinya di kursi yang disediakan. Roland pun ikut mendudukan dirinya disamping Sylvia.
"Nah, kalau taman ini. Lo udah pasti taukan, taman ini tuh jarang banget didatengin sama anak-anak. Biasanya mereka ketaman utama sekolah. Karena, taman ini ada hal-hal mistis lah, angkerlah. Tapi, menurut gue sih, taman ini nyaman. Apalagi sepi.
"Nah lo kan udah tau semua. Jadi yang mana yang ngga-" Sylvia menoleh ke Roland, seketika ucapannya terhenti. Karena melihat Roland yang fokus melihat wajah Sylvia.
"Hello!" Ucap Sylvia sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Roland. Sontak Roland mengerjapkan matanya beberapa kali dan tersadar dari lamunannya.
"Eh iya, apa?" Tanya Roland.
Sylvia melongong mendengar perkataan Roland, "jadi, lo dari tadi ngga dengerin gue ngomong Sampe berbusa nih mulut gue?"
Roland menggaruk tengkuknya, "hehe, maap, maap."
"Gila lo. Terus lo dari tadi ngapain aja?" Gemas Sylvia menatap tajam ke arah Roland.
"Ya, ngga ada apa-apa si. Cuma tadi lagi mandangin bidadari tak bersayap di depan gue nih." Ucap Roland dengan wajah polosnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Cruel [COMPLETED]
De TodoSebenarnya, ia ditakdirkan untuk bahagia atau tidak? Sylvia Queenella, Kini, ia yang tidak disangka akan berubah 180° dari sikap aslinya. Siapa sangka ia akan memasuki dunia gelap yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang. Sikapnya pun dingin, dat...
![The Devil Cruel [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/218641726-64-k972037.jpg)