~ Happy Reading ~
~o0o~
Author Pov On
"What?" Ucap Roland dkk dan Nita.
"Lo Ngga papa kan tha." ucap Nita dan langsung membantu Agatha untuk membersihkan pakaiannya.
Kini Sylvia yang tak tau apa-apa jadi heran serta bingung. Ada apa dengan Agatha? Pikirnya.
Sehingga tatapan Sylvia bertemu dengan Roland. Sampai disitu, Roland langsung menarik tangan Sylvia keluar toilet dan yah. Begitu sampai diluar Roland langsung melepaskan secara kasar tangan Sylvia. Tentunya Sylvia meringis kesakitan karena hempasan kasar dari Roland.
"Maksud lo apa-apaan nyiram Agatha kek gitu, Gue tanya?" Ucap Roland dengan tatapan tajamnya yang mengerikan. Sehingga bulu kuduk siapapun yang melihatnya akan merinding. Begitulah yang dirasakan Sylvia sekarang.
"Apa? Bukan aku yang lakuin itu semua. Dia sendiri yang nyiram badannya pake air itu." ucap Sylvia sambil menatap Roland.
"Bohong!" Tegas seorang gadis yang baru keluar dari toilet.
"Dia yang udah ngelakuin ini semua ke gue." lirih Agatha sambil menunjuk pada Sylvia.
"Maksud lo apa-apaan hah! Sampe nyiram Agatha kaya gitu!" Ucap Nita dan tak lupa juga sebuah dorongan dari sisi-sisi bahunya. Sehingga Sylvia terdorong kebelakang beberapa langkah.
"Eh bener deh. Gue ngga ngelakuin itu semua ke dia." ucap Sylvia membela dirinya sendiri. Ya untuk apa takut kan itu memang bukan salah dia kan.
"Percaya sama gue Land, Nit." ucap Sylvia memohon pada mereka.
Melihat itupun Agatha tersenyum miring.
"Agatha tolong jelasin semuanya." ucap Roland beralih pada Agatha dan menatap tajam pada Sylvia.
"Percaya deh sama gu___" ucapan Sylvia terpotong gara-gara,
"Diem lo!" Bentak Roland pada Sylvia dan menunjuk menggunakan jari telunjuknya tepat di depan muka Sylvia.
Sylvia yang diperlakukan seperti itu pun hanya menunduk tak berani menatap Roland dan ini baru pertama kalianya Roland membentaknya. Sylvia menangis dalam diam sambil masih menunduk.
"Jadi gini, tadi guekan cuma mau ke toilet untuk cuci muka doank. Nah disitu juga ada Sylvia. Guekan cuma mau akrab doank sama dia. Tapi dianya keknya ngga mau temen sama gue sampe-sampe dia bilang gini sama gue, "Gue cuma mau ngasih tau ke lo. Jangan pernah lo deket-deket lagi sama Roland karena Roland itu hanya punya gue. Bukan punya lo dan siapa pun hanya punya gue". Gitu dia bilang. Guekan ngga tau apa-apa jadi gue bales donk. Mungkin dia ngga terima gue bales omongan dia sampe yah. Gini jadinya gue." Jelas Agatha panjang lebar dan itu semua kebohongan semata. Yang seharusnya berbicara seperti itu adalah Sylvia. Tetapi, itu malah jadi fitnahan untuk Sylvia.
Bukannya dia yang ngomong gitu yak tadi' batin Sylvia.
"Loh bukannya lo sendiri ya yang bilang kek gitu ke gue tadi?" Tanya Sylvia pada Agatha. Reaksi Agatha? Dia hanya diam menunduk dan sesekali ia menangis. Hanya untuk memenuhi drama. Air mata drama, ekspresi drama, fitnahan sekalipun di berikan pada Sylvia. Oh kejam sekali wahai Agatha.
"Gue ngga nyangka sih lo bisa ngelakuin hal semenjijikan kaya gini ke dia. Sebenarnya kalau lo Ngga mau Roland diambil oleh siapa-siapa ngga gini donk caranya. Dan juga lo ngga bisa egois tentang perasaan!" Bentak Nita pada Sylvia. Pasrah? Yah sekarang hanya itu saja yang bisa ia lakukan. Tak ada yang mau percaya padanya. Percuma ngomong panjang lebar sampai mulut berbusa pun tak akan ada yang percaya selagi tidak ada bukti.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Devil Cruel [COMPLETED]
De TodoSebenarnya, ia ditakdirkan untuk bahagia atau tidak? Sylvia Queenella, Kini, ia yang tidak disangka akan berubah 180° dari sikap aslinya. Siapa sangka ia akan memasuki dunia gelap yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang. Sikapnya pun dingin, dat...
![The Devil Cruel [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/218641726-64-k972037.jpg)