01. Lelah

35.1K 1.5K 27
                                        

~Happy reading~

Seorang gadis yang di kucilkan oleh keluarganya. entahlah, sejak kapan ini dimulai. Ia tidak tau. Seorang gadis yang bernama Sylvia Queenella Alexander yang masih berusia 15 tahun sudah diperlakukan tidak adil oleh keluarganya.

Ia mempunya dua Abang. Alex Chams Alexander dan Lans Dirt Alexander. Keduanya memiliki sifat yang sangat berbanding terbalik. Alex yang datar, dingin, cuek dengan dirinya. Sedangkan, Lans sebaliknya.

Dimulai dari Alex dulu. Dia anak sulung atau bisa dibilang anak tertua di keluarga ini. Ia sudah kuliah. Dan ia tua tiga tahun dari dirinya. Sifatnya kurang mengenakan pada dirinya. Sungguh sulit untuk memperbaiki semuanya padahal disini bukan dirinya yang salah. Ya begitulah kehidupan. Suka mempermainkan makhluknya.

Sekarang Lans. Jangan ditanya tentang Lans. Lans ini sangat menyayangi adiknya. Ia juga tau perubahan sikap keluarganya pada adiknya itu bukan baru-baru saja. Tetapi, dari kecil seingatnya. Entahlah, mengapa keluarganya jadi seperti ini.

Orang tuanya --Thomas, ayah dan Ferlly, Bunda-- yang selalu mengucilkan anak gadisnya ini yang terbilang masih muda. Kasih sayang bahkan jarang-jarang ada bukan jarang, tapi memang tidak ada.

~o0o~

Sekarang adalah hari minggu, Sylvia sedang berada dikamar. Merenungi nasib kesehariannya ini yang... arrgghh sudahlah tidak perlu dibahas.

Setelah lamanya ia merenung di dalam kamar tiba-tiba saja perutnya berbunyi. Terpaksa ia beranjak dari kamarnya menuju dapur. Sekedar mengambil makanan.

Setelah tiba di dapur, Sylvia mengambil bahan-bahan untuk membuatkan dirinya makanan. Ya, dirinya lah yang memasak untuk makan karena memang disini tidak ada ART. Jikalau adapun, ia tidak yakin akan diperlakukan lebih baik. Sebegitu mirisnya hidupnya.

Cukup lama dirinya berkutat dengan dapur dan selesai juga makanan yang ia buat. Hanya sekedar nasing goreng dengan telur atas. Ia menaruh makanannya di nampan serta minuman untuk ia bawa ke kamar. Bukannya apa, hanya saja ia sudah muak mendengar ocehan unfaedah dari orang rumah.

15 menit lebih ia menghabiskan makanannya karena memang dirinya yang lambat sekali makan jadi membuang waktu untuk makan.

Ia kembali lagi kedapur dan mencuci piring kotornya. Setelah selesai, ia berjalan menuju ruang keluarga untuk membereskan barang-barang yang berantakan. Dari ruang keluarga, ruang tamu, teras, taman didepan rumah, dan halaman belakang. Cukup berat pekerjaannya setiap hari seperti itu.

Seperti dirinya saja yang dijadikan seperti ART dirumah ini. Lumayan menguras keringatnya mengingat rumah ini yang besarnya luar biasa. Walaupun begitu ia dengan senang hati melakukannya karena menurutnya itu pekerjaan yang membuat tubuhnya sehat.

Dari siang hari hingga sore hari baru ia selesai mengerjakan pekerjaannya. Orang tuanya bekerja, ayah yang kekantor sedangkan Bunda ke butik padahal hari ini hari minggu tetapi mereka sudah dibuat buta oleh pekerjaan. Tidak ada waktu untuk berkumpul padahal itu yang diharapkan Sylvia.

Alex seperti biasa kumpul bersama teman-temannya dan bahkan pernah saat itu ia tidak pulang-pulang dari rumah membuat khawatir Sylvia jadinya. Walaupun keluarganya memperlakukannya seperti itu. Namun, Sylvia tetap menyayangi keluarganya.

Lans pun berkumpul dengan teman-temannya. Bedanya, Lans tau waktu untuk keluar rumah maupun tidak. Tidak seperti Alex yang terlalu bebas berkeliaran kesana-kemari. Ya, walaupun ia sudah dewasa tetapi tetap sajakan.

Sylvia sedang belajar di kamarnya setelah mandi tadi ia langsung belajar. Memang selalu belajar yang ia lakukan dirumahnya maka dari itu tidak heran jika dirinya murid tercerdas disekolahnya. Berbagai lomba pun ia ikuti.

Malam senin, Sylvia tidak mengeluh jika besok senin. Bahkan ia malah senang jika bertemu dengan hari senin. Karena, ia bisa melakukan berbagai macam kegiatan. Dari upacara, piket --karena memang hari senin dirinya piket, bahkan sampai belajar pun aktivitas yang menyenangkan baginya.

Sudah cukup lama dirinya berkutat dengan buku-buku pelajaran di meja belajarnya. Ia melihat jam yang tertempal didindingnya, 21:38.

Sudah waktunya dirinya tidur. Ia langsung beranjak untuk tidur. Yang pasti ia sudah makan sebelum orang tuanya pulang. Malas melandeni orang tuanya mengingat sikap mereka pada dirinya. Lans juga sempat masuk kekamarnya tadi pada saat dirinya belajar. Hanya sekedar menengok dan berbicara biasa.

Memang Lans lah abang terbaik Sylvia walaupun Alex pun tak kalah. Iya tau, Alex selalu memperlakukan dirinya seperti eum bukan adiknya. Tetapi, Sylvia tetap menyayangi abangnya itu.

Hari ini, hari yang sangat melelahkan. Banyaknya pekerjaan yang harus ia kerjakan membuat dirinya cepat mengantuk karena lelah.

Ia memejamkan matanya perlahan dan tak beberapa menit terdengar nafas yang teratur dari dirinya. Begitu cepat dirinya ke alam mimpi karena lelah melanda dirinya saat ini.

T B C

.

.
_______________________________


Bedakan dari yang dulu? Haha, iya tau emang sengaja di bedain.

Sorry pendek chap revisi-nya

♡︎シ︎

The Devil Cruel [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang