08. Kencan

11.2K 593 8
                                        

Pada malam hari ini, rencananya pada siang tadi. Roland akan mengajak Sylvia jalan. Mungkin bisa dibilang nge-date atau kencan.

Hari pertama mereka nge-date dengan status yang berbeda sekarang. Yang dulunya hanya sekedar sahabat dan sekarang naik level, menjadi berpacaran.

Saat ini mereka tengah berada di sebuah restaurant. Mungkin malam ini akan menjadi malam yang istimewa bagi keduanya.

Saat Sylvia tentu saja dengan Roland menginjakkan kaki di sebuah tempat, terlihat banyak sekali pengunjung. Berbagai pelayan melayani pengunjungnya dengan rasa senang hati. Tak lupa juga dengan kursi meja yg telah tertata rapi disana. Tak salah jika pengunjung datang ke restaurant tersebut.

Sekarang Sylvia dan Roland duduk disebuah tempat yang sudah disediakan khusus untuk mereka dengan duduk berhadapan. Malam ini dinner bersama pasangan pasti serasa lebih sempurna, bukan?

Mereka tengah memesan makanan dan minuman untuk malam ini kepada waiters disini. Setelahnya, mereka banyak berbincang tentang apa saja yang dapat mereka percakapkan.

Saat pesanan mereka sampai. Mereka diam dan memakan makanan mereka masing-masing. Menikmati hidangan yang ada tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut mereka. Karena sedang asik mengunyah.

setelah selesai, mereka pergi ke sebuah pantai kebetulan restaurant nya dekat dengan pantai jadi rencananya mereka pergi kesitu.

"Indah," gumam Sylvia. Sekarang mereka tengah duduk pinggir pantai menatap indahnya malam dengan beribu-ribu bintang dilangit jangan lupakan juga sang bulan yang menerangi malam yang indah.

Hening yang ada. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing sambil menatap indahnya malam hari ini. Betapa bahagianya seorang Sylvia pada malam hari ini. Dan tepat pada hari ini, ia tidak akan pernah melupakan moment-moment ini. Janji Sylvia pada dirinya sendiri.

Sylvia nampak terkejut ketika tangan besar nan kekar melingkar di pinggangnya. Segera Sylvia menatap Roland.

"Lepas," ucap Sylvia pada Roland yg masih saja lengket di pinggang ramping milik Sylvia.

Tak ada pergerakan sama sekali. Malah makin dipererat lingkaran tangan tersebut.

"Lepas ngga atau..." sengaja di gantung ucapannya. Ingin Melihat ekspresi Roland. Semua sekarang tak berpihak padanya. Roland tampak biasa saja.

"Atau apa?"

Sylvia melepaskan lingkaran tengan Roland pada pinggangnya dengan cara kasar dan Sylvia bangkit dari duduknya jalan santai sambil merasakan hembusan angin. Tak peduli dengan Roland yang tengah memanggilnya.

"Syl!!" Teriak Roland. Tetap pada pendiriannya. Sylvia tetap berjalan.

Roland segera bangkit dari duduknya lalu mengikuti langkah Sylvia dan merengkuh pinggang Sylvia posesif.

"Biar kaya gini aja," ucap Roland tegas dan keinginan yang tak semestinya di bantah.

Malam ini akan jadi malam yang indah serta istimewa yang dapat disimpan untuk kenangan.

~o0o~

Sama seperti biasa, terik matahari memaksa masuk melalui sela-sela jendela yang berbenteng gorden walaupun tak sepenuhnya tertutup.

The Devil Cruel [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang