26. Tante Girang

13.6K 665 50
                                        

~ Happy Reading ~

.

.

.

.

.

____________________________________________

Jangan sembarangan menghina orang. Hanya karena sebuah penampilan.

-SylviaQueenellaDermith-

____________________________________________

Typo Bertebaran!!!!

Kring..kring..

Bel istirahat menggema di sekolah Merak ini dan akhirnya perlajaran pertama telah berakhir. Banyak siswa-siswi yang berbondong-bondong untuk keluar. Yang pasti rata-rata ke kantin.

"Hei kenalin gue Nita" ucap nita pada Sylvia dkk.

"Sella" ucap Sella sambil tersenyum ramah.

"Jessie" ucap Jessie juga tersenyum ramah.

"Sylvia" ucap Sylvia dengan tampang dingin dan datarnya.

"Gue boleh nggak temenan sama kalian?" Tanya nita.

"Emang kamu nggak malu teman sama nerd kaya kita?" Tanya Sella balik.

"Hah! Enggak lah. Kata siapa gue malu. Gue itu temenan nggak liat dari penampilan" ucap nita ramah sambil tersenyum pada mereka.

Sebenarnya Sylvia itu masih ada rasa benci, kecewa, marah dan rindu jadi satu dengan mantan sahabatnya ini. Rasa kecewanya sungguh besar atas perilaku nita pada masa lalu.

"Oh gitu. Btw temen-temen kamu yang lain pada kemana?" Tanya Jessie pada Nita.

"Eumm...temen si ada. Cuma nggak terlalu deket. Keseringan gue sama sahabat cowo gue si. Jarang sama cewe. Karena kejadian itu" ucap Nita sambil tersenyum miris meratapi nasibnya.

Sylvia tertegun mendengar ucapan Nita. Jadi, selama 2 tahun ini Nita tidak memilik sahabat selain Roland dkk. Ada rasa kasihan di diri Sylvia. Gini-gini juga Sylvia tetap manusia biasa. Apa Sylvia salah telah meninggalkan masa lalunya? Eh. Nggak! Nggak! Nggak mungkin mereka nyari Sylvia setelah mereka sendiri yang mengusirnya. Itu tidak mungkin.

"Kejadian apa?" Tanya Jessie kepo. Biasa kadar keponya tingkat akut. Jadi, langsung ceplas ceplos aja.

"Eh lo. Jaga omongan lo. Nggak liat apa tuh udah kaya merasa bersalah aja. Udah lo diem aja" bisik Sella pada Jessie. Memang. Mereka ini tidak tau yang mana orang yang telah menyakiti Sylvia sahabatnya. Karena yang mereka tau itu hanya sebatas nama nggak lebih.

"Eh maaf ya. Nggak bermaksud kok tadi" ucap Jessie tidak enak hati melihat teman barunya ini.

"Kantin kuy!" Ucap nita saat sunyi beberapa saat tadi.

"Ayo" ucap Sella dan Jessie bersamaan.

Saat mereka beranjak dari kursi mereka. Sylvia tidak beranjak sama sekali. Entahlah ia sedang apa?

The Devil Cruel [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang