~ Happy Reading ~
.
.
.
.
.
______ooooo______
⚠Typo Bertebaran!!!
Author Pov
"Sylvia kan?" Ucap salah satu dari kedua lelaki tersebut dengan raut wajah yang tak kalah mengejutkan juga.
"Lah lo kenal adek gue Lans" ucap Arsaka bingung. Apakah Sylvia dan Lans pernah bertemu sebelumnya? Dan yah. Ternyata itu Lans.
"Ini bener kamu dek" ucap Lans sembari berdiri dari duduknya dan menghampiri Sylvia. Seketika, tubuh Sylvia menegang. Ia masih tak percaya dengan semua ini. Ia tak percaya jika di depannya ialah abangnya! Apakah masih bisa disebut abang?
Sylvia masih terdiam mematung di tempat dan kepalanya menunduk.
"Dek? Dek maksud lo apaan Lans?" Ucap Arsaka yang sudah sangat bingung dengan ini semua.
Lans tidak menggubris pertanyaan yang dilontarkan dari Arsaka. Ia masih sibuk menatap gadis didepannya ini yang sangat mirip dengan adik kandungnya.
"Jawab aku! Kamu Sylvia Quennella Alexander 'kan?" Tanya Lans sembari mengangkat dagu Sylvia agar ia bisa melihat wajah Sylvia.
"Bukan! Gue Sylvia Queenella Dermith. Lo salah orang" ucap Sylvia dingin dan membalikan badannya untuk segera pergi dari tempat ini. Namun, lengannya keburu ditahan oleh Lans. Sehingga jantung Sylvia berdegup dengan kencang. Nampan yang dipegangnya bergetar. karena, memang tangan Sylvia sedang bergetar hebat saat ini.
"Tap___" ucapan Lans terpotong. Karena, Arsaka memotong pembicaraannya.
Yang nanya dimana Alex? Alex sedang terpaku dengan apa yang ia lihat. Adiknya sedang berdiri dihadapannya dan kepingan masa lalu terputar di benak pikiran Alex. Pandangan Alex tak lepas dari dirinya yang memandang adiknya dengan sayu.
"Maksud lo apaan sih Lans!" Ucap Arsaka kesal dengan sahabatnya itu. Pertanyaan yang selalu ia lontarkan tidak ada jawaban sama sekali dari Lans.
"Ini adik kitakan bang Alex. Iyakan bang!" Ucap Lans dengan lirih. Rasa penyesalan dan bersalah kini menjalar di pikiran Lans.
"Gue bukan adek lo!" Ucap Sylvia dengan suara bergetar. Sudah terlihat Sylvia ingin menangis. Namun, tidak disini. Tetapi itu hanya angan-angannya saja. Dengan satu kali kedip matanya, air mata mengalir melalui pipi mulus Sylvia.
"Princess! Kamu kenapa? Kok nangis" ucap Arsaka yang melepaskan kedua tangan Lans dari langen Sylvia dan langsung mendekap Sylvia untuk masuk kepelukannya.
Sylvia tidak kuat lagi. Air matanya selalu mengalir, isakan demi isakan terdengar dari mulut Sylvia yang membuat hati Arsaka maupun Ardi seperti tertusuk beribu pisau tajam mendengar Sylvia menangis.
Ardi tak kuasa saat melihat adik kesayangannya terisak seperti itu. Maka dari itu, Ardi mulai berdiri dari duduknya dan berjalan menuju Arsaka juga Sylvia dan memeluk Sylvia dari sisi lainnya. Jadilah, mereka berpelukan bertiga.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Cruel [COMPLETED]
RandomSebenarnya, ia ditakdirkan untuk bahagia atau tidak? Sylvia Queenella, Kini, ia yang tidak disangka akan berubah 180° dari sikap aslinya. Siapa sangka ia akan memasuki dunia gelap yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang. Sikapnya pun dingin, dat...
![The Devil Cruel [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/218641726-64-k972037.jpg)