11. Percobaan Pertama

9.9K 544 29
                                        

~ happy Reading ~

~o0o~

Kringg kringgg

Jam weker milik Sylvia berbunyi.

06.00

Saat Sylvia mematikan dan melihat jam. Sylvia merentangkan kedua tangannya untuk mengembalikan otot-ototnya.

Sylvia berjalan menuju kamar mandi dan melakukan ritual membersihkan dirinya. Setelah selesai Sylvia ke walk in closet memasang baju seragamnya dan menuju ruang riasnya. Sedikit mempoles bedak dan lipbalm di bibirnya, tak perlu tebal. Hanya untuk mencerahkan bibirnya saja.

Setelah selesai Sylvia menuju pintu kamarnya dan hendak membukannya.

Ceklek

"Lah udah bangun yak." ucap Lans saat hendak mengetuk pintu kamarnya. Kayanya emang tugas Lans, selalu ada aja dimana mana. Heran.

"Lo pikir gue kebo banget yak." jawab Sylvia.

Dan sebuah jitakan mendarat dengan mulus dikepala Sylvia yang berasal dari Lans.

"Awss.." ringisan Sylvia sambil memegangi kepalanya.

"Bahasanya dikontrol adikku sayang." ucap Lans dengan senyumnya dan langsung merangkulku.

"Hehe. Iya dah abangku sayang." ucap Sylvia. Dan mereka bersama-sama menuju meja makan.

"Selamat pagi." ucap Sylvia serta Lans bersamaan.

"Pagi." Balas Mommy, Daddy, dan Alex.

"Tumben bangun pagi Syl?" Tanya alex

"Lah emang Sylvia kebo banget yak?" Tanya Sylvia yang langsung duduk di tempat biasa.

"Iya." jawab alex lagi.

"Dih ngeselin emang." Kesal Sylvia sambil menatap sinis Alex.

"Sudah sudah. Makan dulu deh." lerai mommy saat Sylvia sebal dan alex hanya cengengesan. Lans, ia sedang menikmati makanannya. Daddy pun sama.

"Iya mom." ucap Sylvia serta Alex bersamaan.

Saat selesai makan, Sylvia pamit kepada ortunya dan keluar rumah. Karena hari ini Roland lah yang menjemputnya.

"Bang Sylvia bareng Roland kesekolah." ucap Sylvia pada Lans saat beriringan menuju luar rumah.

"Lah tumben?" Tanya Lans lagi pada Sylvia.

"Yee emang kenapa dah?" Tanya Sylvia
"Nah itu orangnya. Sylvia duluan ya bang. Bye." ucap Sylvia. Belum Lans melontarkan protesnya, Eh keburu dateng si Roland.

"Hey." ucap Roland pada Sylvia.

"Hey." ucap Sylvia lagi membalas ucapan Roland dan tersenyum.

"Dah ayok." ucap Roland.

"Iya." jawab Sylvia dan langsung menaiki motor Roland.

"Duluan bang." ucap Sylvia dan Roland bersamaan. Lans menjawab dengan anggukan. Pelit ngomong emang itu orang kalau udah berhadapan sama orang lain kecuali sahabat dan keluarganya.

Skipp School>>>

*School

Tak ragu untuk memasuki sekolah melalui koridor dan mendapat tatap oleh banyak orang entah itu tatapan mendukung ataupun tatapan iri.

Ya sekarang Sylvia serta Roland berjalan sambil bergandengan tangan bedanya yang dulu dan sekarang yaitu, Dulu, dimana dulu Sylvia yang masih belum menerima Roland disisinya sedangkan yang sekarang tanpa ragu Sylvia bergandengan dengan Roland sampai masuk kelas mereka.

The Devil Cruel [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang