42. Special LandVia (Roland & Sylvia)

12.5K 564 6
                                        

~ Happy Reading ~
_________________________________

****

Kini Sylvia berada di mansion orang tuanya setelah diperbolehkan dokter untuk pulang, tentunya dengan jaga ini itu lah katanya.

Oh iya, Roland juga sudah mengetahui siapa sebenarnya Sella dan Jessie. Semua sudah dijelaskan untuk Roland yang tentunya Sella yang rela menjelaskan semuanya.

Sylvia tengah merenungi pertanyaan dari Roland yang dilontarkan padanya pada saat siang hari tadi--kebetulan ini sudah malam--di balkon tentunya. Lama ia berfikir, apa yang harus ia katakan, apa yang harus ia lakukan sekarang. Bermacam-macam pertanyaan singgah di pikirannya.

Gimana ya, gue takutnya masa lalu keulang lagi dan malah bikin gue terpuruk lagi. Apa, apa yang harus gue lakukan. Apa gue-'

"Iya deh coba aja dulu." Monolog Sylvia pada dirinya sendiri. "Tidur tidur. Gue butuh tidur. Puyeng pala gue mikirinnya." Lanjut Sylvia sembari bangkit dari duduknya dan menuju kasur empuknya.

~o0o~

Siang ini, di sekolah tentunya.

Taman belakang sekolah.

Ya, Sylvia dan Roland sedang berada di taman belakang sekolah yang jarang di huni oleh siswa lainnya. Karena, disini angker lah, berhantu lah, apa lah, ini lah, itu lah pendapat mereka. Banyak fikiran negative mereka tentang taman belakang ini.

Ya emang iya taman ini lebih mencolok tak terurus dan sudah lama tak dibersihkan yang membuat kesan menyeramkan dari tempat ini.

Kembali lagi dengan kedua manusia berbeda jenis ini yang tengah duduk di kursi besi. saling diam, itu lah yang terjadi diantara mereka sekarang.

Hening,

Cukup lama, bisa lah dihitung sampai sekian menit lamanya mereka berdiam diri yang tentunya dengan pikiran masing-masing.

"Ekhm" sebuah deheman keluar dari mulut Sylvia hanya untuk mencairkan suasana yang cukup canggung diantara mereka berdua.

"Sebenarnya,-" tampak ragu Sylvia untuk membicarakan tentang ini. Namun, ia harus melakukannya agar hatinya bisa sedikit tenang dan tidak kepikiran terus-menerus.

Roland tau Sylvia tampak ragu untuk berbicara dan ia menghadapkan badannya pada Sylvia. "Ngga papa ngomong aja, ngga usah ragu." Ucap Roland sembari menatap lekat mata biru laut yang membuat pesona tersendiri di diri Roland. Sehingga, ia serasa tidak ingin lepas melihat mata tersebut.

"-tentang kemaren, aku mau ngomong tentang kemaren. Aku pikir itu serius kan?" Sylvia pun menatap lekat pada mata coklat terang milik Roland. Suasana yang tadinya agak canggung sekarang mulai mencair.

Roland memasang senyumnya pada Sylvia dan memegang jari-jemari Sylvia. "Iya pastilah aku serius." Tidak ada keraguan di ucapannya, tidak ada kebohongan di dalam matanya. Hanya terpancar keseriusan di sana yang membuat Sylvia berfikir dua kali kembali untuk mengatakan ini.

"Tapi-" Sylvia mengalihkan pandangnya ke arah lain. Gugup, itu lah yang ia rasakan. "-aku butuh waktu untuk itu bisa?" Tanya Sylvia cepat dengan sekali tarik nafas dan memandang kembali mata Roland, sehingga tatapan mereka terkunci.

The Devil Cruel [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang