19. Pemanasan

14.7K 733 21
                                        

Jangan heran kalau cerita ini hampir mirip sama cerita pemilik yang lain. Ya! Karena, cerita kaya gini itu banyak. So, ini semua hasil pemikiran aku sendiri. Real 100%. Dan hanya fiksi belaka.

~ Happy Reading~

.

.

.

.

____________________________________________

Masa lalu ya masa lalu
Jangan diungkit dengan masa sekarang

____________________________________________

Typo Bertebaran!!!!!

"Miss, wake up! 10 menit lagi jet mendarat" ucap pramugari tersebut sambil menepuk pelan lengan Sylvia'lah. Siapa lagi donk.

"Euggg....okay. Thanks" ucap Sylvia pada Pramugari tersebut sambil mengucek matanya. Pramugari tersebut tersenyum dan mengangguk kecil. Setelahnya kembali ketempatnya semula.

Sylvia bangkit dari tempat ia tertidur tadi. Berjalan menuju toilet jet sambil merenggangkan otot-ototnya. Sekedar menggambil sepenuhnya kesadarannya.

Setelah Sylvia membasuh wajahnya. Ia menuju tempat asalnya duduk. Mengambil beberapa alat make up'nya untuk dipoles di wajahnya. Tidak menor. Hanya tipis. Karena, Sylvia tidak suka menor.

Sambil menunggu jet mendarat. Sylvia mengabadikan moment ini sebentar. Ia mengambil camera'nya dan memfoto suasana awan yg putih-biru berseri-indah seperti itu.

Setelah memotret tersebut. Sylvia kembali melihat-lihat kembali foto yg telah ia potret.

Menarik. Satu kata itu yg menggambarkan foto yg telah Sylvia ambil. Beberapa foto saja. Ia berencana untuk mempostingnya nanti setelah mendarat.

Tak terasa, kini Sylvia tengah jalan menuruni tangga untuk menginjak lantai bandara.

Ya, Sylvia sudah berada di bandara Soekarno-Hatta.

Tak luput dari pandang orang-orang yg berada ditempat tersebut. Bagaimana tidak? Kecantikan sang Sylvia itu tak kalah saing dengan bidadari. Eh gk deng. Tapi, Sylvia ini benar-benar cantik.

Drttt...Drttt

Dengan cepat Sylvia melihat si penelpon.

Daddy.

Dengar segera Sylvia menggeser tombol hijau dan menempelkan Hp'nya di telingannya.

"Assalammu'alaikum Dad"

"Wa'alaikumsalam. Sudah sampai princess?" Tanya daddy di sebrang.

"Baru aja nyampe Dad" ucap Sylvia sambil mencari tempat untuk ia duduk.

"Ah iya. Bentar lagi abang twins nyampe jemput kamu yak" ucap Daddy yg bertepatan dengan Sylvia menjatuhkan bokongnya disebuah kursi besi panjang yg berada di situ.

The Devil Cruel [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang